Futsal adalah permainan olahraga yang dimainkan oleh dua tim dan masing-masing terdiri dari lima pemain. Setiap pemain perlu memiliki ketahanan fisik yang baik, menguasai teknik dasar permainan, dan kuat mental dalam menghadapi pertandingan.
Banyak yang melihat futsal hanya sebagai bagian dari permainan olahraga saja, padahal sebenarnya lebih dari itu. Pemain futsal terikat dengan kemampuan berpikir cepat dalam hitungan detik untuk menentukan strategi atau taktik selama bermain futsal. Kemampuan ini dikaitkan dengan suatu kecerdasan spasial.
Kecerdasan spasial adalah kemampuan seseorang yang dapat membayangkan sesuatu dalam bentuk visual. Dalam permainan futsal, pemikiran ini sangat penting untuk para pemain menentukan strategi dengan mengambil keputusan dalam waktu singkat ketika akan mengoper atau mengontrol bola.
Selain itu, ada pula secara spesifik bahwa terdapat kemampuan untuk memahami posisi dan arah objek, memvisualisasikan bola dalam rotasi dan gerakan, serta navigasi dan orientasi ruang atau lapangan. Kecerdasan ini terdapat pada setiap pemain futsal, karena mereka menentukan dengan penuh perhitungan ketika saat bermain.
Kecerdasan spasial ini juga berkaitan dengan pendidikan di sekolah. Menurut Howard Gardner, pemain futsal memiliki kemampuan unggul untuk mengerjakan tugas seperti desain, gambar, pemetaan, dan manipulasi objek. Hal itu bisa terjadi karena pemain futsal secara tidak langsung menggunakan kemampuan spasial saat mereka tengah bermain.
Salah satu cara lain untuk dapat mengembangkan kecerdasan tersebut adalah dengan bermain futsal, melalui latihan cara menganalisa pola permainan, memprediksi arah gerak bola, membaca pergerakan lawan, dan kesesuaian respons tindakan yang dilakukan.
Walau di setiap jenjang pendidikan terdapat mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), terkadang hanya sebatas bertujuan agar para siswa melakukan aktivitas fisik dan berkeringat. Namun, justru ada yang bisa diterapkan lebih dari itu, yaitu seperti meningkatkan daya ingat dan cara berpikir dalam melakukan permainan.
Banyak kecerdasan lain yang mungkin tidak disadari selama bermain futsal. Selain kecerdasan spasial, ada juga yaitu kecerdasan kognitif, emosional, dan teknik. Hal ini mempengaruhi para pemain futsal selama melakukan pertandingan dan berdampak pada hasil akhir.
Kecerdasan kognitif yang dimaksud adalah suatu kemampuan seseorang yang mampu berpikir, membayangkan, dan bahkan memecahkan masalah. Kemudian, kecerdasan emosional yaitu kemampuan yang dapat menahan emosi dengan berpikir secara efektif.
Beberapa kecerdasan itu diyakini terdapat pada pemain futsal karena kelincahan berpikir dalam bermain. Kecerdasan kinestetik juga turut berperan, hal itu terjadi ketika para pemain mengendalikan tubuh dengan sigap ataupun cekatan.
Ada pula kecerdasan interpersonal adalah kemampuan memahami dan bekerja sama dengan orang lain. Dalam futsal, hal ini tampak dari bagaimana para pemain membangun komunikasi efektif, membaca ekspresi rekan setim, hingga menciptakan kekompakan demi keberhasilan tim.
Seorang pemain futsal yang baik mampu mengenali batas kemampuan fisiknya, menyadari perasaan saat bermain, dan melakukan refleksi diri untuk memperbaiki kesalahan di pertandingan sebelumnya.
Bagi para pelajar, permainan futsal ini tidak harus menunggu diajarkan oleh guru di sekolah. Tetapi, bisa bermain bersama dengan teman-teman sejawat agar dapat meningkatkan kemampuan pada tingkat kecerdasan tersebut.
Tak hanya dalam pembelajaran saja untuk mendalami permainan futsal, buat kamu yang sudah tertarik main futsal wajib banget untuk ikut kompetisi khususnya para pelajar SMA hanya di AXIS Nation Cup by AXIS atau cek di tautan anc.axis.co.id dan axis.co.id.
Tag
Baca Juga
-
Guncang Panggung! Teater Nala di SMA Negeri 1 Purwakarta Tuai Apresiasi
-
Minuman Beralkohol vs Kopi Gula Aren: Gen Z Lawan Emisi Bikin Industri Miras Gigit Jari
-
Analisis Film Dirty Vote II O3: Antara Pasal KUHP dan Krisis Demokrasi
-
7 Mitos Salah Perawatan Sepatu yang Bikin Cepat Rusak, Kamu Masih Percaya?
-
Pendidikan vs Makan Gratis: Dilema Kebijakan Publik dan Mentalitas Masyarakat
Artikel Terkait
-
Generasi Z & Alfa Terancam Brain Rot, Bisakah RUU Sisdiknas Jadi Solusi?
-
Citra Bad Boy Runtuh? 5 Sisi Lain DJ Bravy, Pria yang Mau Jadi Ayah Anak Erika Carlina
-
Pendidikan Akmil Dipangkas Jadi 3 Tahun, Demi Kejar Setoran Perwira?
-
Futsal: Menempa Karakter, Memanusiakan Manusia di Era Digital
-
Filosofi Stoa: Seni Mengelola Emosi dalam Futsal
Hobi
-
Persib Bandung Rekrut Dion Markx, Rekomendasi Langsung dari Bojan Hodak?
-
Gandeng STY Academy, Mills Komitmen Dukung Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
-
Shayne Pattynama Gabung Persija Jakarta, Peluang Main di Timnas Makin Besar
-
Jordi Amat Beberkan Pesan Manis dari John Herdman, Ada Harapan Khusus?
-
Bertemu Lawan-Lawan Mudah, Timnas Indonesia Wajib Maksimalkan Ajang FIFA Series!
Terkini
-
Anime Always a Catch! Sajikan Komedi Romantis Penuh Aksi, Tayang April 2026
-
4 Ide Padu Padan Celana Jeans ala Jihyo TWICE, Stylish dan Cozy Abis!
-
Langit Goryeo: Ketika Cahaya Menemukan Langitnya di Tengah Puing-puing Luka
-
Krisis Etika Komunikasi Pejabat: Negara Asbun dan Rakyat yang Kian Letih
-
Cha Eun Woo Klarifikasi Isu Penggelapan Pajak, Bantah Hindari Penyelidikan