Setiap orang memiliki pertimbangan tersendiri dalam memilih gaya hidup dan penampilan yang dianutnya. Sebab, nilai kenyamanan dan prioritas masing-masing individu pun tentunya berbeda. Meski bukan termasuk hal yang paling penting, penampilan perlu kita perhatikan untuk menunjang aktivitas kita. Namun, perlu kita perhatikan juga jumlahnya, sebab memiliki pakaian dengan jumlah yang berlebih ternyata dapat mempengaruhi kualitas hidup kita. Agar lebih yakin, beberapa keuntungan yang kita dapatkan ketika hidup dengan memiliki sedikit baju adalah:
1. Hemat uang
Memiliki jumlah pakaian yang sedikit tentu akan menghemat pengeluaran kita dalam berpenampilan. Dengan berbelanja pakaian sesuai dengan kebutuhan dan bukan hanya menyesuaikan keinginan, kita akan melakukan penghematan sejumlah uang yang kita miliki. Hal ini tentu akan membantu pencapaian tujuan keuangan kita.
2. Hemat waktu dan ruang
Mengutip dari buku Seni Hidup Minimalis, ketika kita merasa tidak punya cukup waktu, mungkin barang-barang yang ada di rumah kitalah yang menjadi penyebabnya. Maka, memiliki jumlah baju yang sedikit atau sesuai dengan yang kita butuhkan akan mengurangi waktu kita untuk menata isi lemari. Sehingga, kita bisa mengalokasikan waktu kita untuk hal lain yang lebih penting dari pada sekadar kebingungan memilih baju yang akan dikenakan atau menata tumpukan baju yang rawan berantakan jika isi lemari penuh,
3. Kebebasan pikiran
Selain mempengaruhi kondisi keuangan dan produktivitas kita, memiliki pakaian yang sedikit juga berdampak pada kondisi psikologis kita. Sebuah studi pada 2009 oleh Darby Saxbe dan Rena Rapetti menemukan bahwa kekacauan dapat meningkatkan hormon stres kita. Karena itu, membebaskan lemari kita baju kita dari pakaian-pakaian yang sudah tidak kita pakai dapat membantu kita membebaskan pikiran, sehingga akan membuat hidup kita lebih tenang dan bahagia.
Kita tidak bisa menghakimi orang lain yang memiliki gaya hidup berbeda dengan kita. Ketika orang lain yang memiliki banyak baju bukan berarti ia boros, bisa saja karena ia memang membutuhkannya untuk kepentingan pekerjaan. Setiap orang pasti punya pertimbangan tersendiri dalam memilih gaya hidupnya. Cukup hargai itu, dan berfokus pada gaya hidup kita sendiri.
Baca Juga
-
4 Bank yang Menawarkan Keuntungan dengan Produk Paylater
-
7 Pelajaran Berharga untuk Hindari Jeratan Pinjol, Belajar dari Kasus Bedu
-
8 Cara Menghindari Penghapusan Akun Gmail oleh Google
-
Ulasan Buku Effortless, Karena Tak Semua Harus Sesulit Itu: Tetap Produktif Tanpa Stres
-
Trik Jitu Mahasiswa: Kuasai Statistik dengan 6 Metode Efektif!
Artikel Terkait
-
Sehat dan Bugar dengan Lari: Gaya Hidup Aktif Perempuan Masa Kini
-
Berburu Pakaian untuk Lebaran di Pasar Tanah Abang
-
Bingung Habiskan Harta, Intip 3 Gaya Hidup Sederhana Aktor Kang Ha Neul
-
Menjalani Ramadan dengan Gaya Hidup Kirei: Bersih, Sehat, dan Penuh Kedamaian
-
Produsen Makanan Agrinesia Sisihkan Keuntungan Penjualan di Momen Lebaran
Lifestyle
-
4 Facial Wash dengan Kandungan Probiotik, Jaga Keseimbangan Skin Barrier!
-
Selain Donatur Dilarang Ngatur: Apakah Pria Harus Kaya untuk Dicintai?
-
Lebih Bahagia dengan Cara Sederhana: Mulai dari Micro-Moments of Happiness
-
Koreksi Diri, 3 Hal Ini Membuat Kita Terjebak dalam Pilihan Salah
-
Tampil Menarik dan Keren! Intip 4 Daily Outfit Edgy ala Yoon STAYC
Terkini
-
Bikin Gagal Move On! 3 Drama Medis Korea Ini Siap Bikin Kamu Pengen Jadi Dokter!
-
Reuni Lagi, Lee Do Hyun dan Go Min Si Bakal Bintangi Drama Baru Hong Sisters
-
Review Novel 'Entrok': Perjalanan Perempuan dalam Ketidakadilan Sosial
-
Lebaran Usai, Dompet Nangis? Waspada Jebakan Pinjol yang Mengintai!
-
Mark NCT Wujudkan Mimpi Jadi Bintang di Teaser Terbaru Album The Firstfruit