Setiap orang pasti pernah merasa sakit dalam bentuk emosional dan sakit dalam bentuk fisik. Keduanya pasti terasa tidak nyaman. Tapi ternyata sakit emosional dampaknya lebih besar. Inilah 3 alasannya.
1. Sakit emosional tidak bisa diobati secepat sakit fisik
Kita ambil contoh jari kita terluka karena terkena irisan pisau. Sedangkan sakit emosional yang kita rasakan contohnya adalah patah hati karena dibohongi teman dekat. Karena kita tidak benar-benar tahu sebelah mana yang harus dikasihani. Nah, jika luka luar kan masih bisa diobati dengan obat merah dan bisa segera sembuh. Tapi jika emosional, masih ada perasaan kecewa, sedih, dan marah. Sedangkan kita tidak tahu kapan rasa sakit itu benar-benar sembuh dan menghilang. Inilah salah satu alasan luka emosional lebih lama menetap daripada luka fisik.
2. Luka emosional bisa berdampak kepada luka fisik
Kamu tahu kan penyakit yang diidap seseorang sebagian besar disebabkan karena pikiran, selebihnya pola makan. Nah, saat kita merasakan luka emosional, hal itu justru bisa menambah luka fisik. Kita jadi berfikiran lebih banyak dan hal itu membuat kita tidak tenang. Untuk itu, alangkah baiknya saat kita merasakan luka emosional, ingatkah bahwa kamu perlu disayangi lebih dari kamu menyayangi orang lain. Jangan menjadi tidak nafsu makan apalagi sampai melukai diri sendiri. Sembuhkan luka emosional mu terlebih dahulu dan kamu harus yakin bahwa luka itu akan sembuh nantinya.
3. Rasa sakit fisik mendapat empati yang lebih banyak dari sakit emosional
Saat kita mempunyai luka yang terlihat, pastinya lebih banyak orang yang peduli. Tapi hal ini tidak sama dengan luka emosional. Lukanya tidak terlihat dan orang-orang menjadi tidak mengerti akan hal itu. Jadi rasanya lebih menyakitkan saat kita terluka tapi tidak ada siapapun yang peduli. Jika kamu memang mengalaminya, ingatlah kamu masih mempunyai diri sendiri yang bersedia menyayangi dirimu. Peduli dengan luka emosional mu. Jika perlu, kamu bisa mengatakannya kepada orang lain dan meminta bantuan kepada mereka. Tidak ada salahnya, karena luka emosional juga butuh diobati.
Perasaan sakit yang seringkali kita alami, jangan buat hal itu menetap terlalu lama. Jika kamu ingin sembuh, jangan egois. Maafkan orang-orang di sekitarmu dan beri waktu pada diri sendiri untuk healing. Percayalah, kamu bisa sembuh dari setiap luka tersebut.
Video yang mungkin Anda suka
Baca Juga
-
Fakta Menarik dari 'Smugglers', Film Baru Korea yang Penuh Bintang Korea
-
Disney Rilis 'Haunted Mansion' Tayang Juli di Bioskop, Moviegoer Merapat!
-
Film 'Galaksi' Adaptasi Wattpad Tayang di Bioskop Agustus 2023, Sudah Siap?
-
Rumbling Lanjut, Attack on Titan Final Season Tayang Musim Gugur Mendatang!
-
Doraemon Nobita's Sky Utopia Hadir di Bioskop Indonesia Bulan Juli Ini!
Artikel Terkait
-
Heboh Video Syur "Kebaya Merah", Ternyata Ini Alasan di Balik Orang Gemar Nonton Porno
-
Kapal Rumah Sakit Milik Tentara Pembebasan Rakyat China Tiba di Indonesia
-
Fakta Kucing Busok, Kucing Asal Madura yang Telah Mendunia
-
Beda Agama Jadi Penyebab Orangtua Enzy Storia Bercerai
-
Merasa Sakit Hati dan Tidak Ingin Bertemu Lagi, Pinkan Mambo Tak Terima Maia Estianty Sebut Dirinya Tak Disiplin
Lifestyle
-
HONOR X9e Pro Resmi Rilis, Baterai 11.000 mAh Bikin HP Ini Serasa Membawa Powerbank
-
5 HP Rp3 Jutaan dengan Baterai Jumbo dan Performa Ngebut
-
Menolak Promosi Demi Hidup Tenang: Mengenal Tren Career Minimalism di Dunia Kerja
-
Kerja Outdoor? 5 Face Wash Pria Bikin Muka Bersih dan Segar Seharian!
-
5 Fakta tentang Intoleransi Laktosa, Ternyata Beda dari Alergi Susu Sapi?
Terkini
-
Di Balik Hiatus One Piece: Menyelamatkan Animator dari Sindrom Kejar Tayang
-
MBG dan Hak Publik untuk Mengawasi Setiap Rupiah Uang Negara
-
The Assassin(s) Batalkan Seluruh Agenda BIFF 2026 di Tengah Kontroversi
-
Bukan Film Horor Biasa! Conjurig Tawarkan Sisi Lain Cosplayer Jalanan yang Penuh Air Mata
-
Ribuan Manajer KDMP Mundur, Efektivitas Pelatihan Rp1 Triliun Jadi Sorotan