Bicara soal 2027, siapa bilang hanya pembalap yang bingung dalam menentukan nasibnya? Hal yang sama ternyata juga dirasakan oleh tim-tim yang ada di MotoGP.
Tim satelit asal Prancis, Tech3, kini juga masih dalam fase abu-abu terkait dengan masa depannya di MotoGP. Tech3 kini tengah menjadi tim satelit untuk pabrikan Austria, KTM, dan menjadi bagian penting dalam perkembangan motornya.
Namun yang menjadi masalah adalah kondisi keuangan KTM yang beberapa waktu lalu sempat diberitakan menurun, membuat Tech3 mulai diincar oleh pabrikan lain, dalam hal ini Honda.
Ketertarikan Honda Terhadap Tech3
Honda diberitakan tengah tertarik untuk menurunkan jumlah motor yang lebih banyak tahun depan menjadi enam motor, otomatis mereka membutuhkan satu tim satelit lagi untuk memenuhi keinginan mereka tersebut.
Melansir dari laman The Race, pabrikan Jepang tersebut telah melirik beberapa tim, kabarnya Gresini dan Tech3 masuk dalam daftar incaran mereka.
Namun, Gresini tampaknya tidak membuka kesempatan untuk pabrikan lain karena mendapat tawaran yang lebih besar dari mitra mereka saat ini, Ducati. Hal inilah yang kemudian membuat Tech3 menjadi satu-satunya pilihan yang paling mungkin bagi Honda.
Lantas, apakah menjadi bagian dari Honda adalah pilihan yang tepat untuk Tech3? Jika dilihat dari pencapaian mereka selama ini dengan KTM, Tech3 berada di level yang sedang-sedang saja, bahkan cenderung kurang.
Mereka baru memenangkan 2 kali balapan di tahun 2020 bersama Miguel Oliveira, sejak saat itu hingga sekarang mereka baru memperoleh 6 podium.
Situasi ini sebenarnya tidak jauh lebih baik dari Honda, kita bisa lihat sendiri bagaimana hasil yang diraih dalam 6 musim terakhir di mana mereka selalu tertinggal dibandingkan dengan pabrikan-pabrikan lain.
Namun, pengembangan yang dilakukan Honda dalam 2 musim terakhir terlihat lebih signifikan dibandingkan KTM, terbukti saat ini Honda lebih sering berada di barisan 10 besar.
KTM Ingin Pertahankan Tech3
Sayangnya, keinginan Honda untuk mendatangkan Tech3 untuk masuk ke kubu mereka harus mendapat halangan dari KTM.
Tim yang dipimpin oleh Pit Beirer ini tampaknya sudah mulai bangkit dari masalah finansial yang mereka alami sejak diakuisisi oleh perusahaan asal India, Bajaj, dan akan melakukan upaya untuk tetap mempertahankan Tech3 sebagai bagian dari pengembangan motor mereka.
Dampak Tech3 Bertahan di KTM
Jika Tech3 tetap bertahan di KTM itu tidak hanya menguntungkan untuk KTM, tapi juga pembalap mereka, Brad Binder. Kontrak Binder dengan tim pabrikan KTM diketahui berakhir di penghujung musim ini.
Dan terkait dengan masa depannya, Binder masih menghadapi tanda tanya. Hasil yang dia peroleh selama di KTM cenderung kurang memuaskan dan berbanding terbalik dengan rekan setimnya, Pedro Acosta.
Binder saat ini berada di peringkat kesebelas dalam klasemen sementara, dia juga masih kesulitan menempatkan dirinya di barisan 10 besar di setiap balapan.
KTM sendiri akhir-akhir ini diberitakan tengah mempertimbangkan pembalap, seperti Maverick Vinales dan Alex Marquez untuk bergabung dengan mereka. Jika Tech3 ikut pergi, maka posisi Binder otomatis akan terancam.
Sebaliknya, jika Tech3 tetap bersama KTM, maka masa depan Binder masih bisa diselamatkan jika Tech3 tertarik untuk mendatangkannya dari tim pabrikan dan kedua pembalap mereka jadi pindah ke tim lain (rumornya Maverick Vinales ke KTM pabrikan dan Enea Bastianini ke Gresini).
Nah pertanyaannya sekarang, apakah Tech3 benar-benar akan tetap berada di KTM untuk musim depan, dan kalaupun iya, apakah Brad Binder akan direkrut untuk musim depan?
Tag
Baca Juga
-
MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Gendong KTM jadi Juara di Kampung Halaman
-
Bye Warna Kalem! Tren Cewek Buah Bikin Tampilan jadi Lebih Segar
-
Sprint Race MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Crash, Jorge Martin Sukses!
-
Upcycling Clothes: Solusi agar Baju Lama Tak Berakhir jadi Kain Lap
-
Optimis! Fabio Quartararo Yakin Honda Bisa Bangkit di Era MotoGP 2027
Artikel Terkait
Hobi
-
FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia
-
Atletico Madrid Bekuk Real Madrid 2-1, Mourinho Mengamuk Bawa Kertas Bukti Kesalahan VAR
-
Raphinha Mesin Gol Baru FC Barcelona: 12 Gol dan Jadi Top Scorer La Liga
-
MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Gendong KTM jadi Juara di Kampung Halaman
-
Dunning-Kruger Effect: Matinya Kepakaran Akibat Penguasa yang Anti Kritik
Terkini
-
Potterhead Merapat! Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Cuma Tersedia 600 Unit
-
Review Best of the Best: Film Tari yang Lupa Memberi Ruang pada Tariannya
-
Jangan Remehkan Kata-kata: Bahasa Dipersempit, Pikiran Ikut Dikendalikan
-
Wildspeak: Ketika Alam Mengajarkan Anak Menciptakan Bahasa Sendiri
-
Pecahkan Rekor! The Early Spring Jadi Drama China Tersukses di Netflix