Berdamai dengan inner child adalah tugas setiap orangtua agar mereka tidak mewariskan perasaan negatif kepada anak-anak mereka. Terkadang, orangtua yang belum bisa sepenuhnya berdamai dengan inner child akan mudah marah, kesulitan mengontrol emosi, serta berbagai tindakan negatif lainnya yang bisa berdampak buruk kepada anak-anak.
Berikut ini adalah beberapa ciri atau tanda yang menunjukkan bahwa orangtua belum bisa berdamai dengan inner child mereka berdasarkan postingan Instagram @insightme.id.
1. Sering merasa insecure dan tidak cukup baik
Tanda pertama yang dapat dirasakan adalah merasa insecure serta merasa tidak cukup baik menjadi orangtua. Misalnya, sering bersalah jika pertumbuhan dan perkembangan anak tidak seperti anak-anak normal pada umumnya. Padahal, bisa saja setiap anak memang memerlukan waktu tertentu yang berbeda untuk bisa berkembang sesuai kemampuan mereka sendiri.
2. Kesulitan mengendalikan emosi dengan baik
Tanda kedua adalah kesulitan mengendalikan emosi dengan baik dan cenderung meledak-ledak. Misalnya, ketika anak tidak mau makan, maka orangtua akan membentak atau bahkan membuang makanan anak tersebut begitu saja. orangtua dengan inner child yang tidak baik-baik saja akan kesulitan bersikap sabar dalam menghadapi anak-anak mereka.
3. Sering bersikap overprotective kepada anak
Tanda selanjutnya adalah sering sekali bersikap overprotective terhadap anak. Misalnya, membatasi interaksi anak atau aktivitasnya di luar rumah. orangtua degan luka inner child yang belum terselesaikan secara tidak sengaja akan berusaha memproyeksikan masa lalunya dengan kondisi anaknya saat ini, padahal sudah pasti kehidupan dan kondisi tersebut tidak bisa disamakan.
4. Disiplin dan keras terhadap anak
Tanda selanjutnya adalah bersikap keras serta disiplin terhadap anak. Mengajarkan sikap disiplin kepada anak-anak memang penting agar mereka mengenal kemandirian serta tanggung jawab. Namun, bersikap terlalu keras dalam mendidik anak juga dapat menyebabkan trauma pada anak tersebut. Jangan terlalu mengekang atau memberikan aturan yang otoriter, jadilah teman dan sahabat yang baik untuk anak, sembari bimbing mereka untuk berjalan ke arah yang benar.
Itulah empat tanda yang menunjukkan bahwa orangtua belum berdamai dengan luka inner child. Semoga bermanfaat.
Video yang mungkin Anda lewatkan.
Baca Juga
-
Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan
-
Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?
-
Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!
-
Rilis MV Single Original Ayo Senyumlah, JKT48 Tonjolkan Budaya Indonesia
-
Ulasan Panggung untuk Palestina: Novel Anak yang Ajari Peduli dan Empati
Artikel Terkait
-
Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?
-
Pahami Dilema Orangtua Urban, Nikita Willy Buka Ruang Hadir Utuh Lewat FamFest 2026
-
35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol
-
Krisis Validasi Emosi Gen Z: Slang Digital Jadi Penyelamat Dinamika Mental
-
Review Paralyzed by Hope: The Maria Bamford Story, Tawa dan Luka Mental
Lifestyle
-
Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat
-
5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih
-
Atasi Tekstur Kasar: 5 Refining Serum untuk Kulit Wajah Mulus
-
Anti Ngembang! Ini 5 Rekomendasi Protein Cream Penjinak Rambut
-
4 Sabun Muka BHA untuk Kulit Berminyak: Bebas Jerawat dan Pori-pori Tersumbat!
Terkini
-
Ketika Buzzer Lebih Sibuk Membela Pemerintah daripada Memahami Gizi
-
Manga The Bloodthirsty Bride Devours the King Dapat Adaptasi Anime 2027
-
Review Film Apocalypse Z: New World, Sajikan Teror Zombie di Tanah Spanyol!
-
Ulasan Love in Contract: Menguji Arti Komitmen Lewat Bisnis Nikah Kontrak
-
Tren Renting Generation: Mengapa Anak Muda Pilih Sewa Dibanding Setor KPR?