Banyak hal menarik yang bisa kita pelajari dari budaya Jepang, termasuk dalam hal berkencan. Hubungan lawan jenis menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Dalam artikel ini, kita akan mengenal bagaimana budaya berkencan orang Jepang, terutama mereka yang berusia 20-an. Nah, dilansir dari Tsunagujapan, simak informasinya lengkapnya di bawah ini.
1. "Nembak" adalah Kunci
Dalam banyak kasus, pasangan muda Jepang memulai hubungan mereka dengan tahap pengakuan. Di dalam budaya Indonesia istilahnya “nembak”. Di tahap ini, pasangan menjelaskan perasaannya kepada orang yang dicinta dan meminta kesediaan untuk menjalin hubungan dengannya.
Di sisi lain, jika orang yang disukai mempunyai perasaan yang sama dan setuju untuk menjalin hubungan, ia jarang menyatakannya dengan jelas, tapi lebih cenderung membangun kesadaran dengan pergi bersama, menghabiskan waktu bersama bahkan sekadar minum kopi.
2. Ada Budaya Split Bill
Split bill di Jepang adalah hal yang lumrah, terutama di kalangan pasangan muda. Ini bukan disebabkan karena pelit, tapi mereka cenderung tumbuh dengan pola pikir bahwa membagi sesuatu dengan adil membuat hubungan menjadi lebih akrab.
Sebagai pasangan, ada perasaan bahwa mereka tidak boleh membebani pasangan dengan urusan pribadi seperti membayar makan sendiri. Jadi bisa dibilang, traktir makanan pasangan atau pacar saat berkencan adalah hal yang dihindari oleh orang Jepang.
3. Kencan Akhir Pekan Seharian Penuh Adalah Hal yang Lazim
Di banyak budaya, berkencan dengan pacar dianggap sebagai kegiatan yang santai. Banyak pasangan yang makan siang bersama, nonton, jalan-jalan atau sekadar minum kopi untuk berkencan. Tapi di Jepang, di hari kencan pertama, merupakan hal lumrah jika pasangan menghabiskan waktu seharian penuh di akhir pekan bersama.
BACA JUGA: Dilaksanakan hingga 18 Desember, Segini Harga Tiket Piala Dunia 2022
Kegiatan berkencan yang paling banyak dilakukan oleh muda-mudi Jepang adalah pergi ke taman hiburan, melihat pertunjukan kembang api, dan berbelanja. Inilah sebabnya, mereka merencanakan kencan di akhir pekan.
4. Menunjukkan Kasih Sayang di Depan Publik Bukan Hal Penting
Sering kali pasangan ingin menunjukkan kemesraan mereka di depan umum seperti berpelukan, atau berpegangan tangan. namun, secara umum, pasangan di Jepang kebanyakan tidak melakukan hal tersebut.
Ada dua alasan yang melatarinya, yaitu pasangan ingin menghargai privasi, dan ada nilai moral yang masih dipegang orang masyarakat secara keseluruhan.
5. Jarang Bilang “I Love You” Secara Langsung
Mayoritas orang Jepang adalah pemalu dan tidak terbiasa mengungkapkan kata-kata cinta kepada pasangan seperti di budaya negara lain. Namun, mereka cenderung peka dan memahami pasangannya tanpa perlu mengatakannya langsung.
Namun, perlu dipahami bahwa setiap orang mempunyai caranya tersendiri dalam mengekspresikan perasaan cintanya. Ada yang menunjukkannya dengan perbuatan seperti memberikan kejutan, menjaga pasangannya dengan baik, atau membagi waktunya sepenuhnya untuk pasangan.
Itu dia lima hal menarik yang bisa kita pelajari dari budaya berpacaran ala pasangan muda Jepang. Adakah persamaan budaya berpacaran di Jepang dengan budaya berpacaran di daerahmu?
Video yang Mungkin Anda Suka.
Tag
Baca Juga
-
Saatnya Ganti Provider: Jaringan 5G Stabil Jadi Alasan Netizen Pindah ke XL
-
Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat
-
6 Fakta Menarik Perfect Crown yang akan Segera Tayang
-
Frieren: Beyond Journey's End Season 2, Musim yang Lebih Emosional dan Sepi
-
Deretan Anime Yang Tayang Bulan Maret 2026, Wajib Dinantikan!
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Anti Lengket! 5 Lip Matte Ringan yang Nggak Menggumpal dan Bebas Pecah
-
Cegah Pori Tersumbat! 4 Cleanser Tea Tree Korea untuk Wajah Bebas Bruntusan
-
Oppo Find X10 Pro Max Siap Meluncur,Ponsel Flagship dengan Performa Dimensity 9600 Pro
-
Infinix XPAD 30 Pro Resmi di Indonesia: Layar 2.5K, Baterai 8.200 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan
-
Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah
Terkini
-
How a Bear Became a Book, Mengintip Rahasia di Balik Winnie-the-Pooh
-
Mitos Kelas Menengah: Ketika Kelas Ekonomi Gagal Ungkap Kerentanan Pekerja
-
Menyingkap Filosofis dan Makna Tersirat di Balik Film The Sheep Detectives
-
Destined with You: Kisah Cinta yang Terhalang Kutukan dan Rahasia Masa Lalu
-
FESTVENT VOL.3 2026 Hadir Kembali, Usung Tema 'Own the Street, Own the Game'