Mengenal frasa dalam Bahasa Korea terkadang bisa terjadi begitu saja karena terbiasa memperhatikan percakapan yang terjadi dalam drama yang ditonton. Salah satu yang cukup populer adalah “fighting” atau “hwaiting” () yang identik dengan frasa pemberi semangat. Meski populer dan jadi favorit banyak orang, ternyata frasa yang satu ini gak bisa sembarangan dipakai karena sifatnya yang informal.
Alih-alih “hwaiting”, gak ada salahnya untuk mencoba kesepuluh frasa penyemangat dalam Bahasa Korea yang lebih formal berikut ini. Dijamin bakal terdengar makin jago!
1. Himnaseyo ()
Frasa "himnaseyo" () bisa jadi pilihan yang tepat ketika ingin memberi semangat pada orang lain dalam situasi yang lebih formal. Frasa enyemangat yang satu ini memiliki arti “bertahanlah”. Namun, dalam konteks lain yang serupa juga bisa diartikan "bersemangatlah".
2. Gwenchana ()
Jika biasanya sering digunakan untuk ungkapan kabar atau jawaban "baik-baik saja", frasa "gwenchana" () yang artinya “tidak apa-apa” juga bisa untuk menyemangati orang lain. Bisa dibilang frasa yang satu ini cukup bervariasi tergantung konteks kalimat yang dipakai.
BACA JUGA: Tes Kepribadian 27 Desember 2022: Mengapa Kamu Sangat Sulit Meminta Bantuan Orang Lain?
3. Geokjong hajimayo ( )
Kalau mau memberi semangat lewat ungkapan "jangan khawatir", bisa pakai "geokjong hajimayo" ( ). Jadi, memberi semangat versi formal tidak harus selalu dengan "hwaiting".
4. Pogihajimaseyo ()
Pernah dengar "pogihajimaseyo" ()? Frasa yang satu ini memiliki arti "jangan menyerah", jadi pas banget buat kalimat penyemangat, nih.
5. Halsuisseoyo ( )
Ungkapan penyemangat selanjutnya adalah "halsuisseoyo" ( ) yang berarti "pasti bisa”. Jadi, selain memberi semangat, frasa ini juga sesuai untuk membangun kepercayaan diri seseorang.
6. Jaldoelgeoeyo ()
Lewat frasa "jaldoelgeoeyo" (), kalimat penyemangat yang diberikan juga bisa sebagai ungkapan untuk membangkitkan keyakinan dalam diri. Frasa yang memiliki arti “ini akan berhasil” ini terbilang cocok sebagai penyemangat juga.
7. Guinnaeyo ()
Bisa dibilang "guinnaeyo" () mirip dengan makna "hwaiting" hanya saja versinya lebih formal. Frasa ini berarti "semangatlah" dan bisa jadi alternatif ungkapan untuk memberi semangat berikutnya.
8. Haenguneul bimnida ( )
Kalai ingin memberi ungkapan penyemangat yang identik dengan makna "semoga berhasil", bisa menggunakan frasa "haenguneul bimnida" ( ). Selain untuk memberikan dukungan, versi formal ini juga cocok ditujukan untuk orang yang dihormati atau disegani.
BACA JUGA: China Bebaskan Karantina Covid-19 untuk Kedatangan dari Luar Negeri Mulai 8 Januari
9. Sugo hasyeotseumnida ()
Kalimat penyemangat selanjutnya yang bermakna pujian "kerja bagus" akan sesuai dengan frasa "sugo hasyeotseumnida" (). Memuji dan menyemangati dalam versi yang lebih santun, nih.
10. Jal haesseoyo ( )
Kalau versi Bahasa Inggris ada "good luck", makan Bahasa Korea punya frasa "jal haesseoyo" ( ) yang berarti "semoga berhasil".
Lewat kesepuluh frasa penyemangat versi formal dalam Bahasa Korea tadi, kamu tidak perlu merasa bingung lagi saat tidak memungkinkan memakai "hwaiting". Jadi, frasa penyemangat favoritmu yang mana, nih?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Lebaran dan Tradisi: Antara Rindu, Ritual, dan Makna yang Selalu Kembali
-
Budaya Hampers Jelang Lebaran: Antara Silaturahmi, Gengsi, dan Tekanan Sosial
-
Stop Jadi Teman yang Paling Nyebelin: Kenali 5 Attitude Komunikasi yang Merusak Hubungan
-
Menjinakkan Lapar Mata Saat Beli Takjil: Kita Semua Bisa Kok!
-
Shopping: Metode Stress Release yang Cukup Efektif Buat Saya, Kamu Juga?
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Gurih & Manis! 5 Ide Isian Stoples Lebaran Selain Kue Kering
-
Bebas Bau Badan Seharian! 5 Deodoran Pria Tahan Lama untuk Hari Raya
-
Sony WF-1000XM6: TWS Bentuk Kacang dengan ANC Paling Nyaman
-
Budget Tipis? Ini 5 Headset Wireless Gaming Terbaik di Bawah 1 Juta
-
Huawei FreeBuds Pro 4: Earbuds Premium dengan ANC AI dan Audio Lossless
Terkini
-
Kuda Lumping Diplomasi: Misi Jakarta Merayu Pawang di Panggung Board of Peace
-
Tarian Darah dari Rawa
-
Perebutan Kuasa Tertinggi Asia Pasifik, Membaca Kisah Bujang di Novel Pergi
-
Silaturahmi Lebaran dan Budaya Gosip: Ketika Obrolan Hangat Berubah Arah
-
Review Film Nuremberg: Duel Psikologis di Balik Pengadilan Sejarah Terbesar