Hari Buruh atau Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei bukan sekadar hari libur, tetapi memiliki akar sejarah panjang tentang perjuangan pekerja melawan sistem kerja yang tidak manusiawi. Peringatan ini lahir dari dinamika sejarah global yang menunjukkan bahwa hak pekerja tidak hadir begitu saja, melainkan melalui proses panjang dan penuh konflik.
Melansir laman Encyclopaedia Britannica pada Senin (4/5/2026), pada abad ke-19 buruh industri dapat bekerja hingga 10 hingga 16 jam sehari tanpa perlindungan yang memadai. Jam kerja panjang ini kerap disebut “mencekik” karena tidak memberi ruang bagi kehidupan pribadi, bahkan untuk sekadar beristirahat secara layak.
Situasi ini berkembang sejak era Revolusi Industri di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Peningkatan produksi melalui mesin justru memperparah eksploitasi tenaga kerja, termasuk perempuan dan anak-anak dalam sistem kerja yang keras dan minim perlindungan.
Dalam kondisi tersebut, gerakan buruh mulai tumbuh dan menyuarakan tuntutan perubahan. Mereka menolak sistem kerja berlebihan dan menuntut pembagian waktu yang lebih manusiawi, yakni delapan jam kerja, delapan jam istirahat, dan delapan jam untuk kehidupan pribadi.
Peristiwa Haymarket Affair di Chicago pada tahun 1886 menjadi titik penting dalam sejarah gerakan buruh dunia. Aksi tersebut merupakan bagian dari gelombang demonstrasi besar yang secara spesifik menuntut penerapan jam kerja delapan jam sehari.
Dalam aksi itu, buruh tidak hanya menolak jam kerja yang panjang, tetapi juga menyuarakan hak atas kondisi kerja yang lebih aman dan adil. Demonstrasi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi bentrokan setelah terjadi ledakan bom yang hingga kini tidak diketahui secara pasti pelakunya.
Dari catatan Encyclopaedia Britannica, peristiwa tersebut menyebabkan korban jiwa dari berbagai pihak, termasuk aparat dan warga sipil. Sejumlah aktivis buruh kemudian ditangkap dan beberapa di antaranya dijatuhi hukuman mati, meskipun proses hukumnya masih menjadi perdebatan dalam kajian sejarah.
Peristiwa ini kemudian dikenang sebagai simbol perjuangan buruh secara global. Pada tahun 1889, Second International menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional untuk memperingati perjuangan tersebut.
Di Indonesia, Hari Buruh telah dikenal sejak masa kolonial, meskipun sempat tidak diperingati secara terbuka pada era Soeharto. Pemerintah kemudian menetapkan kembali 1 Mei sebagai hari libur nasional pada 2013 di masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.
Kini, Hari Buruh identik dengan penyampaian aspirasi di ruang publik. Isu yang diangkat pun berkembang, mulai dari upah minimum, sistem kerja kontrak, hingga tantangan baru seperti ekonomi digital dan gig economy yang banyak dihadapi generasi muda.
Meski bentuk perjuangannya terus berubah mengikuti zaman, semangat Hari Buruh tetap relevan hingga sekarang. Hak-hak pekerja yang dinikmati hari ini pada dasarnya merupakan hasil dari sejarah panjang yang dibangun melalui perjuangan kolektif lintas generasi.
Baca Juga
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Timberland Boots: Berawal Dari Sepatu Tukang Jadi Ikon Rapper Dunia Hip Hop
-
JisuLife Ultra 2: Kipas Portable Premium dengan Berbagai Fungsi Menarik!
-
ROG Zephyrus Duo, Laptop Dua Layar dengan RTX 5090 Seharga Mobil Bekas!
-
Bawa Argentina Menang 3-0, Messi Cetak Hattrick Pertama di Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
News
-
Buruh Perempuan Sawit Menanggung Beban Berlapis di Balik Asap Karhutla
-
SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026
-
Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
-
Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!
Terkini
-
Review Buku Little Women: Perjalanan Empat Saudari Menemukan Arti Kedewasaan
-
Drawing Closer: Apa yang Ingin Kita Tinggalkan Jika Waktu Kita Terbatas?
-
Kurang Bersyukur Tidak Menjadi Jawaban atas Persoalan Kesehatan Mental
-
Film New Recruit Tayang 30 Desember, Kelompok Prajurit Alami Kejadian Aneh
-
Soyeon Eks T-ara Hamil Anak Pertama, Umumkan Kabar di Anniversary ke-4