Penyakit serius yang diderita oleh presenter kondang Indra Bekti masih terus menjadi buah bibir bagi masyarakat terutama para warganet. Bukan hanya perihal pendarahan otak yang membuat Indra Bekti harus dirawat, namun polemik biaya rumah sakit yang menyeret nama istri Indra Bekti turut menjadi perhatian.
Pasalnya sang istri dari presenter tersebut, Aldila Jelita diketahui sempat melakukan penggalangan dana untuk membantu biaya rumah sakit tempat suaminya dirawat tersebut. Atas aksinya tersebut, banyak warganet yang menuding bahwa artis lama sekelas Indra Bekti sepatutnya memiliki tabungan yang cukup atau aset yang bisa dijual untuk menutupi biaya rumah sakit tersebut.
Karena itulah, untuk mengantipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi seperti sakit dan hal lain yang tidak terduga, kita harus menyiapkan dana darurat.
Melansir dari Media Keuangan Kemenkeu, dana darurat adalah simpanan sejumlah uang yang bisa kita pakai sewaktu-waktu untuk menutupi pengeluaran dalam periode waktu tertentu, tanpa adanya pemasukan atau tanpa harus berutang saat terjadinya krisis atau saat genting.
Karena itulah dana darurat menjadi hal yang sangat penting untuk menolong kita saat sulit dan terdesak. Untuk memudahkan dalam menghitung kisaran dana darurat ideal yang dibutuhkan, berikut adalah perhitungannya, seperti yang dilansir dari laman Media Keuangan Kemenkeu berikut ini.
1. Dana darurat ideal untuk yang belum berkeluarga
Untuk yang belum berkeluarga ataupun sudah berkeluarga namun belum memiliki anak, dana darurat yang paling ideal adalah sekitar 3-6 kali total pengeluaran rutin tiap bulannya.
BACA JUGA: Sindir Keluarga Artis Kaya tapi Minta Sumbangan, Lina Mukherjee: Netizen Banyak yang Susah
Sehingga jika Anda memiliki total pengeluaran rutin Rp 5 juta setiap bulannya, itu berarti Anda harus menyiapkan 3-6 kali lipat dari pengeluaran rutin selama satu bulan tersebut, yaitu sejumlah minimal Rp15 juta hingga Rp30 juta.
2. Dana darurat ideal untuk yang berkeluarga
Untuk yang sudah berkeluarga dengan jumlah tanggungan dua orang anak, maka kisaran dana darurat menjadi dua kali lipatnya, yaitu sekitar 6-12 kali total pengeluaran rutin tiap bulannya. Nominalnya memang jauh lebih besar mengingat jumlah tanggungan yang beberapa kali lipat jumlahnya dari anggota keluarga yang ada.
Memang tidak mudah untuk menyisihkan sejumlah uang di tengah besarnya biaya hidup yang semakin tinggi, namun jika tidak dipaksakan dan sulit disiplin, maka ke depannya Anda akan mengalami kesulitan yang lebih dalam.
Jadi jangan ragu untuk segera menyiapkan dana darurat, sebagai langkah bijak menghadapi masa depan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Raffi Ahmad Borong 100 Ekor Kambing dari Fadil Jaidi, Siap untuk Kurban Tahun Ini
-
Sinopsis The WONDERfools, Drama Korea Terbaru yang Dibintangi Park Eun-bin dan Cha Eun Woo
-
KPop Demon Hunters Gelar Tur Dunia, Saksikan HUNTR/X di Dunia Nyata!
-
Film Pesta Babi tentang Apa? Tuai Kontroversi hingga Pembubaran Acara Nobar
-
BTS, Madonna hingga Shakira Resmi Guncang Halftime Show Final Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Cara Gadai TV di Pegadaian untuk Mendapatkan Dana Darurat Cepat
-
Apakah Bisa Gadai Smartwatch di Pegadaian untuk Dana Darurat?
-
7 Tanda Keuangan Sehat yang Wajib Disyukuri di Tengah Kenaikan Biaya Hidup
-
Gaji Pas-pasan? Ini Trik Kumpulkan Dana Darurat Tanpa Menyiksa Dompet
-
Seberapa Penting Dana Darurat? Simak Cara Mengumpulkannya Sesuai Gaji
Lifestyle
-
Bye Jerawat di Badan! 4 Acne Body Soap Lokal dengan Harga Mulai Rp24 Ribu
-
Gaya Lebih Menarik! 4 OOTD Athleisure ala Keonho CORTIS yang Patut Dilirik
-
4 Sunscreen Spray Aloe Vera dengan Efek Cooling, Praktis Dibawa Liburan!
-
iQOO 16: Monster Performa dengan Kamera Periskop 50MP dan Chip 2nm Terbaru
-
5 Skincare Rutin yang Tak Boleh Absen Meski Cuma di Rumah
Terkini
-
Ulasan The WONDERfools: Serial Komedi Aksi dengan Twist Y2K yang Inovatif!
-
Kentut Kosmopolitan: Catatan Nakal tentang Jakarta ala Seno Gumira Ajidarma
-
Keluar dari SM Entertainment, Ten NCT Resmi Luncurkan Label Baru 'illimnt'
-
Keris yang Tak Mau Dibuang
-
Dapur, Sumur, dan Kasur: Benarkah Peran Perempuan Hanya Sebatas Itu?