Banyak orang yang menekuni pekerjaan freelance. Entah karena memang adanya atau mereka merasa nyaman dengan pekerjaan tersebut, akhirnya sebagian orang memilih untuk bertahan menjadi seorang freelancer.
Setiap pilihan memang membawa risiko tersendiri bagi orang yang menjalani. Beberapa orang yang memilih menjadi freelancer juga memiliki risiko yang harus diterima dan dihadapi.
Namanya saja mencari uang. Sebesar apapun uang, kalau tidak disyukuri pasti akan tetap terasa kurang. Oleh sebab itu, kamu harus berusaha untuk mensyukuri apapun pekerjaanmu saat ini.
BACA JUGA: 5 Daftar Pekerjaan Freelance yang Paling Banyak Dicari, Tertarik Mencoba?
Berikut ini merupakan beberapa risiko menekuni pekerjaan freelance.
1. Tidak selalu ada pekerjaan
Risiko yang pertama adalah pekerjaannya tidak selalu ada. Arti dari freelance sendiri adalah pekerjaan tertentu yang dilakukan di waktu-waktu tertentu, pun untuk klien-klien tertentu.
Ketika sedang tidak ada klien yang membutuhkan bantuanmu, maka sementara waktu kamu tidak punya hal-hal yang bisa dilakukan dan mendapatkan uang.
2. Sering dikejar waktu
Jangan salah, sekalipun terkadang seorang freelance menganggur untuk sekian waktu ketika tidak ada kerjaan, ketika sedang banyak pekerjaan dia bisa menjadi sibuk dikejar pekerjaan. Sibuknya itu tidak cuma-cuma. Dia juga akan mendapatkan pendapatan yang banyak.
Sayangnya, seringkali karena telah terbiasa tidak bekerja maka dia akan merasa cukup sulit untuk mengimbangi pekerjaan yang banyak dan datang secara tiba-tiba. Namun demikian, profesi ini seringkali diminati karena penghasilan yang besar meskipun tidak bisa diharapkan setiap bulan.
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Aplikasi Freelance Terbaik, Cocok Buat Kerja Sampingan
3. Sering dikira pengangguran
Seorang freelance seringkali bernasib sama dengan seseorang yang bekerja dari rumah atau work on home. Hampir setiap orang menganggap bahwa bekerja adalah sebuah rutinitas yang dijalani dengan pergi dari rumah di pagi hari, dan pulang ke rumah di sore hari. Orang yang bekerja dari pagi hingga sore, barulah disebut sebagai seorang pekerja. Sisanya adalah seorang pengangguran.
Padahal di zaman seperti sekarang ini, banyak sekali cara-cara unik untuk mendapatkan uang meskipun tetap berada di dalam rumah. Teknologi dan internet benar-benar memudahkan segalanya. Hanya saja, tidak semua orang bisa memahami hal tersebut.
Oleh sebab itu, orang-orang yang bekerja sebagai freelance dan orang-orang yang bekerja dari rumah, seringkali dianggap sebagai pengangguran. Tak mengapa, sekalipun kamu dianggap sebagai seorang pengangguran, namun penghasilanmu bisa jauh lebih banyak dari orang-orang yang merendahkanmu.
Jadi, itu dia beberapa risiko menjadi pekerja freelance. Apakah kamu salah satunya?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Fenomena Mager di Pertengahan Ramadan, Ini 4 Penyebabnya!
-
5 Langkah Jitu agar Keuangan UMKM Tetap Sehat di Bulan Ramadan
-
5 Tips Ramadan Produktif ala Gen Z : Tetap Aktif Ibadah Maksimal!
-
Mau Tajir Mendadak? Ini 5 Bisnis Ramadan yang Selalu Laris Manis!
-
5 Strategi Keuangan di Bulan Ramadan yang Harus Kamu Kuasai
Artikel Terkait
-
Penyaluran KUR Pekerja Migran Pindah ke BP2MI: Ini Kata Menteri UMKM
-
Pekerja Indonesia Disarankan Tak ke Myanmar, Kamboja dan Thailand: Rawan TPPO!
-
Segel Kantor Penyalur PMI di Bekasi, Menteri Karding Ancam Cabut Izin PT MIA Selamanya, jika...
-
CEK FAKTA: Benarkah TNI Jemput Pekerja Migran dari Malaysia untuk Perang?
-
Profil John Prasetio, Dubes RI Era SBY dan Jokowi Jadi Komite Manajemen Risiko Danantara!
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?