Manusia modern menggunakan media sosial sebagai tempat bertukar informasi dan menjalin pertemanan. Di samping jalinan pertemanan tak jarang timbul juga permusuhan. Tak berhenti sampai lempar olok-olokan, terkadang timbul tindakan doxxing pada lawan.
Dikutip dari laman Cybersmile, doxxing adalah publikasi informasi pribadi mengenai seseorang di internet yang dikumpulkan secara sembunyi-sembunyi. Kata doxxing merujuk dari kata "document" yang kemudian disingkat menjadi "dox". Perilaku doxxing muncul sebagai cara balas dendam dari tahun 1990-an.
BACA JUGA: Tampil Elegan, Ini 4 Tips Membangun Personal Grooming yang Baik!
Tindakan doxxing mempunyai efek buruk pada korbannya. Berikut 3 akibat negatif yang diterima oleh korban doxxing:
1. Identitas diri yang tercemar
Data diri yang tersebar tanpa izin di internet mempunyai potensi untuk disalahgunakan oleh orang-orang tak bertanggung jawab di luar sana. Motif-motif kejahatan lain semakin melebar karena orang-orang tak dikenal seakan mempunyai kuasa untuk memanfaatkan data korban begitu saja.
Cibiran yang datang silih berganti mempengaruhi citra diri dari korban yang sebelumnya tidak memiliki julukan apapun di media sosial.
BACA JUGA: Mau Tetap Bahagia Disaat Sulit? Coba Lakukan 7 Kebiasaan Ini!
2. Potensi terjadinya cyber-bullying
Ketika identitas seseorang terkena doxxing di media sosial maka ia rentan terkena cyber bullying. Korban rawan terekspos oleh ejekan-ejekan tak bertanggung jawab oleh netizen.
Tak hanya itu instansi atau tempat yang menaungi korban bersekolah atau bekerja juga menjadi sasaran amukan warganet. Seluruh aspek di kehidupannya terancam sebab identitas pribadinya dapat diakses oleh siapa saja.
BACA JUGA: 4 Tips Belanja Hemat dan Cerdas saat Hari Raya, Jangan Gunakan Paylater!
3. Diliputi rasa cemas dan depresi
Selain dua akibat membahayakan di atas, doxxing dapat mempengaruhi keadaan mental korban yang dibombardir kanan dan kiri akibat dari tersebarnya data pribadi adalah bahaya cemas dan depresi. Ketakutan bahwa data pribadinya rentan dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab menghantui.
Perasaan cemas dan tak nyaman yang membebani ulah doxxing bisa jadi tumbuh mengarah pada gangguan depresi. Jika sudah terlihat tanda-tanda yang menyebabkan korban semakin panik dan cemas maka disarankan bagi kerabat di sekitar korban untuk membawanya pada tenaga kesehatan profesional untuk ditindak lebih lanjut.
Dampak membahayakan yang berimbas kepada korban doxxing hendaknya dijadikan pelajaran untuk menyelesaikan konflik dengan mencari solusi yang pantas bukan malah berubah jadi ajang benci.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
4 Kiat Kerja Kelompok dengan Efektif, Anti-Ribet dan Drama!
-
4 Rekomendasi Drakor Dibintangi Park Hae Jin, Terbaru Ada The Killing Vote
-
4 Film dan Drama yang dibintangi oleh Ahn Jae Hong, Terbaru Ada Mask Girl
-
4 Rekomendasi Drama Korea yang Angkat Kisah Vampir, Tidak Selalu Seram!
-
Ungkap Sisi Gelap, Ini 4 Rekomendasi Drama Korea dengan Tema Pendidikan
Artikel Terkait
-
Venna Melinda Dituding Ngaku-ngaku Jadi Korban KDRT Ferry Irawan demi Nyaleg: Ketawa Aja ya
-
Bisa Menyebabkan Kanker, Berikut Lima Bahaya Makan Gorengan Saat Buka Puasa
-
Kelewat Baper? Awas 5 Bahaya Mencintai Tokoh Fiksi secara Berlebihan!
-
Dua Penipu Kuras Ratusan Juta dari Korban, Modus Janjikan Masuk Anggota TNI/Polri
-
Impian David Terkabul Pegang Kumis Adam Suseno, Begini Momennya
Lifestyle
-
Senjata Pamungkas Samsung? Galaxy Z Trifold Bawa Layar Lipat Tiga
-
4 Padu Padan OOTD Warna Monokrom ala Lee Jae Wook, Buat Gaya Lebih Menawan!
-
Realme C83 5G Resmi Rilis dengan 'Titan Battery' 7000 mAh Harga 2 Jutaan
-
Siap Meluncur! OPPO K14 5G Jadi Jagoan Baru dengan Baterai Badak 7000 mAh
-
Mudik Tanpa Internet? Ini Cara Pakai Google Maps Offline agar Bisa Navigasi
Terkini
-
Pakai Baju Adat Jawa ke Sekolah, Siswa SMAN 4 Yogyakarta Bangga Kenakan Gagrak
-
Belajar dari Krisis 1997: Ketika Rupiah Pernah Terpuruk dan Bangkit Kembali
-
4 Juara Dunia F1 Belum Cukup, Max Verstappen Incar Nurburgring 24 Jam
-
Nobar Pelangi di Mars, Yoursay Kumpulkan 250 Anggota Komunitas Parenting Yogyakarta
-
Novel Boulevard of Wedding Dreams: Cara Memaknai Cinta setelah Patah Hati