Seorang mahasiswa bisa mendapatkan dosen dengan latar belakang yang berbeda-beda dan itu mempengaruhi nasibnya di perkuliahan. Jika mendapat dosen yang sudah tua dan "gaptek", akan sulit untuk mendapatkan beberapa solusi masalah seperti saat perkuliahan online. Mereka tidak begitu paham dengan teknologi yang berkembang sekarang dan bahkan ada yang tidak peduli untuk mau mempelajari penggunaan teknologi tersebut. Berbeda dengan dosen muda yang rata-rata berasal dari generasi milenial yang sudah mengenal teknologi.
Mahasiswa yang mendapat dosen muda tentunya menjadi impian banyak mahasiswa yang lain karena dosen muda biasanya lebih santai, fleksibel, dan tidak kaku seperti dosen yang sudah tua. Untuk itu, mahasiswa juga tidak akan menyia-nyiakan untuk membangun relasi dengan dosen muda. Tetapi, yang paling terpenting adalah bukan demi nilai, tapi untuk kepentingan perkembangan karir mahasiswa itu sendiri karena nilai bisa menyesuaikan usaha mahasiswanya. Dalam pembahasan kali ini, saya akan membagikan wawasan mengenai alasan mahasiswa harus bisa menjaga relasi dengan dosen muda. Mari simak pembahasannya.
1. Gaya mengajar yang dinamis dan adaptif
Dosen muda memiliki gaya mengajar yang berkarakter dan itu dinamis serta adaptif menyesuaikan kondisi perkembangan teknologi. Mereka akan mencari strategi terbaik untuk mendapatkan metode mengajar supaya mahasiswa bisa mudah menyerap materi perkuliahan. Bagi mahasiswa, ini tentu menguntungkan karena materi yang dibawakan mau itu sulit juga tetap mudah dipahami secara perlahan selama dosen menemukan metode belajar yang menyesuaikan kebutuhan mahasiswa sekarang.
2. Mudah diajak nongkrong bareng
Dosen muda juga ada yang merasa bahwa mereka perlu berbaur dengan mahasiswa untuk mengamati perilaku mahasiswa di zaman sekarang. Selain itu, mereka dulunya juga mahasiswa yang merasakan pengalaman yang kurang lebih sama juga dengan mahasiswa yang sedang diajarnya.
Jadi, mereka juga pasti mau diajak nongkrong dengan mahasiswa untuk menjadi teman mengobrol. Tentunya ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapat wawasan lebih luas serta mengetahui trik atau tips semacamnya dari dosen yang bisa membantumu mencari langkah baru untuk karir perkuliahanmu.
3. Menunjukkan perhatian lebih untuk karir mahasiswa
Dosen muda biasanya memiliki rasa empati dan kepedulian yang tinggi dengan mahasiswa. Mereka akan banyak berbagi informasi dan pengalaman mereka ketika menemukan waktu untuk mengobrol santai dengan mahasiswa. Maka, kamu sebagai mahasiswa harus bisa mencari momen yang tepat untuk konsul dengan dosen muda.
Carilah aktivitas pengembangan karir mahasiwa seperti magang, pertukaran mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat dan lain sebagainya yang bisa menarik perhatian dosen muda. Mereka akan siap menjadi mentormu yang fokus kepadamu untuk membantu mahasiswa mencari jati diri sebagai persiapan dunia kerja.
Semoga wawasan di atas bisa memberikan insight baru bagimu yang juga adalah mahasiswa yang sedang berjuang sekarang. Saya sangat menganjurkan kamu untuk membangun relasi dengan dosen muda karena banyak manfaat yang bisa didapatkan.
Baca Juga
-
Bahasa Baru Politik Gen Z: Menilik Fenomena Viralitas Meme dan Satir di Media Sosial
-
Harapan di Penghujung 2025: Kekecewaan Kolektif dan Ruang Refleksi Pribadi
-
Komunitas Seni sebagai Terapi Kota: Ketika Musik Menjadi Ruang Kelegaan
-
Penggusuran Digital: Saat Kelompok Rentan Hilang dari Narasi Publik
-
Penjarahan yang Membunuh Pesan: Apa Kabar Demokrasi Jalanan?
Artikel Terkait
-
5 Kesalahan yang Kerap Dilakukan oleh Mahasiswa Baru
-
Bintang Film Mantap-Mantap Mia Khalifa Diundang Jadi Dosen Tamu di Oxford University, Netizen: Belajar Langsung dari Sumbernya
-
Prilly Latuconsina Disebut Mirip Dosen karena Pakai Blazer dan Rok Mini, Netizen Berebut Mau Jadi Mahasiswanya
-
Pendaftaran Program Barista Resmi Dibuka, Berikut Ini Syarat Pendaftarannya
-
4 Tips Membangun Relasi Bagi Kamu yang Ingin Kuliah Merantau
Lifestyle
-
4 OOTD Versatile ala Woochan ALLDAY PROJECT, Kasual ke Mid Formal Style
-
Performa Laptop Turun? 5 RAM DDR5 Ini Bisa Jadi Penyelamat
-
Akhir dari Sebuah Era: Setelah 35 Tahun, Doraemon Pamit dari Layar Kaca RCTI
-
4 Pelembap Gel-Cream Lokal untuk Kulit Kombinasi dan Perbaiki Skin Barrier
-
Tablet Makin Gahar! Ini 6 Pilihan Terbaik untuk Multitasking 2026
Terkini
-
Bertemu Kembali dengan Adrian dan Pocong Tinggi di Dekat Pemakaman
-
3 Alasan Wajib Nonton Honour, Drakor Thriller Hukum Adaptasi Serial Populer Swedia
-
Dongeng untuk Mawar
-
Sejak Kapan Gaji Minimum Jadi Benefit? Potret Buram Dunia Kerja Kita
-
Saat Bertahan Sendiri Dijadikan Standar Kedewasaan: Apa Arti Mandiri?