Basa-basi di Indonesia memang sudah sangat melekat dan menjadi semacam budaya. Namun, terkadang basa-basi tersebut mengarah terlalu jauh dan membuat lawan bicara menjadi kepikiran.
Salah satu basa-basi umum yang sering terlontar adalah basa-basi ketika ada teman atau saudara yang hendak bepergian. Saat mereka berpamitan, pasti ada saja yang nyeletuk, "Jangan lupa oleh-olehnya!"
Meski hanya berniat basa-basi, satu kalimat sederhana tersebut bisa terpatri di hati seseorang sedemikian dalamnya, lho. Orang yang tadinya hanya mau berpamitan jadinya merasa ada beban berat di pundak.
Sudah saatnya masyarakat menghentikan kebiasaan minta oleh-oleh kepada orang yang hendak bepergian. Selain merepotkan, inilah alasan mengapa kita harus menghentikan kebiasaan minta oleh-oleh.
1. Menambah beban barang bawaan
Jika seseorang bepergian naik pesawat, biasanya ada batasan untuk membawa koper dan barang bawaan. Jika lebih dari batasan tersebut, maka harus membayar biaya tambahan agar bagasi dapat diangkut. Sangat merepotkan apabila membeli oleh-oleh dalam jumlah banyak, karena otomatis barang bawaan akan bertambah banyak pula.
2. Menambah pengeluaran
Kita tidak tahu kondisi finansial seseorang secara pasti. Bisa jadi, orang yang diminta membeli oleh-oleh tersebut budget-nya hanya cukup untuk membayar tiket perjalanan dan biaya hidup selama bepergian ke suatu tempat.
Membeli oleh-oleh tentu akan menambah pengeluaran yang tidak sedikit. Hal itu hanya akan membebani mereka. Biarlah mereka menikmati liburannya dengan tenang.
3. Memakan banyak waktu
Membeli dan memilih oleh-oleh bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Seseorang harus meluangkan waktu setidaknya beberapa jam untuk menuju ke toko oleh-oleh dan memilih dengan cermat sesuai budget. Sekali lagi, membeli oleh-oleh itu butuh effort yang tidak main-main.
Tanpa diminta pun, saya rasa sebagian besar orang yang berlibur atau bepergian pasti sudah memasukkan list beli oleh-oleh untuk rekan dan kolega mereka. Namun, rasanya tetap berbeda, membelikan secara sukarela dan membelikan karena diminta atas dasar "cuma basa-basi".
Mulai sekarang, gantilah kalimat "Jangan lupa oleh-olehnya!", dengan "Hati-hati, semoga perjalananmu menyenangkan!". Dijamin, temanmu akan membawakan oleh-oleh tanpa diminta.
Baca Juga
-
Ria Ricis Sebut Karhutla Wahana Kidzania: Etika Menguap Demi Konten?
-
Ulasan Dear Hyeri: Saat Kepribadian Ganda Jadi Pelarian dari Realita
-
Jebakan Politik Belas Kasihan: Mengapa Orang Mudah Menangisi Pejabat?
-
BPS Catat Ekonomi Tumbuh 5,47%: Mengapa Dapur Rakyat Justru Makin Tercekik?
-
Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah
Artikel Terkait
-
Gunawan Dwi Cahyo Klarifikasi, Akui Salah dan Jalan dengan Perempuan Lain: Aku Bikin Hancur Keluargaku
-
Liburan ke Eropa Bareng Nikita Mirzani, Harga Outfit Fuji Saat Berangkat Bikin Minder
-
Syok Dikasih Kado Uang Rp100 Juta, Fuji Nego Hadiahnya Cukup Diganti Liburan ke Eropa
-
Dekat dan Hemat, Yuk Liburan ke Jolotundo Glamping dan Edupark Nganjuk!
Lifestyle
-
Bukan Cuma Melindungi, 4 Dark Spot Sunscreen yang Bikin Warna Kulit Merata
-
Bebas Kering! 5 Rekomendasi Body Lotion Shea Butter yang Nyaman di Kulit
-
Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan
-
Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan
-
Pengalaman Mencoba New BIONS by BNI Sekuritas
Terkini
-
Penuh Kehangatan, Mark Lee Ungkap Arti Kebahagiaan Sejati di Lagu Happiest
-
The Enchanted Garden 2: Petualangan Seru Menyelamatkan Kebun Ajaib!
-
Belajar dari Ubud, I Made Gunarta Dorong Ekosistem Wellness di JCWF 2026
-
Ria Ricis Sebut Karhutla Wahana Kidzania: Etika Menguap Demi Konten?
-
Ulasan Dear Hyeri: Saat Kepribadian Ganda Jadi Pelarian dari Realita