Siapa ne yang masih bergelut dengan bekas jerawat kehitaman atau PIH (post-inflammatory hyperpigmentation) yang tak kunjung memudar. Jika kamu salah satunya coba gunakan secara rutin penggunaan skincare salah satunya bentuk serum mengandung Arbutin.
Pasalnya kandungan pencerah ini bekerja dengan efektif untuk mencerahkan tanpa membuat kulit iritasi, meratakan warna kulit, memudarkan bekas jerawat kehitaman, serta dapat melindungi kulitmu dari paparan sinar matahari.
Kini, sudah banyak beredar serum lokal mengandung Arbutin dengan harga di bawah Rp59 ribu aja. Meskipun harganya terjangkau namun hasilnya sangat signifikan untuk menjadikan wajahmu lebih cerah bebas bekas jerawat membandel. Berikut ini tiga rekomendasinya.
1. Scora 3% Arbutin Serum (Rp47 Ribu)
Pilihan serum dari lokal yang memiliki kandungan utamanya Arbutin dengan harga Rp47 ribu untuk ukuran 20 ml datang dari Scora 3% Arbutin Serum.
Pasalnya serum ini tidak hanya mengandung 3% Arbutin, namun juga memiliki tiga bahan pencerah lainnya seperti 4% Niacinamide, 3% Tranexamic Acid, dan 0,5% Cywhite.
Kombinasi kandungan tersebut bekerja lebih cepat untuk membantu menyamarkan bekas jerawat kehitaman dengan menghambat pembentukan pigmen pada wajahmu, sehingga menjadikan kulit lebih cerah secara menyeluruh. Serum ini juga aman dipakaikan untuk pemilik kulit sensitif.
2. Azarine Radiant Luminous Serum (Rp49 Ribu)
Berikutnya direkomendasikan dari Azarine Radiant Luminous Serum. Harganya dijual cuma Rp49 ribu untuk ukuran 20 ml.
Meskipun harganya lumayan murah namun kualitasnya tidak kalah dengan serum mahal. Serum ini juga mampu mencerahkan warna kulit yang tampak kusam, memudarkan noda bekas jerawat, mengurangi tanda penuaan, melindungi kulit terhadap sinar matahari, dan memiliki sifat eksfoliasi ringan untuk membunuh bakteri penyebab jerawat.
Berkat di dalam serum ini memasukkan ingredients 2% Arbutin, Chromabright TM, Sakura, dan Fermented Honey.
3. Glowsophy Pineapple Triple-C Glow and Bright (Rp59 Ribu)
Terakhir, buat kamu mencari serum lokal mengandung Arbutin dengan harga ekonomis cuma Rp59 ribu untuk ukuran 30 ml disarankan dari Glowsophy Pineapple Triple-C Glow and Bright Serum.
Pasalnya serum tidak hanya mengandung 3% Arbutin, namun juga dilengkapi ekstrak 7% buah Nanas, 2,5% Hyaluronic Acid, dan Vitamin E. Bermanfaat untuk meratakan warna kulit secara merata, mengurangi keriput, memudarkan bekas PIH, memberikan efek melembabkan, sekaligus menenangkan kulit berjerawat.
Itulah tiga serum lokal berbahan utamanya Arbutin ampuh atasi bekas jerawat hitam dengan harga terjangkau. Mana ne yang jadi favoritmu?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Rilis Poster Baru, Ini Peran Yook Sungjae dan Bona di The Haunted Palace
-
Bertema Okultisme, 3 Karakter Pemeran Utama Film Holy Night: Demon Hunters
-
Rilis Foto Pembacaan Naskah, Ini 5 Pemeran Drama Labor Attorney Noh Moo Jin
-
Resmi Tamat, 3 Pemain Undercover High School Ungkapkan Rasa Terima Kasih
Artikel Terkait
-
Ritual Mandi Skincare: Pilih Sabun dengan Kandungan yang Menutrisi Kulit
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
5 Serum Vitamin C dengan Formula Stabil, Cerahkan Kulit Tanpa Iritasi!
-
4 Rekomendasi Facial Wash Beras untuk Kulit Lebih Halus dan Bercahaya
-
Kontroversi PT Avo Innovation Technology PHK Karyawan Mendadak, Caranya Eksekusi Disorot
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?