Sekar Anindyah Lamase | Nugraha Nugraha
Advan Macha (advan)
Nugraha Nugraha

Nama Advan mungkin sempat terdengar redup di pasar smartphone Indonesia, tetapi comeback mereka di beberapa waktu terakhir terasa semakin serius. Setelah merilis Advan X1 sebagai pemanasan, kini Advan Macha hadir sebagai model yang diposisikan lebih tinggi.

Menariknya, ini bukan sekadar upgrade minor. Advan Macha langsung membawa konektivitas 5G, layar AMOLED 120 Hz, chipset MediaTek generasi baru, hingga sistem operasi berbasis Android 15. Di harga mendekati Rp3 jutaan, kombinasi ini jelas bikin banyak orang penasaran.

Nama “Macha” sendiri diambil dari teh hijau khas Jepang yang identik dengan energi dan fokus. Advan juga menyematkan makna lain berupa singkatan Masterpiece of Aesthetics, Clarity, and High Accuracy. Klaimnya terdengar ambisius, tapi setidaknya dari spesifikasi awal, Advan memang terlihat cukup berani.

Hal pertama yang langsung terasa saat menggenggam Advan Macha adalah bodinya yang ramping. Dengan ketebalan sekitar 7,3 mm dan bobot hanya 177 gram, HP ini tergolong tipis dan ringan untuk ukuran smartphone modern. Desainnya mengusung konsep serba flat, baik di layar, frame, maupun bagian belakang. Meski begitu, pertemuan antara frame dan layar dibuat sedikit melengkung sehingga tetap nyaman di tangan dan tidak terasa tajam.

Material frame memang masih polikarbonat, wajar untuk kelas harga ini. Namun secara visual, Advan Macha tampil minimalis dan cukup elegan.

Sayangnya, pilihan warna saat ini baru tersedia hitam saja. Padahal, banyak yang berharap hadirnya warna hijau khas matcha agar identitas produknya terasa lebih kuat.

Di sektor layar, Advan Macha justru tampil cukup meyakinkan. Panel AMOLED 6,67 inci beresolusi Full HD+ ini sudah mendukung refresh rate hingga 120 Hz. Pengguna bisa memilih mode adaptif 60–120 Hz atau menguncinya di 90 Hz, meski sayangnya mode 90 Hz tidak bersifat dinamis.

Tingkat kecerahan layarnya juga tergolong tinggi. Untuk penggunaan indoor, brightness bisa menembus kisaran 500 nits, sementara di simulasi outdoor mampu mendekati 875 nits.

Artinya, layar masih nyaman dipakai di luar ruangan. Reproduksi warnanya cenderung sangat vivid, dengan cakupan warna mendekati 100% DCI-P3. Untuk konsumsi konten, tampilannya terlihat punchy dan memanjakan mata, meski untuk keperluan editing warna yang presisi, karakter layar ini terasa sedikit terlalu jenuh.

Advan Macha menjadi salah satu HP pertama yang menggunakan MediaTek Dimensity 7060. Chipset 6 nm ini dipadukan dengan RAM 8 GB LPDDR5 dan storage 256 GB UFS 3.1, kombinasi yang terbilang jarang di kelas harga Rp3 jutaan. Untuk aktivitas sehari-hari seperti multitasking, browsing, media sosial, hingga streaming, performanya terasa lancar dan stabil.

Untuk gaming, hasilnya cukup realistis. Game ringan dan menengah berjalan tanpa kendala berarti. Mobile Legends stabil di 60 FPS, sementara PUBG Mobile masih terbatas di 40 FPS.

Genshin Impact di setting terendah mampu bertahan di kisaran 30–40 FPS. Ini bukan HP gaming, tapi masih cukup layak untuk main santai. Suhu memang bisa naik di sesi panjang, terutama di area dekat modul kamera, namun masih dalam batas aman.

Di sektor kamera, Advan Macha dibekali kamera utama 50 MP Sony IMX752. Untuk fotografi di kondisi cahaya cukup, hasilnya tergolong memadai dengan detail yang cukup baik. Mode Pro bahkan tersedia, termasuk Pro Video, fitur yang jarang ditemui di kelas ini.

Namun, kualitas video masih menjadi catatan. Stabilisasi belum optimal, terutama di kondisi low light. Kamera selfie 8 MP juga masih sebatas cukup untuk video call dan vlogging ringan, tanpa keunggulan khusus.

Baterai 5000 mAh pada Advan Macha mampu bertahan seharian untuk pemakaian normal. Pengujian pemutaran video offline mencapai lebih dari 16 jam. Charging 33W mengisi penuh dalam waktu sekitar 1,5 jam, bukan yang tercepat, tapi masih tergolong wajar.

Yang menarik justru kelengkapan fiturnya. Dual speaker, NFC, infrared blaster, FM radio, in-display fingerprint, Always On Display tanpa batas waktu, hingga fitur AI bawaan hadir lengkap. Sistem operasinya berbasis Android 15 dan yang paling penting, bebas bloatware serta iklan.

Dengan harga sekitar Rp2.999.000, Advan Macha bukan smartphone yang sempurna, tetapi jelas menawarkan value yang berani. Desainnya tipis dan ringan, layarnya AMOLED 120 Hz dengan brightness tinggi, fitur lengkap, serta sistem yang bersih.

Performa dan kamera memang masih standar untuk kelasnya, namun secara keseluruhan, Advan Macha menunjukkan bahwa brand lokal masih bisa bersaing dengan pendekatan yang tepat. Bukan yang paling mencolok, tapi jelas tidak bisa dipandang sebelah mata.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS