Hayuning Ratri Hapsari | Nugraha Nugraha
POCO F8 Ultra (xiaomi)
Nugraha Nugraha

POCO selama ini dikenal sebagai merek yang gemar bermain aman dengan satu rumus klasik: performa sekencang mungkin, harga ditekan, sementara sektor lain sering dijadikan kompromi. Kamera cukup ada, desain yang standar, dan audio sekadar fungsional.

Namun pola itu berubah cukup drastis lewat kehadiran POCO F8 Ultra. Ini bukan lagi POCO yang “jualan chipset”, melainkan POCO yang mencoba naik kelas menjadi flagship all-rounder, bahkan jika harus meninggalkan label murah yang selama ini melekat.

POCO F8 Ultra hadir sebagai model tertinggi di lini F Series, dan dari namanya saja sudah jelas posisinya, Ultra berarti tidak ada lagi setengah-setengah. Bukan cuma soal performa, tapi juga soal layar, audio, kamera, baterai, dan build quality.

Begitu pertama kali digenggam, POCO F8 Ultra langsung memberi kesan berbeda dari POCO generasi sebelumnya. Bodinya besar dengan layar 6,9 inci, namun terasa solid dan dingin di tangan.

Bagian belakang menggunakan material fiber glass dengan finishing matte, bukan kaca glossy yang mudah meninggalkan sidik jari. Selain terasa lebih adem, material ini juga membuat HP terlihat lebih rapi dan premium.

Frame-nya dibuat dengan lengkungan mikro, bukan flat agresif, sehingga tetap nyaman meski digunakan lama. Bobotnya memang naik ke kisaran 220 gram, tapi distribusi beratnya terasa merata.

Modul kamera yang besar tidak membuat HP terasa berat sebelah, dan ini penting untuk pemakaian jangka panjang, terutama gaming atau konsumsi multimedia.

Di bagian depan, POCO F8 Ultra mengusung layar AMOLED 6,9 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate 120 Hz. Bezelnya tipis dan simetris, membuat tampilan depan terlihat bersih dan modern.

Dukungan Dolby Vision dan HDR10+ hadir, dengan peak brightness yang diklaim mencapai 3.500 nits, sehingga visibilitas di luar ruangan sangat baik.

Memang, panel ini masih LTPS dan belum LTPO, sehingga refresh rate tidak bisa turun ke 1 Hz. Namun dalam penggunaan sehari-hari, kualitas visualnya tetap memuaskan. Warna tajam, kontras kuat, dan detail sangat rapat, sampai-sampai sensasinya seperti membawa TV kecil di dalam kantong.

Komprominya jelas ada di ukuran. Layar sebesar ini membuat POCO F8 Ultra tidak ramah untuk penggunaan satu tangan, dan terasa cukup bongsor saat dimasukkan ke saku.

Salah satu kejutan terbesar dari POCO F8 Ultra justru datang dari sektor audio. POCO membekali HP ini dengan sistem tiga speaker, dua speaker stereo untuk treble dan vokal, serta satu woofer besar di bagian belakang dekat modul kamera. Ini bukan sekadar klaim marketing.

Hasilnya adalah suara yang bukan hanya kencang, tapi juga tebal dan bertenaga. Bass-nya terasa “hidup”, terutama saat bermain game atau menonton film tanpa TWS. Untuk gaming, ini bisa dibilang salah satu HP dengan pengalaman audio terbaik di kelas flagship saat ini.

Ada efek sampingnya, tentu saja. Getaran woofer bisa terasa saat volume tinggi, bahkan sampai ke paha ketika HP disimpan di saku. Namun menariknya, bodi tetap solid dan tidak terasa ringkih.

Dapur pacu menjadi area yang sejak awal sudah dipastikan kuat. Snapdragon 8 Elite Gen 5 dipadukan dengan RAM dan storage kencang, menghasilkan skor AnTuTu mendekati 4 juta poin. Dalam penggunaan nyata, performanya tidak hanya cepat, tapi juga stabil.

Mobile Legends berjalan di 120 FPS hampir tanpa drop, PUBG Mobile bisa di-setting smooth extreme 120 FPS, dan Genshin Impact di setting tertinggi tetap konsisten di kisaran 59–60 FPS. Setelah sesi bermain panjang, suhu memang naik, namun masih di level wajar untuk kelas performa ini.

Fitur tambahan seperti Vision Boost untuk frame interpolation, Super Resolution untuk upscale grafis, dan Link Boost 3.0 untuk kestabilan jaringan membuat POCO F8 Ultra sangat serius menyasar gamer.

Dengan kapasitas 6.500 mAh, POCO F8 Ultra termasuk HP flagship dengan baterai besar. Yang menarik, konsumsi dayanya ternyata sangat efisien. Gaming 30 menit hanya menghabiskan 5–9%, sementara streaming video bisa di bawah 2% per 30 menit.

Pengisian daya juga tidak kalah serius. Fast charging 100W diklaim mampu mengisi penuh di bawah satu jam, ditambah wireless charging 50W dan reverse charging 22,5W. Ini menjadikannya fleksibel untuk berbagai skenario penggunaan.

POCO F8 Ultra membawa kamera utama 50 MP dengan sensor Light Fusion 950 berukuran 1/1,3 inci, sensor yang biasanya dipakai flagship mahal. Hasil fotonya tajam, dynamic range luas, dan warna khas Xiaomi yang punchy tapi tetap enak dilihat.

Kamera telefoto periskop 5x menjadi nilai jual kuat. Bahkan di 10x zoom digital, detail masih cukup terjaga. Ultrawide memang bukan yang terbaik, terutama di low light, tapi masih konsisten secara warna.

Untuk video, perekaman 4K 60 fps stabil di semua lensa utama, sementara 8K tersedia untuk kebutuhan khusus.

POCO F8 Ultra bukan lagi POCO yang kita kenal dulu. Ini adalah POCO yang berani keluar dari zona nyaman, meninggalkan citra “murah tapi kencang”, dan masuk ke wilayah flagship serius.

Jika kamu mencari HP dengan performa ekstrem, layar besar, audio terbaik di kelasnya, baterai awet, dan kamera yang akhirnya bisa diandalkan, POCO F8 Ultra adalah salah satu flagship paling menarik saat ini.