Kejutan yang dihadirkan pasangan muda Indonesia, Raymond/Joaquin di ajang All England 2026 ternyata belum berhenti. Di babak 16 besar, pasangan muda ini memberikan kekalahan ketiga kalinya pada senior mereka, Fajar/Fikri. Meski sempat kalah telak di gim pertama, mereka mampu bangkit dan meraih kemenangan.
Kejutan kedua terjadi lagi pagi dini hari tadi, Sabtu (7/3). Bertempat di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, mereka mengandaskan ganda terkuat China, Liang Weng Keng/Wang Chang dalam 2 gim langsung, 21-17 dan 21-12.
Kemenangan ini jelas sangat spektakuler dilihat dari sisi mana pun. Liang Weng Keng/Wang Chang yang kini menduduki peringkat ke-3 ranking BWF dibuat pontang-panting. Pasangan China ini dibuat pontang-panting dengan serangan dan gaya bertahan Raymond/Joaquin. Walhasil mereka harus kalah dengan straight game, sebuah situasi yang jelas di luar dugaan mereka.
Hebatnya kemenangan ini juga disebabkan ajang All England merupakan ajang yang pertama kali diikuti pasangan muda ini. Pasca menjuarai Australia Open 2025, keduanya mulai menunjukkan performa positif di beberapa ajang, termasuk di All England 2026 yang menyajikan persaingan sengit mengingat level super 1.000 yang diemban turnamen bulu tangkis tertua di dunia ini.
"Tidak menyangka bisa lolos hingga semifinal, tapi kami mau membuktikan pada semua yang meragukan kami bahwa kami bisa dan mohon doa dan dukungan untuk besok," ungkap Joaquin setelah pertandingan.
Ucapan Joaquin tentang pihak yang meragukan kemampuan mereka sangat masuk akal, sebab pasangan ini terhitung masih anak bawang di ajang bulu tangkis dunia. Gelar yang diraih saat terjun di Australia Open 2025 belum dianggap sebagai bukti mengingat turnamen tersebut digelar di akhir musim.
Bahkan Herry IP, mantan pelatih tim bulu tangkis Indonesia yang kini menangani Malaysia memandang prestasi Raymond/Joaquin belum seberapa. Tanggapan ini disampaikan setelah anak asuhnya dikalahkan pasangan muda ini di Australia Open 2025.
Ajang All England 2026 ternyata menjadi bukti konsistensi mereka sejak babak pertama. Pengalaman yang ingin mereka timba justru menjadi batu ujian bagi mereka, buktinya mereka mampu melaju hingga babak semifinal.
Saat mereka mengalahkan Fajar/Fikri di babak 16 besar, mental bertanding mereka sudah terlihat. Sempat tertinggal di gim pertama dengan skor telak, ternyata justru mereka mampu membalik keadaan. Pemahaman strategi dan konsistensi dalam bermain membuat Fajar/Fikri harus mengaku kalah.
Berhadapan dengan unggulan ke-3 ajang All England 2026 sekaligus pemegang peringkat ke-3 BWF ini ternyata tidak membuat keduanya gentar. Keduanya tetap bermain sesuai pola dan strategi yang diberikan pelatih selama pertandingan.
"Kami tadi lebih percaya pada diri sendiri dan menjalankan instruksi pelatih untuk lebih banyak mencari dan melakukan serangan," ungkap Raymond.
Hasil dari semua itu, mereka bermain nothing to lose, benar-benar lepas. Justru Liang Weng Keng/Wang Chang yang tampak terbebani. Jam terbang dan peringkat mereka tampaknya menjadi salah satu penyebabnya. Mereka yang seharusnya mengendalikan permainan, justru didikte oleh Raymond/Joaquin.
Di gim pertama saja mereka harus ketinggalan 6-11 saat interval gim pertama. Memang setelah interval gim pertama mereka mampu memepet di skor 15-17. Namun Raymond/Joaquin tidak membiarkan poin mereka berkembang dan menghabisi pasangan China tersebut di skor 21-17.
Situasi gim kedua berubah drastis. Faktor mental yang tampaknya dialami pasangan China ini membuat mereka tertinggal sangat jauh, 9-18. Dan lagi-lagi Raymond/Joaquin tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Pasangan muda Indonesia ini menyegel gim kedua dengan skor cukup telak, 21-12.
Memasuki babak semifinal, konsistensi Raymond/Joaquin akan menghadapi ujian lebih berat. Pasalnya, mereka dihadang pasangan nomor 1 dunia dan paling konsisten selama ini, Kim Won Ho/Seo Seung Je. Jika Raymond/Joaquin mampu mengalahkan pasangan Korea ini maka sebutan sebagai Sang Pembunuh Raksasa layak disematkan.
Baca Juga
-
Jelang Jamu Persik Kediri, Bojan Hodak Dipusingkan dengan Masalah Ini!
-
Lolos ke Babak 8 Besar Putri KW Harus Jalani Laga Berat Hadapi An Se Young
-
Hadapi Raymond/Joaquin Lagi, Kesempatan Fajar/Fikri Balas 2 Kekalahan Lalu
-
Gegara Gol Telat Borneo FC, Persija Gagal Pepet Persib di Puncak Klasemen
-
Timnas Futsal Indonesia Tutup 2025 dengan Catatan Gemilang, Raih 2 Gelar
Artikel Terkait
-
All England 2026: Resep Raymond/Joaquin Jelang Lawan Ranking 3 Dunia: Makan Enak dan Tidur Nyenyak!
-
Lolos ke Babak 8 Besar Putri KW Harus Jalani Laga Berat Hadapi An Se Young
-
All England 2026: 6 Wakil Indonesia Kunci Tiket ke Perempat Final
-
All England 2026: Ana/Trias Lolos ke Perempat Final, Ungkap Rahasia Kalahkan Ganda Jepang
-
All England 2026: Raymond/Joaquin Singkirkan Fajar/Fikri, Perubahan Strategi yang Berhasil
Hobi
-
Jadwal MotoGP Jerez 2026: Usai Libur Panjang, Tim Mana yang akan Bersinar?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Marc Marquez Tunda Perpanjangan Kontrak, Ducati Sudah Cari Pengganti?
-
Mulai Menjauh, Fabio Quartararo Sudah Tak Aktif Kembangkan Motor Yamaha
-
Angkot Praz Teguh Disulap Gofar, Jadi Show Car yang Curi Perhatian di IMX
Terkini
-
Drama The Judge Returns: Penyesalan, Waktu, dan Harga dari Sebuah Keputusan
-
Dari Surat Kartini ke Story Instagram: Cara Gen Z Menyuarakan Emansipasi
-
Meresapi Kehidupan Lewat Kisah Sederhana dalam Buku Menjemput Pelangi
-
Saat Alwijo "Memasak" Judul Wattpad Abal-abal: Layak Dapat Nobel atau Cuma Viral?
-
Di Balik Surat Kartini: Jeritan Kesehatan Mental dalam 'Penjara' Adat