Lintang Siltya Utami | Fathorrozi 🖊️
Kamera Motorola Razr Fold dan DXOMARK Gold Label (Motorola)
Fathorrozi 🖊️

Persaingan HP lipat kini tidak hanya soal desain inovatif, tetapi juga kualitas kamera. Kabar terbaru datang dari Motorola Razr Fold yang berhasil mencetak prestasi gemilang dalam pengujian kamera oleh DXOMARK.

Perangkat ini meraih skor tinggi dan bahkan memecahkan rekor di kategori ponsel lipat, menempatkannya di jajaran kamera smartphone terbaik di dunia.

Motorola Razr Fold berhasil meraih skor 164 dari DXOMARK, yang membuatnya mendapatkan DXOMARK Gold Label untuk performa fotografi. Dengan skor tersebut, perangkat ini masuk dalam daftar 10 besar kamera smartphone terbaik secara global, tepatnya di posisi ke-8 di dunia.

Skor tersebut juga berhasil mengungguli beberapa pesaing kuat seperti Google Pixel 10 Pro XL dan Xiaomi 17 Pro Max. Selain Razr Fold, perangkat Motorola Signature yang baru dirilis juga menerima label emas dari laboratorium pengujian tersebut.

Sebagai informasi, DXOMARK merupakan laboratorium pengujian teknologi independen yang menilai perangkat elektronik konsumen melalui serangkaian tes ilmiah terkontrol dan analisis perseptual. Dalam pengujian kamera, mereka mengevaluasi kualitas foto, zoom, dan video dari sudut pandang pengalaman pengguna.

Dalam hasil pengujiannya, DXOMARK mencatat bahwa Razr Fold tampil sangat baik dalam beberapa aspek penting fotografi, seperti akurasi eksposur yang stabil, dynamic range yang luas, dan performa foto low-light yang baik.

Selain itu, kamera ponsel ini mampu menghasilkan warna yang seimbang dalam berbagai kondisi pencahayaan, dengan detail yang tetap tajam serta tingkat noise yang relatif rendah.

DXOMARK juga memuji kemampuan perangkat ini dalam mereproduksi warna kulit secara akurat, serta sistem estimasi kedalaman yang konsisten, sehingga foto portrait terlihat lebih natural.

Kemampuan zoom menjadi salah satu kekuatan utama Razr Fold. Smartphone ini dibekali kamera telefoto periskop 3x yang mampu menghasilkan gambar tajam dengan warna yang stabil.

DXOMARK juga mencatat bahwa rasio tekstur dan noise yang seimbang membantu menjaga detail tetap jelas saat melakukan pembesaran gambar.

Untuk fotografi portrait, kamera ini menggunakan focal length setara 85mm, sehingga mampu menciptakan pemisahan subjek yang lebih alami dari latar belakang.

Sementara itu, kamera ultra-wide mampu menangkap bidang pandang yang luas dengan kualitas gambar yang tetap konsisten.

Motorola membekali Razr Fold dengan tiga kamera belakang beresolusi 50MP yang menggunakan sensor Sony LYTIA.

Konfigurasi kameranya mencakup 50MP kamera utama dengan sensor Sony LYTIA 828, yang disebut Motorola sebagai sensor 50MP terbesar yang pernah mereka gunakan. 50MP kamera telefoto periskop dengan sensor Sony LYTIA 600 yang mendukung 3x optical zoom. 50MP kamera ultra-wide dengan sudut pandang 122 derajat serta fitur Macro Vision untuk foto jarak dekat.

Perangkat ini juga menawarkan 100x Super Zoom Pro berbasis AI untuk menangkap objek dari jarak jauh, serta optical image stabilization (OIS) untuk mengurangi blur saat zoom.

Untuk kebutuhan selfie dan panggilan video, Motorola Razr Fold menghadirkan dua kamera depan: 20MP kamera selfie dengan teknologi Quad Pixel dan 32MP kamera internal dengan Quad Pixel yang bisa digunakan dalam mode laptop untuk foto atau video call hands-free.

Dalam hal video, ponsel ini mendukung perekaman hingga resolusi 8K dengan Dolby Vision, yang memungkinkan dynamic range lebih luas dan reproduksi warna lebih akurat.

Pengolahan gambar pada perangkat ini menggunakan Motorola Photo Enhancement Engine, sistem berbasis AI yang mampu memperluas dynamic range, mengurangi noise, dan menghasilkan efek bokeh berbasis software.

Seluruh proses tersebut ditopang oleh chipset Snapdragon 8 Gen 5 Mobile Platform, yang menghadirkan kemampuan AI processing tinggi untuk meningkatkan performa kamera sekaligus efisiensi daya.

Dengan skor 164 di DXOMARK, Motorola Razr Fold berhasil membuktikan bahwa HP lipat kini tidak lagi kalah dalam hal kualitas kamera.

Dukungan sensor Sony LYTIA, teknologi AI, serta kemampuan zoom yang mumpuni membuat perangkat ini menjadi salah satu kamera terbaik di dunia untuk kategori ponsel lipat.

Prestasi ini juga menjadi tanda langkah besar Motorola dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya fokus pada desain lipat, tetapi juga kualitas fotografi kelas flagship.