Hayuning Ratri Hapsari | Nugraha Nugraha
Acer Aspire 7 Pro (acer)
Nugraha Nugraha

Awal tahun 2026 menjadi periode yang cukup unik untuk pasar laptop. Di satu sisi, harga komponen belum sepenuhnya stabil. Di sisi lain, kelas harga 10 jutaan justru terasa semakin “berisi”. Dengan budget di kisaran ini, pengguna kini tidak lagi hanya mendapatkan laptop “cukup buat kerja”, tetapi sudah bisa mencicipi performa gaming, layar high refresh rate, hingga prosesor kelas H-series yang dulu identik dengan laptop mahal.

Laptop 10 jutaan memang sering dianggap nanggung. Kurang sedikit bisa turun ke 9 jutaan, nambah sedikit bisa tembus 11 jutaan. Namun justru di area inilah banyak laptop dengan value paling menarik bermunculan. Berikut gambaran lengkap beberapa laptop terbaik yang layak dipertimbangkan di awal 2026.

1. Asus Gaming K16 K3605 VC

ASUS Gaming K16 K3605VC (shopee)

Asus Gaming K16 menjadi salah satu contoh laptop “serba bisa” yang posisinya pas di kelas 10 jutaan. Meski harganya sempat naik dari 9 jutaan, spesifikasi yang ditawarkan masih tergolong masuk akal. Laptop ini mengandalkan Intel Core i5-13420H, prosesor 8 core yang skor Cinebench R23 multicore-nya sudah menyentuh angka 10.000 poin. Untuk kebutuhan kerja berat seperti editing ringan, multitasking, atau coding, performanya sudah lebih dari cukup.

Nilai jual utamanya ada di GPU NVIDIA GeForce RTX 3050 4GB dengan TGP 55W. Untuk ukuran laptop di kelas harga ini, performanya masih kompetitif. Game seperti Forza Horizon 5 bisa berjalan di kisaran 79 FPS, Cyberpunk 2077 di atas 50 FPS, dan judul AAA lain masih playable dengan setting yang disesuaikan. Layarnya berukuran 16 inci IPS Full HD+ dengan refresh rate 144Hz, membuat pengalaman gaming dan scrolling terasa mulus, meski akurasi warnanya masih standar di 45% NTSC.

Komprominya ada di RAM bawaan yang masih 8GB. Untungnya Asus menyediakan slot tambahan, sehingga upgrade ke dual channel sangat disarankan agar performa CPU dan GPU bisa keluar maksimal.

2. Acer Swift Go 14 AI

Acer Swift Go 14 AI (2025) (acer)

Berbeda total dari Asus Gaming K16, Acer Swift Go 14 AI hadir sebagai laptop yang fokus ke mobilitas dan efisiensi. Ini adalah salah satu laptop pertama di kelas 10 jutaan yang benar-benar meninggalkan arsitektur x86 dan beralih ke Snapdragon X Plus. Prosesor ini mungkin tidak sebrutal CPU H-series, tetapi performanya cukup stabil untuk kerja harian, editing ringan, dan penggunaan kreatif.

Yang membuat Swift Go 14 AI terasa “mahal” adalah konfigurasi memorinya. RAM 16GB LPDDR5X super cepat langsung dari pabrik, dipadukan dengan SSD NVMe Gen 4 berkapasitas 1TB. Layar 14,5 inci IPS Full HD+ dengan akurasi warna 100% sRGB dan refresh rate 120Hz juga menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya.

Namun bintang utamanya adalah baterai. Dengan kapasitas 65Wh dan efisiensi Snapdragon, laptop ini diklaim mampu bertahan hingga seharian penuh. Ditambah bobot hanya 1,32 kg, Swift Go 14 AI terasa sangat cocok untuk mahasiswa, pekerja remote, atau siapa pun yang sering berpindah tempat.

3. HP 14 OmniBook 3

HP 14 OmniBook 3 (shopee)

HP 14 OmniBook 3 bisa dibilang sebagai laptop “kantoran ideal”. Menggunakan AMD Ryzen 7 7730U dengan skor Cinebench R23 di kisaran 10.000 poin, performanya sangat nyaman untuk kerja multitasking, spreadsheet berat, presentasi, hingga penggunaan aplikasi produktivitas harian.

Kelebihan besar laptop ini ada di RAM 16GB DDR4 yang langsung tersedia tanpa perlu upgrade. Menariknya, RAM ini tidak disolder, sehingga masih terbuka peluang upgrade di masa depan. Layarnya memang masih IPS Full HD standar dengan 45% NTSC, jadi kurang cocok untuk editing warna profesional, tetapi sudah nyaman untuk konsumsi konten dan kerja lama. Dengan bobot sekitar 1,4 kg, laptop ini juga cukup ramah dibawa ke mana-mana.

4. Acer Aspire 7 Pro

Acer Aspire 7 Pro (acer)

Jika Asus Gaming K16 terasa seimbang, Acer Aspire 7 Pro adalah pilihan bagi pengguna yang lebih mementingkan performa grafis. Laptop ini menggunakan RTX 3050 dengan VRAM 6GB dan TGP 75W, sebuah keunggulan signifikan dibanding RTX 3050 4GB di kelas yang sama. Skor Fire Strike-nya tembus 12.000 poin, membuatnya jauh lebih siap untuk gaming berat dan rendering berbasis GPU.

Prosesornya memang masih Intel Core i5-12450H, sedikit di bawah generasi terbaru, tetapi kombinasi CPU dan GPU-nya tetap solid. Layarnya 15,6 inci IPS 144Hz dengan kecerahan cukup tinggi, meski bobot 2,1 kg dan daya tahan baterai 4–5 jam menjadi konsekuensi yang harus diterima.

5. Axioo Pongo 725 V2

Axioo Pongo 725 V2 (shopee)

Axioo Pongo 725 V2 hadir sebagai opsi menarik dari brand lokal. Laptop ini membawa Intel Core i7-13620H dengan 10 core dan 16 thread, menghasilkan skor Cinebench R23 di atas 14.000 poin, tertinggi di daftar ini. Untuk kebutuhan rendering video, coding berat, dan komputasi intensif, performanya sulit ditandingi di harga 10 jutaan.

GPU RTX 2050 memang bukan yang paling kencang, tetapi masih cukup untuk gaming menengah. Layarnya 15,6 inci IPS 144Hz, sementara bodotnya yang mencapai 2,57 kg dan baterai sekitar 3 jam menegaskan bahwa laptop ini memang ditujukan untuk performa, bukan mobilitas.

Laptop 10 jutaan di Februari 2026 menawarkan banyak pilihan dengan karakter yang sangat berbeda. Tidak ada satu laptop yang paling benar untuk semua orang. Jika ingin seimbang antara kerja dan gaming, Asus Gaming K16 masih relevan. Untuk mobilitas dan baterai, Acer Swift Go 14 AI jelas unggul. HP 14 cocok untuk kerja kantoran, Aspire 7 Pro unggul di GPU, sementara Axioo Pongo 725 V2 menjadi juara di sisi CPU.