Tomo Land Festival kembali membuka awal 2026 setelah sukses menggelar Volume 1 dan 2 pada Februari dan Agustus 2025.
Edisi ketiga ini akan berlangsung di Urban Forest Cipete pada 31 Januari–1 Februari 2026, pukul 10.00–20.00 WIB, dan gratis untuk umum.
Sebanyak 150+ tenant terkurasi akan meramaikan Tomo Land Volume 3, mulai dari art & illustration, produk artisan, F&B, hingga brand parfum lokal hasil kurasi Wangiloka. Mengusung format art market yang lebih eksploratif, Tomo Land menghadirkan beragam program interaktif untuk memberi pengalaman yang lebih dekat dan personal bagi pengunjung.
Salah satu program unggulan adalah Cinema Tomo X Bisascreening, kolaborasi Tomo Land Festival dan Bisasinema. Pengunjung dapat menikmati pemutaran film gratis di area terbuka Urban Forest Cipete setiap pukul 18.00–20.00 WIB. Selain itu, ada instalasi seni Transcript of Eunoia, yang mengajak pengunjung menempelkan foto termal dari Komma Box dan menuliskan harapan mereka untuk 2026.
Kolaborasi paling out of the box hadir lewat Pasar Kredami, hasil kerja sama Tomo Land dan Tasogan. Mengadaptasi suasana pasar malam ke dalam game ilustrasi fisik, pengunjung bisa memainkan berbagai permainan karya ilustrator lokal—mulai dari tebak anomali, cari perbedaan, memory game, hingga puzzle.
Seluruh permainan dimainkan secara langsung tanpa perangkat digital, menghadirkan pengalaman yang seru dan interaktif. Kreator yang terlibat antara lain (Komik) Gajelas, Claudiaclara, Laras Putri, Kembang Kelape, dan Winsoy.
Tomo Land Volume 3 juga menghadirkan berbagai workshop kreatif, seperti pembuatan resin bag charms bersama The Bahamas serta flower and donut decorating bersama mentor dari Mantappu Corp, termasuk Indah Oei, Jehian Panangian Sijabat, dan Nici. Konsisten sebagai ruang temu lintas kreatif, edisi kali ini turut melibatkan 40+ komunitas yang akan meramaikan festival dengan semangat kolaborasi.
Tomo Land merupakan festival art market yang diinisiasi oleh Tomo Laboratory, mempertemukan seniman, brand independen, dan komunitas kreatif dalam satu ruang kolaboratif. Sejak pertama kali digelar pada 2025, Tomo Land terus menjadi platform bagi kreator lokal untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan menghadirkan pengalaman seni yang lebih dekat dengan publik.
Baca Juga
-
Solusi Lokal untuk Krisis Plastik di Sungai Kecil: Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Identitas Lokal Jadi Modal: Kekuatan Kreator Konten Daerah di Ruang Digital
-
Review HP OMEN 16: Apakah Layak Jadi Pengganti OMEN MAX?
-
Saat Keluarga Menjadi Medan Perang: Ulasan Nyaliku Kecil Seperti Tikus
-
Sisi Lain Hobi Membaca: Antara Kesehatan Mental dan Kelelahan Emosional
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Review HP OMEN 16: Apakah Layak Jadi Pengganti OMEN MAX?
-
5 Smartwatch 2 Jutaan dengan GPS Akurat dan Fitur Rasa Mahal
-
4 Serum Kombucha Rahasia Kulit Cerah, Kencang, dan Skin Barrier Sehat
-
Makin Kompak! 6 Barang Couple Unik untuk Kado Valentine yang Berkesan
-
Review POCO F8 Ultra: Paket Sultan Harga Masih Masuk Akal
Terkini
-
Solusi Lokal untuk Krisis Plastik di Sungai Kecil: Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Identitas Lokal Jadi Modal: Kekuatan Kreator Konten Daerah di Ruang Digital
-
Saat Keluarga Menjadi Medan Perang: Ulasan Nyaliku Kecil Seperti Tikus
-
Sisi Lain Hobi Membaca: Antara Kesehatan Mental dan Kelelahan Emosional
-
Kim Hyang Gi dan Cha Hak Yeon Siap Menyapa di The Absolute Value of Romance