Lintang Siltya Utami | Taufiq Hidayat
Nyaliku Kecil Seperti Tikus. (Dok.Pribadi/Taufiq)
Taufiq Hidayat

Buku Nyaliku Kecil Seperti Tikus karya Yu Hua hadir dalam bentuk tiga novela yang masing-masing berdiri sendiri dengan alur dan karakter yang kuat. Meski memiliki plot yang berbeda, ketiga kisah ini disatukan oleh satu benang merah yang kelam: akhir yang menyedihkan. Yu Hua tidak ragu menghadirkan kematian yang disengaja, baik melalui tindakan pembunuhan maupun bunuh diri, sebagai penyelesaian konflik bagi karakter-karakternya.

Simfoni Kematian yang Tak Terhindarkan

Dalam novela pertama, kita melihat ayah dari Yang Gao memilih jalan bunuh diri demi membalas dendam setelah kehormatannya direndahkan di hadapan sang anak. Sementara itu, novela kedua yang berjudul Sebuah Kenyataan menyajikan kengerian yang lebih intens. Membaca bagian ini mengingatkan saya pada pembukaan buku Di Tanah Lada atau Tiga Dalam Kayu karya Ziggy Z. yang kerap menggambarkan pembunuhan dengan nada santai, bahkan saat pelakunya adalah anak-anak.

Dalam kisah ini, kita diajak mengikuti proses kematian yang beruntun: ibu, saudara perempuan, hingga anak-anak tewas dalam lingkaran dendam, menyisakan para istri yang bertahan di tengah puing-puing tragedi. Lalu pada kisah terakhir, Suatu Kebetulan, sebuah kasus pembunuhan menjadi bahan diskusi dua tokoh utamanya, yang secara ironis justru berakhir dengan mereka mengulangi tindakan kriminal tersebut.

Tema sentral dalam buku ini adalah keluarga—baik hubungan orang tua-anak maupun suami-istri. Jika biasanya tema keluarga menghadirkan kehangatan, Yu Hua justru melakukan hal sebaliknya. Penulis menyuguhkan pertikaian yang begitu gelap dan mengguncang, di mana setiap karakter harus menghadapi pergulatan internal yang mendalam. Alih-alih memberikan akhir yang manis, Yu Hua konsisten menutup ceritanya dengan kesedihan yang getir.

Gaya Penulisan: Detil, Tajam, dan Magis

Satu hal yang sangat saya hargai dari buku ini adalah cara penuturannya yang unik untuk ukuran sastra Asia. Narasinya bergerak lambat, mendetail, namun sangat tajam sehingga mampu menghanyutkan pembaca. Meskipun konflik yang dihadirkan cenderung menakutkan, gaya bercerita Yu Hua memiliki sentuhan "magis" yang membuat setiap tragedi terasa lebih dramatis dan artistik.

Menyelesaikan buku ini memberikan pengalaman batin yang tak terduga. Alih-alih merasa tertekan, saya justru merasa hati lebih lapang dan bersyukur. Kehidupan memilukan yang dialami karakter-karakter dalam buku ini menjadi pengingat bagi saya untuk lebih bijak dalam menghadapi masalah. Nyaliku Kecil Seperti Tikus adalah bacaan yang menantang sekaligus reflektif, sangat layak bagi mereka yang ingin melihat sisi lain dari kemanusiaan yang jarang tersentuh. Jika menyenangkan sebarkan, jika tidak, beri tahu!

Identitas Buku:

  • Judul: Nyaliku Kecil Seperti Tikus
  • Penulis: Yu Hua
  • Penerjemah: Sophie Mou
  • Penyunting: Eka Saputra & Nurjannah Intan
  • Penerbit: Penerbit Bentang
  • Terbit: Juli 2022, cetakan pertama
  • Tebal: vi + 182 hlm.
  • ISBN: 9786022919148