Hayuning Ratri Hapsari | Arifa R.
ROH (Dok. Pribadi)
Arifa R.

Ngabuburit di Jakarta nggak selalu harus dihabiskan di mal atau kafe. Kalau kamu turun di Stasiun Gondangdia, ada banyak ruang seni yang bisa dijelajahi hanya dengan berjalan kaki atau naik kendaraan sebentar saja.

Kawasan Menteng, Gambir, hingga Thamrin memang dikenal sebagai salah satu titik penting perkembangan seni rupa modern dan kontemporer di ibu kota.

Mulai dari galeri institusi negara, ruang seni independen, hingga art hub dengan banyak galeri dalam satu gedung, semuanya bisa kamu rangkai jadi art-hopping itinerary.

Berikut ini 8 spot art gallery dekat Stasiun Gondangdia yang bisa jadi ide seru untuk mengisi waktu sore hari menjelang berbuka. Yuk, simak ulasannya!

1. Galeri Nasional Indonesia

Tak lengkap membicarakan seni rupa di Jakarta tanpa menyebut Galeri Nasional Indonesia. Lembaga budaya milik negara ini berfungsi sebagai museum seni rupa modern dan kontemporer yang rutin menghadirkan pameran dari seniman dalam maupun luar negeri.

Bangunannya yang megah di kawasan Medan Merdeka Timur menjadi rumah bagi berbagai perhelatan seni, mulai dari pameran tunggal, pameran kolektif, hingga agenda internasional.

Dengan tiket masuk Rp50.000 untuk dewasa dan Rp25.000 untuk pelajar, kamu bisa menikmati ragam karya dalam suasana ruang pamer yang tertata profesional.

Galeri ini buka Selasa hingga Minggu pukul 10.00–20.00 WIB dan berlokasi di Jl. Medan Merdeka Timur No.14, Gambir. Cocok dijadikan titik awal art journey kamu karena koleksinya yang representatif dan skalanya yang besar.

2. JKT Art Hub (Wisma Geha)

Tak jauh dari sana, ada JKT Art Hub yang berada di Wisma Geha, Jl. Timor No.25, Gondangdia. Awalnya hanya satu galeri yang menempati basement gedung tua ini, namun seiring waktu berbagai galeri lain ikut bergabung di lantai berbeda hingga membentuk sebuah art hub yang dinamis.

Rubanah menjadi galeri pertama yang membuka ruang di lantai paling bawah. Di lantai dua, Jagad Galeri menghadirkan pameran dari Daniel Kho.

Naik ke lantai tiga, kamu akan menemukan Rachel Gallery dengan “The Blue Room” by Gula serta V&V Gallery yang menampilkan 18 karya Erianto. Sementara di lantai empat ada Art Agenda.

Menjelajahi gedung ini terasa seperti berburu kejutan di setiap lantai, setiap ruang menawarkan karakter dan kurasi yang berbeda.

3. JKT Art Hub 2 (Ranuza)

Ekspansi dari ruang seni ini berlanjut lewat Jakarta Art Hub 2 yang berada di Gedung Ranuza, Jl. Timor No.10, masih dalam satu kawasan Gondangdia.

Resmi dibuka pada 1 Desember 2024, ruang ini memperluas ekosistem pameran di area tersebut. Jakarta Art Hub 2 masih dengan konsep yang serupa, menghadirkan berbagai galeri dan program seni.

4. Gallery Zen1

Untuk kamu yang ingin menikmati pameran tunggal dengan pendekatan lebih personal, mampir ke Gallery Zen1 di Jl. Purworejo No.24, Dukuh Atas.

Saat ini tengah berlangsung Solo Exhibition by RB Ali bertajuk “Inner Sight” yang berlangsung 13 Februari hingga 10 Maret 2026.

Pameran ini menghadirkan karya-karya yang lahir dari perjalanan hidup empat tahun terakhir sang seniman. Narasi puitik dan deformasi visual berpadu dalam permainan kontras, kata, dan warna sebagai ekspresi “inner sight”.

Galeri ini buka setiap hari pukul 09.00–20.00 WIB, memberi ruang cukup luas untuk menikmati karya dengan lebih intim.

5. Galeri Indonesia Kaya

Kalau kamu ingin pengalaman seni yang lebih interaktif dan berbasis teknologi, Galeri Indonesia Kaya bisa jadi pilihan menarik.

Berlokasi di Grand Indonesia West Mall lantai 8, galeri ini merupakan ruang edutainment budaya persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation.

Di sini, kekayaan budaya nusantara dikemas secara digital dan interaktif, mulai dari alat musik tradisional, baju adat, permainan rakyat, hingga informasi kuliner dan pariwisata.

Menariknya, galeri ini gratis dan juga memiliki auditorium berkapasitas 150 orang yang rutin menghadirkan pertunjukan teater, musik, diskusi budaya, hingga workshop tanpa biaya.

Buka setiap hari pukul 10.00–21.30 WIB, tempat ini cocok untuk pengalaman seni yang lebih ringan namun tetap edukatif.

6. ROH

Bagi pencinta seni kontemporer dengan pendekatan konseptual yang lebih mendalam, ROH di Jalan Surabaya 66, Jakarta, menghadirkan pameran “New Paintings” yang kini terbuka untuk publik.

Pameran ini menampilkan karya Nadya Jiwa, Naotaka Hiro, Ser Serpas, Wei Jia, dan Tith Kanitha.

Eksibisi ini merefleksikan momen historis saat ini, tentang kebebasan, disolusi tubuh, hingga rasa kehilangan pijakan realitas, yang diterjemahkan para seniman ke dalam medium lukis.

Dialog antar karya menghadirkan perspektif baru tentang relevansi painting dalam konteks kontemporer.

7. NEO Gallery

Tak jauh dari kawasan Gambir, ada NEO Gallery di Jl. Tanah Abang IV No.25. Nama “NEO” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “baru”, mencerminkan komitmennya untuk menghadirkan sesuatu yang segar bagi kolektor maupun pencinta seni.

Galeri ini menyajikan kurasi karya modern dan kontemporer dari seniman Indonesia, bekerja sama dengan seniman aktif, kolektor, hingga estate. Buka setiap hari pukul 09.00–17.00 WIB, NEO menghadirkan pameran offline dan online yang memperkaya lanskap seni rupa Jakarta.

8. Andi's Gallery

Terakhir, ada Andi's Gallery yang berdiri sejak 1990 dan menjadi salah satu pendiri Asosiasi Galeri Senirupa Indonesia (AGSI). Berlokasi di Jl. Tanah Abang IV No.14, galeri ini telah lama menjadi rumah bagi perkembangan seni rupa modern dan kontemporer Indonesia.

Dengan pengalaman puluhan tahun, Andi’s Gallery menghadirkan sinergi antara kebutuhan pasar dan wacana seni, menyelenggarakan berbagai pameran yang turut mendorong pertumbuhan seni visual Indonesia ke panggung yang lebih luas.

Dengan radius yang relatif dekat, kamu bisa menikmati museum nasional, art hub bertingkat, pameran konseptual, hingga galeri dengan reputasi panjang di dunia seni rupa Indonesia.

Tinggal atur rute, siapkan waktu, dan biarkan dirimu tenggelam dalam warna dan cerita yang ditawarkan setiap ruang. Selamat mencoba!