Regulasi baru yang ditetapkan oleh Induk Sepak Bola Benua Asia, AFC dan Dewan Olimpiade Asia alias OCA membuat Indonesia mendapatkan kerugian yang tak terduga-duga.
Dalam kesepakatan antara AFC dan OCA, ditetapkan bahwa peserta cabang olah raga sepak bola di ajang Asian Games 2026 mendatang adalah 16 tim yang berstatus sebagai kontestan gelaran Piala Asia U-23.
Dengan demikian, status keikutsertaan cabang sepak bola yang sebelumnya bersifat terbuka dan manasuka, kini menjadi lebih eksklusif-terbatas dan membuat mereka yang tak menjadi peserta di Piala Asia U-23 tak memiliki kesempatan untuk tampil di ajang multi event empat tahunan tersebut.
Seperti rantai yang terus bertaut, keputusan yang telah ditetapkan oleh AFC dan OCA tersebut membuat John Herdman menjadi pengangguran parsial.
Pasalnya, dalam kesepakatan kontrak disebutkan, selain menukangi Timnas Indonesia senior, eks pelatih Timnas Kanada itu juga diserahi tugas untuk membesut Timnas Indonesia U-23. Namun, karena ajang Asian Games sekarang pesertanya dibatasi, maka John Herdman akan nganggur di level ini untuk sepanjang tahun.
Akan tetapi, meskipun harus sedikit kecewa karena Timnas Indonesia U-23 tidak bisa tampil di Asian Games, namun pada kenyataannya John Herdman kini mendapatkan keuntungan sekaligus kerugian karena kondisi itu.
Penasaran dengan keuntungan dan kerugian yang didapatkan oleh John Herdman imbas Timnas Indonesia U-23 tak jadi berkiprah di ajang Asian Games? Mari kita ulas bersama!
1. Keuntungan
Hal pertama yang kita bahas tentu saja terkait dengan keuntungan yang didapatkan oleh John Herdman. Dalam kaca mata saya pribadi, tak ikut sertanya Timnas Indonesia U-23 di ajang Asian Games 2026 nanti, membuat pelatih berkebangsaan Inggris tersebut menjadi memiliki lebih banyak waktu untuk mengurusi Timnas Indonesia senior.
Dengan demikian, pelatih yang juga pernah menangani Timnas Sepak Bola Selandia Baru tersebut akan jauh lebih fokus untuk mencurahkan pemikirannya di Timnas Indonesia senior, tanpa perlu berbagi fokus dengan "proyek melatih" Timnas Indonesia level lainnya.
Kondisi ini semakin meningkatkan keuntungan yang didapatkan oleh John Herdman mengingat Pasukan Garuda Senior saat ini membutuhkan segala daya-upaya dan pemikiran dari Herdman karena dalam taraf proses pembentukan skuat.
2. Kerugian
Meskipun mendapatkan keuntungan karena bisa fokus, John Herdman juga mendapatkan kerugian imbas tak bermainnya Timnas Indonesia di ajang Asian Games 2026 ini.
Sebagai pelatih di skuat utama Indonesia, tentunya Herdman memerlukan banyak stok pemain untuk diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia senior.
Para pemain muda yang mungkin saja ditemukan oleh Herdman dalam proses pemantauan, digodok terlebih dahulu di level junior, untuk kemudian diorbitkannya ke skuat utama jika memenuhi syarat kelayakan menurut standarnya.
Dengan kata lain, sebelum benar-benar dilibatkan di proyek tim utamanya di level senior, Herdman akan lebih dulu menyeleksi para pemain mudanya itu di Timnas Indonesia kelompok umur, termasuk di level U-23 ini.
Namun sayangnya, karena Timnas Indonesia U-23 tak bisa bermain di Asian Games imbas regulasi anyar yang ditetapkan, pada akhirnya Herdman akan kehilangan event "penyaring" untuk kelayakan anak asuhnya sebelum dipromosikan ke skuat senior.
Sebenarnya, jika dipikir-pikir, tak buruk-buruk amat meskipun Indonesia gagal tampil di Asian Games 2026 ini. Karena dari kegagalan itu, masih ada sisi positif yang bisa kita ambil ya!
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
Hobi
-
35 Tahun Puasa Gelar, Timnas Indonesia Selangkah Lagi Raih Trofi
-
Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN
-
Sprint Race MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Terdepan, 3 Pembalap Crash
-
Jadwal MotoGP Jepang 2026: Apakah Ducati Siap Hadapi Ancaman Aprilia?
-
Skuad Naturalisasi Timnas Indonesia Dicap Gagal, Pengamat: Tak Punya Karakter di Level Elite Asia
Terkini
-
Ulasan Buku Look! A Bear!: Tentang Persahabatan yang Melampaui Perbedaan
-
Hidup Bukan Konten: Stop Jadikan Media Sosial Penentu Standar Kebahagiaan!
-
Mencari Arti Kebebasan dan Cinta dalam Fish in the Water Karya Lee Chanhyuk
-
Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban
-
Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan