Lintang Siltya Utami | Fathorrozi 🖊️
Samsung Galaxy S26 Ultra vs Xiaomi 17 Ultra (GSMArena)
Fathorrozi 🖊️

Persaingan smartphone flagship semakin panas di tahun 2026. Dua nama besar kembali mencuri perhatian lewat perangkat Ultra terbaru mereka: Samsung Galaxy S26 Ultra dan Xiaomi 17 Ultra. Keduanya hadir dengan spesifikasi kelas atas, teknologi kamera mutakhir, performa super kencang, serta fitur AI yang semakin pintar.

Namun, di balik label “Ultra”, tentu ada perbedaan signifikan yang membuat masing-masing ponsel punya keunggulan tersendiri. Mulai dari desain, layar, kamera, performa, baterai, hingga pengalaman software. Semua bisa menjadi faktor penentu sebelum pengguna memutuskan untuk membeli.

Lantas, apa saja perbedaan utama antara Samsung Galaxy S26 Ultra dan Xiaomi 17 Ultra? Dan mana yang lebih layak dipilih sebagai perangkat asisten pribadi, teman kreatif dan produktivitas? Inilah enam perbedaan dari kedua ponsel flagship tersebut.

1. Desain dan Kualitas

Xiaomi untuk pertama kalinya menghadirkan layar datar di lini Ultra lewat 17 Ultra. Ponsel ini mengusung layar 6,9 inci dengan bezel super tipis dan desain yang terlihat bersih serta simetris. Modul kamera dibuat lebih kecil dan diposisikan lebih tinggi agar bobot terasa seimbang. Dengan ketebalan 8,29 mm, ini adalah Ultra paling tipis yang pernah dibuat Xiaomi.

Samsung tak mau kalah. Galaxy S26 Ultra tampil lebih ramping dari generasi sebelumnya dengan ketebalan hanya 7,9 mm. Layarnya juga 6,9 inci dan sudah dilengkapi Privacy Display, fitur yang membatasi sudut pandang layar untuk menjaga privasi saat digunakan di tempat umum.

Keduanya terasa premium dan relatif ringan di kelasnya, tetapi Samsung sedikit unggul berkat bodi yang lebih tipis dan fitur privasi bawaan.

2. Layar

Xiaomi membekali 17 Ultra dengan panel 12-bit M10 OLED LTPO yang mampu mencapai tingkat kecerahan puncak hingga 3.500 nits yang terang sekali, bahkan menjadi salah satu yang paling cerah di kelas flagship. Teknologi HyperRGB memungkinkan tampilan setara resolusi 2K dengan konsumsi daya lebih hemat dibanding layar 1.5K biasa. Layar ini juga mendukung HDR10+, Dolby Vision, dan dilindungi Xiaomi Shield Glass 3.0.

Samsung menggunakan layar 10-bit Dynamic AMOLED dengan refresh rate adaptif 1–120Hz, dukungan HDR10+, serta proteksi Gorilla Armor 2. Visualnya tetap tajam dan kaya warna, tetapi dari sisi kecerahan dan efisiensi daya masih sedikit di bawah Xiaomi.

Untuk urusan layar, Xiaomi unggul tipis berkat tingkat kecerahan dan efisiensinya.

3. Performa

Kedua ponsel ini sama-sama ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5. Bedanya, Samsung memakai versi khusus “for Galaxy” yang telah dioptimalkan untuk performa gaming, AI, dan efisiensi daya.

Samsung menawarkan pilihan RAM 12GB atau 16GB LPDDR5x dengan penyimpanan hingga 1TB UFS 4.1. Sistem pendinginnya menggunakan Vapor Chamber terbesar yang pernah dipasang di seri Galaxy, ditambah material antarpanas khusus yang meningkatkan performa termal hingga 21%.

Sementara Xiaomi 17 Ultra hadir dengan RAM 16GB LPDDR5x serta penyimpanan 512GB atau 1TB UFS 4.1. Sistem pendinginnya menggunakan teknologi 3D Dual-Channel IceLoop generasi baru yang meningkatkan konduktivitas panas hingga 50%.

Dalam penggunaan sehari-hari maupun gaming berat, keduanya sama-sama sangat kencang dan responsif.

4. Software dan Dukungan Update

Xiaomi 17 Ultra menjalankan HyperOS 3.0 berbasis Android 16. Antarmukanya bersih dan ringan, namun belum terlalu menonjol dalam fitur AI dan dukungan pembaruan jangka panjang.

Samsung menjadikan software sebagai nilai jual utama. Galaxy S26 Ultra menjalankan Android 15 dengan One UI 8.5 dan dijanjikan mendapat tujuh generasi update Android serta tujuh tahun patch keamanan. Fitur AI seperti Now Nudge (rekomendasi kontekstual) dan Now Brief (ringkasan real-time) membuat pengalaman penggunaan terasa lebih pintar dan intuitif.

Dalam hal inovasi software dan dukungan jangka panjang, Samsung jelas unggul.

5. Kamera

Xiaomi bekerja sama dengan Leica untuk mengembangkan sistem kamera 17 Ultra. Kamera utamanya 50MP dengan sensor 1 inci Light Fusion 1050L untuk hasil detail maksimal di kondisi sulit. Ada juga kamera telefoto 200MP dengan zoom optik murni 75–100mm tanpa crop digital, serta ultra-wide 50MP 115 derajat. Sertifikasi Leica APO membantu mengurangi aberasi warna.

Lebih dari itu, Xiaomi menyediakan aksesori Photography Kit dengan grip fisik dan baterai tambahan untuk pengalaman seperti kamera profesional.

Samsung mengusung kamera utama 200MP dengan aperture lebih besar untuk low light. Dilengkapi ultra-wide 50MP, telefoto 10MP 3x, dan periskop 50MP 5x yang mendukung hingga 100x Space Zoom. Fitur Nightography Video dan Super Steady membuat perekaman malam dan video handheld lebih stabil.

Dengan ini, Xiaomi unggul untuk fotografi (foto diam), sementara Samsung lebih kuat di video dan kondisi minim cahaya.

6. Baterai

Xiaomi 17 Ultra dibekali baterai 6.000mAh dengan pengisian cepat 90W kabel dan 50W nirkabel. Sedangkan Samsung menggunakan baterai 5.000mAh dengan Super Fast Charging 3.0 (hingga 75% dalam 30 menit via charger 60W), plus dukungan Qi2 25W dan reverse wireless charging.

Dalam kategori ini, Xiaomi unggul berkat kapasitas lebih besar dan pengisian lebih cepat.

Setelah mengetahui keenam perbedaan ini, pengguna pilih yang mana?

Xiaomi 17 Ultra cocok untuk pengguna yang mengutamakan layar super terang, baterai besar, dan fotografi kelas profesional. Sementara Samsung Galaxy S26 Ultra lebih tepat bagi pengguna yang menginginkan dukungan software jangka panjang, fitur AI canggih, serta performa video yang unggul.

Keduanya sama-sama luar biasa. Pilihan akhirnya tergantung pada prioritas pengguna: kamera dan hardware maksimal (Xiaomi) atau kecerdasan software dan daya tahan jangka panjang (Samsung).