Drama berjudul "Glaze of Love" yang juga dikenal dengan judul Mandarin "Wo Zai Daxue Xiu Wenwu" merupakan drama Tiongkok/ C-drama yang berfokus pada pelestarian porselen tradisional di kota Jingdezhen.
Disiarkan perdana pada tanggal 27 Maret 2026 di platform iQIYI, drama remaja bernuansa romantis ini membawa angin segar melalui tema restorasi peninggalan sejarah yang dikemas secara kasual namun sarat makna.
Melalui narasi sepanjang 20 episode dengan durasi yang relatif singkat, yaitu sekitar 26 hingga 30 menit per episode, drama ini menawarkan formula tontonan yang ringkas, menenangkan, sekaligus edukatif.
Sinopsis Drama Glaze of Love
"Glaze of Love" mengarah pada hubungan interpersonal dan akademis antara dua mahasiswa baru di Universitas Keramik Jingdezhen yang mengambil spesialisasi pemulihan artefak kuno. Karakter utama pria, Xu Xiao (Lai Weiming), adalah seorang pemuda jenius yang mewarisi kemampuan restorasi barang antik secara turun-temurun dari keluarganya.
Sejak usia dini, ia telah dibekali keahlian penilaian dan pemulihan porselen langsung oleh ayahnya. Namun, kehidupan masa lalunya hancur ketika keluarganya terjerat utang besar akibat skandal penjualan barang antik palsu oleh sang ayah, yang kemudian menyebabkan ibunya memilih bercerai dan menikah lagi dengan pria lain.
Pengalaman traumatis ini membentuk Xu Xiao menjadi pribadi yang kaku, dingin, penyendiri, dan sulit beradaptasi secara sosial. Reputasi buruk ini membuatnya terisolasi di kampus, di mana tidak ada satu pun mahasiswa yang bersedia bekerja sama dengannya dalam tugas praktik restorasi.
Sebaliknya, karakter utama wanita, Zhao Xiaocen (Zhou Yiru), adalah seorang gadis yang sangat rapuh dan sering jatuh sakit sejak masa kanak-kanak akibat pola istirahat dan diet yang tidak seimbang. Kondisi kesehatan yang lemah ini mendorong ibunya untuk bersikap sangat protektif dan otoriter, mengontrol setiap jengkal kehidupan Xiaocen, termasuk memaksakan pilihan studi akademisnya.
Akibat tumbuh dalam pengawasan yang menyesakkan, Xiaocen berkembang menjadi sosok yang sangat pemalu, canggung secara sosial, dan hanya berani mengekspresikan perasaannya melalui media seni. Ia akhirnya memilih mendalami bidang restorasi benda bersejarah karena menganggap kesunyian laboratorium sebagai ruang aman yang paling cocok dengan kepribadian introver miliknya.
Pertemuan kedua karakter ini terjadi secara tidak sengaja di lingkungan kampus. Di tengah penolakan sosial yang dialami Xu Xiao, Zhao Xiaocen menjadi satu-satunya mahasiswa yang bersedia berpasangan dengannya dalam proyek restorasi keramik.
Seiring berjalannya waktu, proses menyatukan pecahan-pecahan porselen biru-putih yang hancur menjadi metafora yang kuat bagi proses penyembuhan psikologis mereka. Hubungan emosional di antara keduanya tumbuh secara perlahan, damai, dan matang, tanpa adanya konflik artifisial yang biasa ditemukan pada drama romansa remaja konvensional.
Melalui kerja sama tersebut, mereka tidak hanya berhasil melestarikan teknik warisan budaya keramik yang bernilai tinggi, tetapi juga saling membantu untuk berdamai dengan trauma masa lalu dan melepaskan diri dari belenggu tekanan keluarga.
Kelebihan
Aspek yang patut diapresiasi adalah penyajian hubungan asmara yang sepenuhnya bebas dari unsur toksik. Di tengah tren drama modern yang kerap mengeksploitasi kesalahpahaman ekstrem, intrik pihak ketiga, atau adegan perpisahan dramatis, drama ini justru memilih jalur realistis yang menonjolkan kedewasaan emosional. Meskipun Xu Xiao dan Zhao Xiaocen digambarkan sebagai dua individu introver yang canggung, mereka mampu mengatasi hambatan komunikasi dengan cara yang sangat matang.
Detail-detail teknis restorasi keramik digambarkan secara presisi, memberikan edukasi berharga mengenai warisan budaya porselen Jingdezhen yang legendaris.
Selain aspek romansa, proses pendewasaan karakter dalam drama ini ditulis dengan kepekaan sosial yang tinggi. Penonton disajikan transformasi emosional Zhao Xiaocen yang secara perlahan belajar menentang dominasi ibunya yang overprotektif. Konflik keluarga ini diselesaikan secara menyentuh ketika sang ibu akhirnya mampu melihat cerminan ambisi masa mudanya pada diri sang anak, sehingga mulai melonggarkan kendali dan memberikan ruang bagi Xiaocen untuk tumbuh mandiri.
Kemampuan akting dari dua pemeran utama menjadi jangkar emosional yang kuat sepanjang drama. Lai Weiming menunjukkan transisi akting yang luar biasa setelah sebelumnya dikenal lewat peran pendukung dalam Fangs of Fortune (2024) dan Shine on Me (2025).
Sementara itu, Zhou Yiru, yang merupakan lulusan Sichuan Conservatory of Music dan sebelumnya tampil sebagai dokter magang dalam The Best Thing, berhasil membawakan karakter Zhao Xiaocen dengan sangat natural.
Kekurangan
Meski memiliki beberapa kelebihan, namun, drama ini juga tak lepas dari kekurangan. Durasi yang singkat mengurangi ruang untuk mengeksplorasi karakter di luar pasangan utama. Karakter teman-teman kuliah serta pasangan kedua dalam drama ini terkesan hanya berfungsi sebagai pelengkap tanpa diberikan latar belakang cerita, adegan kilas balik, atau resolusi hubungan yang memadai.
Bagi sebagian penonton yang terbiasa dengan drama romansa berlatar konflik intens, tempo lambat (slow-burn) yang diusung oleh "Glaze of Love" berpotensi menimbulkan rasa jenuh. Fokus cerita yang sangat damai serta minimnya adegan kemesraan fisik yang dramatis membuat alur perkuliahan dan praktik restorasi keramik terasa monoton pada beberapa bagian, khususnya menjelang paruh akhir drama.
Kesimpulan
Melalui perpaduan unik antara pelestarian budaya porselen tradisional dan romansa penyembuhan jiwa, "Glaze of Love" (2026) berhasil membuktikan dirinya sebagai sebuah karya seni yang bernilai tinggi di tengah maraknya drama remaja beranggaran besar yang cenderung repetitif.
Keberhasilan Lai Weiming dan Zhou Yiru dalam menghidupkan karakter Xu Xiao dan Zhao Xiaocen memberikan kedalaman emosional yang luar biasa, mengajarkan penonton bahwa setiap keretakan di dalam hidup layaknya retakan pada porselen kuno, dapat disatukan kembali menjadi sebuah keindahan baru melalui ketabahan, kesabaran, dan kasih sayang yang tulus.
Drama "Glaze of Love" merupakan tontonan wajib yang sangat direkomendasikan, kamu dapat menyaksikannya melalui platform streaming iQIYI.
Baca Juga
-
Novel Hope and Home, Menemukan Arti Rumah Sejati Melalui Curhatan Anonim
-
Novel Kutukan Darah Terakhir, Ikatan Gaib yang Menuntut Jiwa Sang Pewaris
-
Ulasan Novel 1890, Kisah Cinta Lintas Kelas Sosial di Tengah Era Kolonial
-
Drama We Are All Trying Here, Ketika Dua Orang Melawan Rasa Tidak Berharga
-
Ulasan Novel Periculo: Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
Artikel Terkait
Ulasan
-
Dari Bisnis Pelayaran hingga Skandal Bangsawan: Pesona Devil in Disguise
-
Harry Potter and the Sorcerer's Stone: Langkah Awal Harry Lawan Kegelapan!
-
Menelusuri Jejak Perkembangan Ilmu Psikologi Melalui Pemikiran Baldwin
-
Humor Absurd Imam Darto di Gudang Merica: Sengaja Cringe atau Memang Gaya?
-
Memahami Makna Kehidupan di Balik Novel My Brilliant Life
Terkini
-
Cintai Tubuhmu: Mengapa Kesehatan Mental Jauh Lebih Penting daripada Angka di Timbangan
-
4 Hydrating Toner Formula Ringan untuk Melembapkan Kulit Kering dan Iritasi
-
Saatnya Pilih Refill Makeup untuk Rutinitas yang Lebih Ramah Lingkungan?
-
Usai Filing for Love, Shin Hae Sun Dikonfirmasi Main Drama Genre Misteri
-
Mulai Bawa Tas Lipat, Langkah Kecil Menuju Gaya Hidup Less Waste