Jika membuka lemari pakaian, hampir setiap dari kita pasti menemukan satu item yang sama. Ya, item itu adalah jeans. Dengan berbagai macam jenis dan motif yang berbeda-beda. Secara tidak sadar, jeans telah menjadi bagian dari lifestyle yang selama bertahun-tahun lekat dengan masyarakat.
Tidak sedikit orang yang memiliki lebih dari satu pasang jeans di lemari mereka. Jeans juga kerap menjadi pakaian yang digunakan sehari-hari. Oleh karena itu, kebanyakan dari kita mencucinya hampir setiap hari. Namun, apakah kita memang membutuhkan jeans yang banyak dan apa dampaknya bagi lingkungan ?
Jeans, Fashion Item yang Dimiliki Semua Orang
Sebelum menjadi fashion andalan semua orang, celana jeans diciptakan sebagai pakaian kerja untuk para penambang dan petani. Namun di tahun 1950-an, jeans dipakai sebagai simbol perlawanan bagi anak muda dan mulai dipopulerkan kepada masyarakat melalui pagelaran busana dan film-film.
Dikenal sebagai fashion item yang timeless dan mudah dipadupadankan, jeans selalu menjadi andalan bagi semua orang. Jeans juga merupakan pakaian yang paling populer di dunia. Model yang dimiliki juga beragam mulai dari skinny, baggy, straight, hingga slim.
Selain harganya yang bervariasi, dapat dipakai semua umur dan kalangan juga menjadi faktor mengapa banyak orang memilikinya. Ketersediaannya pun sangat beredar luas di pasaran, baik secara online maupun offline.
Dampak Lingkungan di Balik Produksi Jeans
Setiap tahunnya, jumlah orang yang menggunakan jeans terus meningkat. Hal ini diperkuat dengan data dari Cotton Incorporated pada 2025 yang menunjukkan bahwa adanya peningkatan sebanyak 48 persen terhadap pemakaian jeans. Dengan peningkatan ini, pastinya jumlah produksi jeans juga meningkat.
Peningkatan jumlah produksi ini juga berdampak kepada lingkungan. Salah satu dampak terbesarnya adalah pada bahan dasar dari jeans, yaitu kapas. Pada proses penanamannya, kapas membutuhkan air dalam jumlah yang besar. Menurut PBB, sepasang jeans membutuhkan 1 kg kapas. Di mana 1 kg kapas, menghabiskan 7.500–10.000 liter air untuk tumbuh. Jika dibandingkan, hal ini setara dengan kebutuhan air minum untuk satu orang selama 10 tahun.
Tidak hanya itu, pada proses pembuatan jeans juga dibutuhkan pewarna dan bahan kimia untuk menghasilkan warna biru yang khas. Jika limbah tidak dikelola dengan baik, hal ini tentunya dapat mencemari lingkungan, terutama di aliran air terbuka seperti sungai. Pewarna dan bahan kimia ini bukan hanya berbahaya bagi lingkungan, tetapi juga dapat berbahaya bagi pekerja.
Cara Menggunakan Jeans Secara Lebih Bijak
Menggunakan jeans secara bijak dapat dimulai dengan langkah yang sederhana, seperti memakainya lebih lama sebelum memutuskan untuk membeli jeans yang baru. Selain itu, membeli jeans terlalu banyak juga tidak disarankan, karena akan berdampak kepada lingkungan.
Jeans juga pada dasarnya tidak perlu dicuci setiap kali dipakai, karena hal tersebut dapat membuat bahan denim lebih awet. Menurut Mohsin Sajid, seorang desainer denim, konsultan, dan pendidik fesyen terkemuka asal Inggris, merekomendasikan untuk tidak mencuci celana jeans pada bulan pertama dan jangan mencucinya terlalu sering, karena dengan begitu kita bisa terbiasa untuk tidak sering mencuci jeans yang kita miliki.
Jika celana jeans mengalami kerusakan, cobalah untuk tidak segera membeli yang baru dan mereparasinya sebisa mungkin. Lalu, memilih menggunakan denim mentah juga sangat direkomendasikan karena belum melewati proses pencucian dan pewarnaan. Dengan begitu, kita telah melakukan langkah-langkah kecil yang dapat menyelamatkan Bumi kita dari kerusakan akibat limbah jeans.
Baca Juga
-
Penelitian Ungkap Mikroplastik Kini Ditemukan di Awan, Berpotensi Pengaruhi Iklim
-
Kamar Gerah Bikin Susah Tidur? Lakukan 7 Trik Sederhana Ini Agar Tetap Sejuk Tanpa AC
-
Menjaga Nostalgia, Merangkul Semua: Upaya Orutaku Club Agar Tetap Inklusif
-
Lebih dari Sekadar Panutan: Cara Anak Sulung Mengembangkan Diri Bersama di Persulungan
-
Eco Parenting, Cara Sederhana Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan pada Anak
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening
-
5 Pilihan Serum Anti-Aging Pria untuk Raih Wajah Segar dan Bebas Kerutan
-
5 Parfum Floral-Musk Terbaik untuk Wanita, Wangi Lembut tapi Memikat!
-
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun
-
Tidur Sekasur tapi Rasanya Seperti Teman Sekamar? Kenali 5 Tanda Pernikahan Sedang Sekarat
Terkini
-
Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan
-
Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'
-
Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu
-
Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan
-
Manga Gachiakuta Kembali Hiatus Tanpa Jadwal Kembali, Fans Harus Menunggu