suara hijau

Jeans: Fashion Item Populer yang Berdampak Buruk Bagi Lingkungan

Lintang Siltya Utami | Natasha Suhendra
Jeans: Fashion Item Populer yang Berdampak Buruk Bagi Lingkungan
Ilustrasi Celana Jeans (Pexels/NEOSiAM 2024+)

Jika membuka lemari pakaian, hampir setiap dari kita pasti menemukan satu item yang sama. Ya, item itu adalah jeans. Dengan berbagai macam jenis dan motif yang berbeda-beda. Secara tidak sadar, jeans telah menjadi bagian dari lifestyle yang selama bertahun-tahun lekat dengan masyarakat. 

Tidak sedikit orang yang memiliki lebih dari satu pasang jeans di lemari mereka. Jeans juga kerap menjadi pakaian yang digunakan sehari-hari. Oleh karena itu, kebanyakan dari kita mencucinya hampir setiap hari. Namun, apakah kita memang membutuhkan jeans yang banyak dan apa dampaknya bagi lingkungan ?  

Jeans, Fashion Item yang Dimiliki Semua Orang

Ilustrasi Orang Banyak Mengenakan Celana Jeans ( depositphotos.com/New Africa )
Ilustrasi Orang Banyak Mengenakan Celana Jeans ( depositphotos.com/New Africa )

Sebelum menjadi fashion andalan semua orang, celana jeans diciptakan sebagai pakaian kerja untuk para penambang dan petani. Namun di tahun 1950-an, jeans dipakai sebagai simbol perlawanan bagi anak muda dan mulai dipopulerkan kepada masyarakat melalui pagelaran busana dan film-film. 

Dikenal sebagai fashion item yang timeless dan mudah dipadupadankan, jeans selalu menjadi andalan bagi semua orang. Jeans juga merupakan pakaian yang paling populer di dunia. Model yang dimiliki juga beragam mulai dari skinny, baggy, straight, hingga slim

Selain harganya yang bervariasi, dapat dipakai semua umur dan kalangan juga menjadi faktor mengapa banyak orang memilikinya. Ketersediaannya pun sangat beredar luas di pasaran, baik secara online maupun offline

Dampak Lingkungan di Balik Produksi Jeans

Ilustrasi Proses Pewarnaan Jeans (Getty Image/ EyeEm Mobile GmbH)
Ilustrasi Proses Pewarnaan Jeans (Getty Image/ EyeEm Mobile GmbH)

Setiap tahunnya, jumlah orang yang menggunakan jeans terus meningkat. Hal ini diperkuat dengan data dari Cotton Incorporated pada 2025 yang menunjukkan bahwa adanya peningkatan sebanyak 48 persen terhadap pemakaian jeans. Dengan peningkatan ini, pastinya jumlah produksi jeans juga meningkat. 

Peningkatan jumlah produksi ini juga berdampak kepada lingkungan. Salah satu dampak terbesarnya adalah pada bahan dasar dari jeans, yaitu kapas. Pada proses penanamannya, kapas membutuhkan air dalam jumlah yang besar. Menurut PBB, sepasang jeans membutuhkan 1 kg kapas. Di mana 1 kg kapas, menghabiskan 7.500–10.000 liter air untuk tumbuh. Jika dibandingkan, hal ini setara dengan kebutuhan air minum untuk satu orang selama 10 tahun. 

Tidak hanya itu, pada proses pembuatan jeans juga dibutuhkan pewarna dan bahan kimia untuk menghasilkan warna biru yang khas. Jika limbah tidak dikelola dengan baik, hal ini tentunya dapat mencemari lingkungan, terutama di aliran air terbuka seperti sungai. Pewarna dan bahan kimia ini bukan hanya berbahaya bagi lingkungan, tetapi juga dapat berbahaya bagi pekerja.

Cara Menggunakan Jeans Secara Lebih Bijak

Lambang Sustainability dari Celana Jeans ( Pinterest / Sam Newberry )
Lambang Sustainability dari Celana Jeans ( Pinterest / Sam Newberry )

Menggunakan jeans secara bijak dapat dimulai dengan langkah yang sederhana, seperti memakainya lebih lama sebelum memutuskan untuk membeli jeans yang baru. Selain itu, membeli jeans terlalu banyak juga tidak disarankan, karena akan berdampak kepada lingkungan. 

Jeans juga pada dasarnya tidak perlu dicuci setiap kali dipakai, karena hal tersebut dapat membuat bahan denim lebih awet. Menurut Mohsin Sajid, seorang desainer denim, konsultan, dan pendidik fesyen terkemuka asal Inggris, merekomendasikan untuk tidak mencuci celana jeans pada bulan pertama dan jangan mencucinya terlalu sering, karena dengan begitu kita bisa terbiasa untuk tidak sering mencuci jeans yang kita miliki. 

Jika celana jeans mengalami kerusakan, cobalah untuk tidak segera membeli yang baru dan mereparasinya sebisa mungkin. Lalu, memilih menggunakan denim mentah juga sangat direkomendasikan karena belum melewati proses pencucian dan pewarnaan. Dengan begitu, kita telah melakukan langkah-langkah kecil yang dapat menyelamatkan Bumi kita dari kerusakan akibat limbah jeans. 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak