Hayuning Ratri Hapsari | Leonardus Aji Wibowo
Varian warna MacBook Neo (macstore.id)
Leonardus Aji Wibowo

MacBook baru dengan harga Rp11 jutaan mungkin terdengar tidak mungkin. Namun Apple kini mencoba mematahkan anggapan tersebut dengan memperkenalkan laptop baru bernama MacBook Neo yang diposisikan sebagai MacBook paling terjangkau.

Laptop ini dibanderol mulai 599 dolar AS atau sekitar Rp9–10 jutaan untuk varian RAM 8GB dengan penyimpanan 256GB. Sementara varian penyimpanan 512GB dijual sekitar 699 dolar AS atau setara Rp11–12 jutaan di pasar global.

Meski hadir sebagai MacBook dengan harga lebih rendah, Apple tetap mempertahankan desain premium yang selama ini menjadi ciri khas lini laptopnya. MacBook Neo menggunakan bodi aluminium daur ulang yang secara tampilan masih sangat mirip dengan MacBook Air maupun MacBook Pro.

Dari sisi layar, MacBook Neo mengusung panel Liquid Retina berukuran 13 inci. Layarnya masih cukup nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti menonton video, browsing, hingga mengerjakan dokumen.

Namun jika diperhatikan lebih dekat, bezel layar terlihat sedikit lebih tebal dibandingkan model MacBook yang lebih mahal. Laptop ini juga masih menggunakan refresh rate standar 60 Hz seperti MacBook Air.

MacBook Neo hadir dalam empat pilihan warna yaitu Silver, Blush, Citrus, dan Indigo. Warna-warna tersebut juga dibuat senada dengan keyboard serta bagian kaki laptop sehingga terlihat lebih estetik.

Untuk performa, MacBook Neo menggunakan chipset Apple A18 Pro yang sebelumnya juga digunakan pada iPhone kelas flagship. Chip ini memiliki konfigurasi 6-core CPU yang cukup bertenaga untuk menjalankan berbagai tugas harian.

Dalam pengujian benchmark, performa single-core chip A18 Pro mampu mencapai sekitar 3.500 poin. Angka tersebut cukup kompetitif untuk aktivitas ringan seperti membuka aplikasi, browsing, hingga pengolahan dokumen.

Namun untuk pekerjaan yang lebih berat seperti rendering video atau multitasking intensif, performanya masih berada di bawah MacBook yang menggunakan chip seri M seperti Apple M5 dan Apple M5 Max.

Dari sisi memori, MacBook Neo dibekali RAM 8GB yang cukup untuk kebutuhan dasar. Laptop ini tersedia dalam dua pilihan penyimpanan yaitu 256GB dan 512GB SSD.

Untuk konektivitas, MacBook Neo memiliki dua port USB-C di sisi kiri. Salah satunya merupakan USB 3 dengan kecepatan transfer hingga 10Gbps serta mendukung display output, sementara port lainnya adalah USB 2 yang dapat digunakan untuk pengisian daya dan transfer data standar.

Laptop ini juga masih menyediakan jack audio 3,5 mm untuk headphone atau earphone. Berbeda dengan MacBook Air dan Pro, MacBook Neo tidak dilengkapi port MagSafe sehingga pengisian daya dilakukan langsung melalui kabel USB-C.

Beberapa fitur premium juga dipangkas demi menekan harga. Keyboard MacBook Neo tidak memiliki backlight sehingga penggunaan di ruangan gelap bisa sedikit kurang nyaman.

Selain itu, trackpad pada MacBook Neo menggunakan mekanisme klik fisik, berbeda dengan MacBook Air dan Pro yang memakai teknologi haptic feedback.

MacBook Neo juga tidak dilengkapi kipas pendingin atau fan internal, mirip seperti MacBook Air. Dengan desain fanless ini, laptop dapat bekerja lebih senyap saat digunakan untuk aktivitas ringan.

Dengan kombinasi harga yang lebih terjangkau, desain premium, serta performa yang masih cukup responsif untuk penggunaan sehari-hari, MacBook Neo berpotensi menjadi pilihan menarik bagi pelajar, mahasiswa, maupun pengguna yang ingin mencoba ekosistem laptop Apple tanpa harus membeli MacBook Air atau MacBook Pro yang jauh lebih mahal.