Sekar Anindyah Lamase | Leonardus Aji Wibowo
KB Gantari yang berada dalam lingkungan pelayanan YAKKUM menghadirkan ruang belajar yang mendorong anak untuk bereksplorasi, berinteraksi, serta mengembangkan berbagai potensi sejak usia dini. (Dok pribadi/Leonardus Aji W)
Leonardus Aji Wibowo

Penggunaan gadget pada anak usia dini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan Open House, KB Gantari mengajak keluarga mengenal berbagai aktivitas bermain kreatif sebagai alternatif stimulasi perkembangan anak.

KB Gantari merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang berfokus pada pendampingan tumbuh kembang anak melalui pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan. Dalam proses pembelajarannya, KB Gantari yang berada dalam lingkungan pelayanan YAKKUM menghadirkan ruang belajar yang mendorong anak untuk bereksplorasi, berinteraksi, serta mengembangkan berbagai potensi sejak usia dini.

Sebagai bagian dari penyelenggaraan Open House 2026, KB Gantari turut berkolaborasi dengan ruang Creative (rC), ruang kolaboratif yang berfokus pada pengembangan identitas brand, strategi kreatif, dan komunikasi visual. Melalui kolaborasi bersama PRY YAKKUM dan KB Gantari, ruang Creative (rC) berperan dalam perancangan serta pelaksanaan kegiatan fashion show anak.

Salah satu founder ruang Creative (rC), Maxi Fernando Abdi Wargo, mengatakan Open House KB Gantari 2026 dirancang sebagai ruang bagi orang tua dan masyarakat untuk melihat secara langsung proses pembelajaran yang diterapkan di sekolah.

“Open House KB Gantari 2026 ini dibuat untuk melihat secara langsung mengenai suasana belajar, kreativitas, kepercayaan diri, serta pendekatan pendidikan yang diterapkan di KB Gantari melalui pengalaman yang dapat dirasakan langsung oleh orang tua dan masyarakat,” ujar Maxi saat ditemui Yoursay, Jumat (12/6/2026).

Kolaborasi tersebut menghadirkan konsep kegiatan yang interaktif dan terstruktur, khususnya dalam pelaksanaan fashion show anak. Melalui pendekatan kreatif tersebut, anak-anak diberikan ruang untuk menampilkan kreativitas, keberanian, serta kepercayaan diri mereka di hadapan masyarakat.

Open House KB Gantari digelar pada Jumat (12/6/2026) dengan menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pentas seni, fashion show anak, hingga aktivitas bermain berbasis sensorik. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk menunjukkan hasil pembelajaran sekaligus mengenalkan pendekatan pendidikan yang diterapkan di KB Gantari.

Kepala Sekolah KB Gantari, Sri Rejeki, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan kepada masyarakat bahwa pembelajaran anak usia dini dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan dan mendukung perkembangan anak.

“Selama satu tahun ini akan ada pentas seni untuk anak-anak, kemudian juga hasil karya anak-anak KB Gantari selama di kelas. Kami juga ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa di KB Gantari ini ada banyak kegiatan seru yang bisa menstimulasi tumbuh kembang anak usia dini,” ujar Sri Rejeki saat ditemui Yoursay, Jumat (12/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diberikan kesempatan untuk tampil melalui sejumlah pertunjukan seni, seperti Gundul-Gundul Pacul, Pesona Indonesia, Yamko Rambe Yamko, serta Tari KB Gantari. Selain itu, terdapat pula fashion show dengan tema hobi atau cita-cita anak yang dirancang untuk melatih keberanian dan rasa percaya diri.

Selain pertunjukan seni, KB Gantari juga menghadirkan aktivitas messy play dan claydate sebagai bentuk pembelajaran melalui pengalaman langsung. Sri Rejeki menjelaskan bahwa kegiatan tersebut membantu anak mengeksplorasi kemampuan motorik kasar, motorik halus, hingga kemampuan sensorik melalui proses bermain.

“Fitrahnya anak itu kan bermain, eksplorasi untuk mengembangkan fondasi mereka sebelum mereka siap di tingkat pendidikan selanjutnya, melalui aktivitas motorik, motorik halus, motorik kasar, kemudian juga sensorinya,” kata Sri Rejeki.

Tidak hanya berfokus pada aktivitas anak, Open House KB Gantari juga menghadirkan sesi parenting dengan tema meminimalisir penggunaan gadget dan memilih tontonan sehat bagi anak. Sri Rejeki menyebut penggunaan gadget tidak dapat sepenuhnya dihindari pada era saat ini, tetapi orang tua tetap perlu memberikan pendampingan agar penggunaannya tetap seimbang.

“Gadget itu ada positif juga ada negatifnya. Gadget juga punya dampak positif, seperti memvisualisasikan anak-anak ketika mereka mau mengenal sesuatu, tetapi penggunaan gadget yang berlebihan juga berdampak buat anak-anak,” jelas Sri Rejeki.

Melalui sesi parenting tersebut, KB Gantari ingin memberikan inspirasi kepada orang tua mengenai berbagai aktivitas alternatif yang dapat dilakukan bersama anak tanpa bergantung pada gadget. Sri Rejeki berharap orang tua dapat menemukan cara bermain yang mendukung kreativitas serta perkembangan anak secara optimal.

“Harapannya orang tua punya inspirasi kegiatan menarik untuk anak. Kemudian anak-anak lebih termotivasi untuk mengeksplor motorik kasar dan motorik halusnya, sensorinya juga lebih termotivasi untuk bermain yang sehat dan kreatif,” tuturnya.

Selain mendukung perkembangan individu anak, KB Gantari juga menerapkan pendekatan pendidikan inklusif dengan memberikan ruang interaksi bagi seluruh peserta didik. Sri Rejeki mengatakan lingkungan belajar yang beragam dapat membantu anak terbiasa berinteraksi dengan anak-anak disabilitas sejak usia dini.