Di saat banyak produsen teknologi berlomba menghadirkan smartwatch dengan layar yang semakin besar dan fitur yang semakin kompleks, Google justru mengambil langkah berbeda. Perusahaan tersebut memperkenalkan Fitbit Air, perangkat wearable tanpa layar yang berfokus pada pemantauan kesehatan sepanjang hari.
Kehadiran Fitbit Air menarik perhatian karena menawarkan pendekatan yang berbeda dibanding sebagian besar perangkat wearable saat ini. Alih-alih menonjolkan notifikasi dan fitur hiburan, perangkat ini dirancang untuk membantu pengguna memahami kondisi tubuh mereka melalui pemantauan kesehatan yang berlangsung sepanjang hari.
Melansir blog resmi Google pada Rabu (3/6/2026), Fitbit Air diperkenalkan untuk pengguna yang menganggap perangkat kesehatan saat ini terlalu besar, terlalu rumit, atau terlalu mahal. Google menyebut perangkat ini dirancang agar sederhana, terjangkau, dan nyaman digunakan selama 24 jam penuh.
Google menjelaskan bahwa desain tanpa layar tersebut sengaja dibuat untuk mengurangi distraksi digital. Dengan begitu, pengguna dapat tetap fokus menjalani aktivitas sehari-hari tanpa terganggu notifikasi yang terus muncul di pergelangan tangan.
Meski hadir dengan desain minimalis, Fitbit Air dibekali berbagai sensor kesehatan yang cukup lengkap. Perangkat ini mendukung pemantauan detak jantung 24 jam, pemantauan ritme jantung dengan peringatan Afib, pengukuran SpO2, resting heart rate, serta heart rate variability atau HRV.
Selain itu, Fitbit Air juga mampu menganalisis kualitas tidur pengguna secara lebih rinci. Data yang dikumpulkan mencakup tahapan tidur, durasi istirahat, hingga berbagai indikator yang berkaitan dengan pemulihan tubuh.
Google menyebut seluruh informasi tersebut akan diolah melalui Google Health untuk menghasilkan wawasan kesehatan yang lebih mendalam. Pendekatan ini memungkinkan pengguna memperoleh gambaran kondisi tubuh mereka tanpa harus memahami data kesehatan yang rumit.
Kehadiran Fitbit Air langsung mengingatkan banyak orang pada Whoop yang lebih dulu dikenal sebagai wearable tanpa layar. Keduanya sama-sama mengusung konsep perangkat yang berfokus pada kesehatan, kualitas tidur, dan pemulihan tubuh dibanding fitur hiburan.
Meski tidak menyebut Whoop secara langsung, Fitbit Air dinilai membawa pendekatan yang berada di segmen pasar yang serupa. Hal tersebut membuat perangkat terbaru Google ini berpotensi menjadi alternatif bagi pengguna yang menginginkan pengalaman wearable yang lebih sederhana.
Salah satu aspek yang cukup menarik adalah strategi yang diterapkan Google pada perangkat ini. Fitbit Air dibanderol mulai 99,99 dolar AS atau Rp 1,6 jutaan dan sudah mencakup masa uji coba tiga bulan Google Health Premium.
Google juga memperkenalkan dukungan Google Health Coach yang ditenagai teknologi Gemini. Fitur tersebut dirancang untuk memberikan rekomendasi kesehatan dan kebugaran yang lebih personal berdasarkan data yang dikumpulkan perangkat.
Dengan desain yang ringan dan profil yang rendah, perangkat ini juga dirancang agar nyaman digunakan saat beraktivitas maupun ketika tidur. Faktor kenyamanan menjadi salah satu fokus utama karena Fitbit Air ditujukan untuk dipakai sepanjang hari.
Melalui Fitbit Air, Google tampaknya tidak sekadar meluncurkan perangkat baru. Perusahaan tersebut juga menawarkan cara pandang berbeda mengenai wearable kesehatan, yaitu perangkat yang bekerja di latar belakang sambil membantu pengguna memahami tubuh mereka dengan lebih baik.
Baca Juga
-
Mobil F1 Kini Jadi Sandal? Crocs dan Red Bull Racing Bikin Gebrakan Unik
-
Prambanan Tak Hanya soal Candi, Sun Flower Angel Tawarkan Nuansa Fantasi!
-
Tak Sekadar Game Anak, Roblox Jadi Wadah Kompetisi Musik dan Ruang Berkarya
-
Tak Perlu Putus-Sambung Bluetooth, Headphone Vivo Dukung 3 Gadget Sekaligus
-
Melawan Arus Tren: Rahasia Converse Chuck Taylor Tetap Relevan di Era Modern
Artikel Terkait
-
Review Panasonic TH-43NX600G: Google TV 4K dengan Kualitas Visual "Real" ala 3D
-
Bingung Pilih Smart TV atau Google TV? Simak Perbedaannya sebelum Beli
-
Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia
-
Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah
-
Baru Ada di Jakarta dan Jogja, Menkes Dorong Layanan Transplantasi Hati Hadir di 34 Provinsi
Lifestyle
-
5 Skin Booster Toner untuk Hidrasi Maksimal hingga Lapisan Kulit Dalam
-
Mobil F1 Kini Jadi Sandal? Crocs dan Red Bull Racing Bikin Gebrakan Unik
-
Asus ProArt P16 Resmi Meluncur: Laptop Kreator Konten di Era AI dengan Superchip Nvidia RTX Spark
-
4 Moisturizer 2 in 1 Solusi Hemat untuk Wajah Glowing dan Skin Barrier Kuat
-
Mau ke Garut? Ini 4 Tips Naik Kereta Lokal yang Jarang Diketahui Penumpang
Terkini
-
Sidang Nadiem Mati Lampu Pas Buka Bukti Kunci, Netizen Cium Sabotase
-
Dipakai 5 Menit, Dibuang Selamanya: Mengapa Kamu Harus Mulai Bawa Alat Makan Sendiri
-
Ulasan Novel Sayap Berlian, Fantasi Seru dengan Plot Mengejutkan
-
Prambanan Tak Hanya soal Candi, Sun Flower Angel Tawarkan Nuansa Fantasi!
-
The Book of Everyday Things: Temukan Makna Hidup Lewat Benda di Sekitarmu!