Kata siapa menerapkan gaya hidup less waste itu ribet dan harus langsung ekstrem? Banyak orang mengira less waste hanya sebatas membawa botol minum sendiri atau menghindari belanja online agar tidak menghasilkan sampah bungkus paket. Padahal, esensi dari less waste adalah meminimalkan jejak kerusakan lingkungan dari aktivitas kita sehari-hari, termasuk dalam hal menghemat energi dan mengelola sisa makanan.
Menerapkan gaya hidup ini sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal kecil di rumah. Seperti beberapa kebiasaan harian berikut ini yang membuktikan bahwa less waste lifestyle itu sangat dekat dengan kehidupan kita. Yuk, simak!
1. Memanfaatkan Sisa Makanan Dapur untuk Pakan Ternak
Tahukah kamu? Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), komposisi sampah terbesar di Indonesia justru didominasi oleh sampah sisa makanan (food waste), yang mencapai sekitar 40% dari total seluruh sampah nasional. Angka yang fantastis bukan?
Nah, salah satu cara paling efektif untuk memotong jalur sampah organik ini ke TPA adalah dengan memanfaatkannya kembali di rumah.
Di daerah pedesaan atau rumah yang masih memiliki pekarangan, sisa-sisa sayuran, nasi, atau lauk yang tidak habis bisa langsung dialokasikan menjadi pakan ternak, seperti ayam peliharaan. Ibu saya selalu berpesan agar nasi yang sisa jangan sampai ada yang dibuang tapi disimpan untuk pakan ayam nanti.
Dengan begitu, siklusnya berputar dengan baik: tidak ada makanan yang terbuang sia-sia, dan kita pun bisa menghemat biaya pakan ternak.
2. Ritual "Cabut Colokan" Sebelum Keluar Rumah
Kebiasaan sepele yang sering diabaikan adalah membiarkan charger HP, kabel TV, atau magic com tetap terpasang di sakelar meski sedang tidak digunakan. Faktanya, perangkat elektronik yang kabelnya tetap menancap itu tetap menyedot arus listrik diam-diam, atau yang biasa disebut vampire power.
Arus listrik yang mengalir terus-menerus ini jelas membuat tagihan atau tunggakan listrik rumah tangga perlahan tapi pasti jadi membengkak.
Dengan membiasakan diri mencabut semua perlengkapan listrik sebelum keluar rumah, kita tidak hanya menyelamatkan dompet dari boncos, tapi juga berkontribusi langsung dalam mengurangi polusi dan laju pemanasan global akibat penggunaan energi fosil yang berlebihan.
3. Bijak Mengatur Suhu AC, Jangan Asal Set ke 16°C!
Siapa yang kalau gerah langsung refleks menyetel AC ke suhu paling rendah alias 16°C? Mulai sekarang, yuk ubah kebiasaan tersebut. Menyetel AC ke suhu ekstrem justru membuat kompresor bekerja super keras secara konstan, yang berujung pada borosnya konsumsi energi listrik.
Rentang suhu ruangan yang paling ideal dan direkomendasikan untuk wilayah tropis seperti Indonesia sebenarnya berada di angka 22°C hingga 25°C (atau maksimal diatur di suhu hemat energi sekitar 24°C–26°C).
Di rentang suhu ini, ruangan sudah cukup sejuk, kinerja mesin AC lebih awet, dan konsumsi listrik tetap terkendali. Jadi, lupakan mitos menyetel AC ke 16°C kalau mau bumi kita tetap "adem", ya!
4. Menimbun Cucian: Mencuci Baju dalam Jumlah Besar Sekaligus
Meski kadang butuh usaha ekstra untuk menahan diri melihat tumpukan baju di keranjang, mencuci pakaian dalam jumlah besar sekaligus jauh lebih ramah lingkungan daripada mencuci sedikit-sedikit setiap hari.
Mencuci sekaligus secara berkala dapat menghemat volume air bersih dalam jumlah yang signifikan dan memangkas penggunaan daya listrik (baik untuk mesin cuci maupun pengering).
Selain itu, kita juga bisa meminimalkan jumlah limbah detergen yang terbuang ke saluran air. Walau kebiasaan ini masih dalam tahap pembiasaan dan butuh konsistensi, ini adalah langkah nyata yang sangat layak untuk terus diusahakan.
Gaya hidup less waste itu bukan tentang menjadi sempurna dalam satu malam, melainkan tentang kesadaran untuk melakukan perubahan kecil secara konsisten. Dari keempat kebiasaan di atas, mana nih yang sudah mulai kamu terapkan di rumah?
Baca Juga
-
Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang
-
Berburu Kuliner Legendaris di Batam: Kelezatan Mie Tarempa dan Luti Gendang
-
Saat Keni Belajar Berkata Tidak
-
Lontong Medan: Kuliner "Ramai" yang Bikin Rindu, Wajib Ada Mi!
-
Bukan Cuma Juara 1 Jaringan, Ini Alasan Saya Setia Pakai XL Sejak Dahulu
Artikel Terkait
-
Bukan Lagi Urusan TPA, Kini Sampah Adalah Urusan Kita Semua
-
Menerapkan 'No Buy Day' Bisa Jadi Langkah Awal Kurangi Sampah, Berani Coba?
-
Mindful Consumption: Prinsip Mahal di Era Digital, Kamu Bisa Terapkan?
-
Dipakai 5 Menit, Dibuang Selamanya: Mengapa Kamu Harus Mulai Bawa Alat Makan Sendiri
-
Belajar Less Waste dari Selembar Tisu, Kenapa Perlu Stop Ambil Berlebihan?
Lifestyle
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari
-
Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM
-
Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!
Terkini
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?
-
Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2
-
Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan