Sekar Anindyah Lamase | Nugraha Nugraha
Ilustrasi iPhone (pexels/Tomasz Kulesa)
Nugraha Nugraha

Baterai merupakan salah satu komponen terpenting pada iPhone. Sayangnya, masih banyak pengguna yang tanpa sadar memiliki kebiasaan mengisi daya yang justru mempercepat penurunan kesehatan baterai. Padahal, baterai lithium-ion yang digunakan iPhone dirancang agar mampu bertahan selama bertahun-tahun apabila digunakan dan diisi daya dengan cara yang benar.

Musuh utama baterai lithium-ion sebenarnya bukan sekadar frekuensi pengisian daya, melainkan panas berlebih. Saat proses pengisian berlangsung, baterai memang secara alami menghasilkan panas. Namun jika suhu perangkat semakin tinggi akibat kebiasaan yang kurang tepat, proses degradasi baterai akan berlangsung lebih cepat sehingga kapasitasnya terus menurun.

Agar umur baterai iPhone tetap panjang dan performanya tetap optimal, berikut empat kebiasaan yang sebaiknya dihindari saat mengisi daya.

1. Terlalu sering mengisi daya hingga 100 persen

Charging hp (pexels/Rann Vijay)

Banyak pengguna merasa baterai harus selalu terisi penuh hingga 100 persen agar bisa digunakan lebih lama. Padahal, baterai lithium-ion justru tidak menyukai kondisi tersebut jika terjadi secara terus-menerus.

Saat kapasitas baterai mencapai 100 persen, sel baterai menerima tekanan tegangan yang lebih tinggi. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, misalnya karena ponsel terus terhubung ke charger setelah penuh, proses penuaan kimia pada baterai akan berlangsung lebih cepat. Akibatnya, kapasitas maksimum baterai akan menurun lebih cepat dibandingkan penggunaan normal.

Apple sendiri kini menyediakan fitur Charge Limit pada iPhone 15 dan model yang lebih baru. Fitur ini memungkinkan pengguna membatasi pengisian daya di angka tertentu, misalnya 80 atau 90 persen. Dengan begitu, baterai tidak selalu berada dalam kondisi penuh sehingga kesehatan baterai dapat lebih terjaga dalam jangka panjang.

2. Tidak mengaktifkan Optimized Battery Charging

Charging hp (pexels/Rann Vijay)

Bagi pengguna iPhone yang belum memiliki fitur batas pengisian daya, Apple juga menyediakan solusi lain melalui fitur Optimized Battery Charging.

Fitur ini akan mempelajari pola penggunaan sehari-hari. Saat pengguna mengisi daya semalaman, iPhone akan menghentikan pengisian di sekitar 80 persen terlebih dahulu, kemudian baru melanjutkannya hingga penuh menjelang waktu perangkat biasanya digunakan.

Cara ini membantu mengurangi waktu baterai berada dalam kondisi penuh sehingga tekanan pada sel baterai juga berkurang. Fitur ini sangat berguna bagi pengguna yang memiliki kebiasaan mengisi daya sebelum tidur tanpa harus khawatir baterai berada di angka 100 persen sepanjang malam.

Untuk mengaktifkannya, cukup masuk ke Pengaturan, pilih Baterai, kemudian buka menu Pengisian Daya dan aktifkan Optimized Battery Charging.

3. Bermain Game saat Mengisi Daya

Bermain game (pexels/I'm Zion)

Kebiasaan lain yang sering dilakukan adalah tetap menggunakan iPhone untuk bermain game atau menjalankan aplikasi berat ketika sedang diisi daya.

Aktivitas seperti bermain PUBG Mobile, Genshin Impact, mengedit video, atau melakukan rendering membuat prosesor bekerja lebih keras sehingga membutuhkan konsumsi daya yang lebih tinggi. Semakin tinggi konsumsi daya, semakin besar pula panas yang dihasilkan.

Padahal, proses pengisian daya sendiri sudah menghasilkan panas secara alami. Ketika kedua kondisi tersebut terjadi bersamaan, suhu perangkat akan meningkat jauh lebih tinggi dibandingkan penggunaan biasa. Dalam jangka panjang, panas berlebih inilah yang dapat mempercepat penurunan kesehatan baterai.

Karena itu, saat iPhone sedang diisi daya, sebaiknya hindari aktivitas berat dan gunakan perangkat hanya untuk kebutuhan ringan seperti membalas pesan atau mengecek notifikasi jika memang diperlukan.

4. Menggunakan Charger yang tidak bersertifikasi Apple

Charger HP (pexels/ ready made)

Tidak sedikit pengguna yang memilih charger murah tanpa memperhatikan kualitas maupun sertifikasi yang dimilikinya. Padahal, penggunaan charger yang tidak memenuhi standar dapat menimbulkan berbagai risiko.

Pengisi daya yang kualitasnya kurang baik berpotensi menghasilkan arus listrik yang tidak stabil sehingga suhu perangkat menjadi lebih tinggi. Dalam kondisi tertentu, penggunaan charger semacam ini juga dapat mempercepat kerusakan port pengisian daya bahkan memengaruhi komponen internal iPhone.

Karena itu, Apple menyarankan penggunaan charger asli atau aksesori yang telah memiliki sertifikasi MFi (Made for iPhone). Sertifikasi ini menunjukkan bahwa produk telah memenuhi standar keamanan dan kompatibilitas yang ditetapkan Apple sehingga proses pengisian daya menjadi lebih aman.

Jika membeli charger dari merek pihak ketiga, pastikan produk tersebut berasal dari produsen terpercaya dan benar-benar memiliki sertifikasi MFi. Hindari hanya tergiur harga murah karena kualitas komponen di dalam charger juga sangat menentukan keamanan perangkat.

Menjaga kesehatan baterai iPhone sebenarnya tidak sulit. Dengan menghindari kebiasaan seperti selalu mengisi daya hingga 100 persen, mengaktifkan fitur Optimized Battery Charging, tidak memainkan game berat saat mengisi daya, serta menggunakan charger yang telah bersertifikasi Apple, umur baterai dapat bertahan jauh lebih lama. Kebiasaan sederhana tersebut juga membantu menjaga performa iPhone tetap optimal sehingga perangkat tetap nyaman digunakan selama bertahun-tahun.