Transportasi umum bukan hal baru buatku karena aku sudah mengenalnya sejak SMA tahun 99 di Semarang. Walaupun moda transportasi umum masih terbatas berupa bus dan mikrolet namun itu sudah membantu pelajar karena biayanya yang murah.
Saat tahun 2007 pindah ke Jakarta dulu naik transportasi umum seperti uji nyali karena penuh sesak, banyak copet, preman, pengamen, sopir ngebut dan sering kecelakaan. Bus Transjakarta pun fasilitasnya memprihatinkan seperti pintu yang tidak tertutup, AC mati, lantai yang mengelupas, atap bus yang bocor.
Perlahan tapi pasti perbaikan transportasi umum mulai terlihat dari halte yang ditambah menjangkau Jabodetabek, armada yang banyak, frekuensi kedatangan yang sering, waktu kedatangan yang bisa dipantau dll. Masyarakat pun bisa memberikan kritik dan saran melalui media sosial terkait transportasi umum.
Sampai saat ini aku pun masih menggunakan transportasi umum karena ada beberapa alasan antara lain :
1. Murah
Dengan biaya sekitar Rp.3500 untuk Transjakarta, Rp.5000 untuk Commuter Line, Rp. 9000 - Rp 14.000 untuk MRT dan LRT sangat membantu karena bisa menghemat pengeluaran transportasi umum setiap harinya. Apalagi kini transportasi umum bekerja sama dengan dompet dan bank digital sehingga bisa gratis sampai 10x bahkan hanya membayar Rp 5 nah promo ini tentu bisa memudahkan saat tanggal tua.
2. Cepat
Transportasi umum di Jakarta memiliki jalur sendiri sehingga terbebas dari macet dan mengurangi waktu perjalanan menjadi lebih singkat. Bagi pekerja kantoran maupun masyarakat umum ini menjadi penting karena bisa sampai di tempat tujuan tepat waktu atau lebih awal.
3. Aman
Keamanan menjadi penting bagi pengguna transportasi umum karena setiap orang ingin tiba di tempat tujuan tanpa kehilangan barang atau mengalami gangguan. Saya pernah mengalami kecopetan ponsel saat di bis umum yang membuatku takut naik transportasi umum namun sekarang lebih baik karena ada petugas yang memantau dan cctv sehingga apabila ada laporan kehilangan bisa cepat teratasi.
4. Sehat
Gaya hidup sehat sekarang menjadi tren di ibukota seperti lari, hyrox, padel, pilates membuat orang pun termotivasi bergerak salah satunya dengan menggunakan transportasi umum. Semenjak menggunakan transportasi umum aku jadi lebih sering berjalan kaki dan naik turun tangga sehingga kalori yang terbakar lebih banyak juga mengurangi rasa malas gerak alias mager.
5. Ramah lingkungan
Yang bikin aku bangga menggunakan transportasi umum ialah aku ikut berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang emisi terbesar di Indonesia bahkan 87% dari transportasi darat. Kalau semakin banyak orang menggunakan transportasi umum maka emisi karbon akan berkurang, udara semakin bersih dan mengurangi dampak pemanasan global.
Lima alasan ini terlihat sederhana namun jika dilakukan dengan konsisten dan massal bisa membawa perubahan besar di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus berbenah memperbaiki fasilitas transportasi umum seperti kapal laut, kereta api, pesawat udara, bus juga fasilitas pendukungnya seperti pelabuhan, rel kereta api, bandara, stasiun dan terminal.
Sekarang naik transportasi umum sudah menjadi gaya hidup generasi milenial dan gen z di kota besar karena banyak manfaat yang didapat. Dulu naik transportasi umum untuk kalangan menengah kebawah sekarang menengah ke atas pun menggunakan karena kemudahan akses dan fasilitas yang nyaman digunakan seperti mushola, minimarket, mesin untuk mengisi kartu uang digital, toilet dan lainnya.
Yuk naik transportasi umum dan wujudkan Net Zero Emission di tahun 2060.
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Suara Komunitas Menuju Transportasi yang Inklusif
-
Bye Flek Hitam dan PIH! 4 Pelembap Cysteamine Ini Buat Wajah Cerah Merata
-
Jebakan Budaya "Ewuh Pakewuh": Kenapa Warga +62 Sering Jadi People Pleaser?
-
Lawan Penuaan! 4 Hydrogel Mask Adenosine Bikin Wajah Kencang dan Kenyal
-
Kulit Auto Cerah dan Glowing, Cek 5 Wash-Off Mask Andalan untuk Kulit Kusam
Terkini
-
Tidak Harus Rapi, Inilah Keindahan Taman dalam Buku "The Weedy Garden"
-
Mitchell Baker Langsung Hattrick, Garuda Temukan Predator Kotak Penalti
-
Hadirnya Sebuah Ruang Inklusif bagi Pengguna Commuter Perempuan
-
Nasib Sekuel Film Dungeons & Dragons Honor Among Thieves, Batal Digarap?
-
Naik Transum, Aku Belajar Jatuh Cinta dengan Jakarta