Sekar Anindyah Lamase | Desyta Rina Marta Guritno
Jl. A. Yani Nganjuk (Dok. Pribadi/Desyta Rina Marta Guritno)
Desyta Rina Marta Guritno

Jalan A. Yani merupakan salah satu jalan utama yang ada di Kabupaten Nganjuk, letaknya yang tepat berada di tengah kota membuat jalan ini dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Nganjuk.

Tak hanya terkenal karena letaknya yang berada di pusat kota, kawasan ini hingga sekarang juga diketahui sebagai pusat dagang, segala macam toko ada di sini, mulai dari pakaian, alat tulis, elektronik, dan kebutuhan rumah tangga.

Pasar Wage yang menjadi jujukan warga Nganjuk untuk berbelanja kebutuhan pokok, sebelumnya juga berada di kawasan ini. Setiap ada hajatan besar, masyarakat Nganjuk selalu datang ke sini untuk membeli berbagai macam sayur karena lengkap dan lebih murah.

Tak heran jika setiap pagi hingga sore, jalan ini hampir tidak pernah benar-benar sepi. Kendaraan lalu-lalang, sementara masyarakat datang dan pergi untuk berbelanja.

Suasana tersebut membuat Jalan A. Yani memiliki karakter tersendiri sebagai salah satu kawasan yang sejak lama menjadi bagian dari denyut kehidupan Kota Nganjuk.

Akan tetapi, A. Yani beberapa tahun belakangan mulai mengalami perkembangan fungsi. Jika dulunya orang datang ke A. Yani tujuan utamanya adalah transaksi jual beli dan aktivitas di sana identik dengan perdagangan tradisional, kini suasananya sudah mulai berubah.

Aktivitas perdagangan tetap berjalan seperti dulu, hanya saja Pasar Wage kini sebagian sudah di pindah ke sisi barat Jalan A. Yani, sebagian lagi masih di posisi yang sama.

Bekas Pasar Wage yang dulu kini diubah menjadi ruang terbuka bagi masyarakat yang dinamakan Taman Nyawiji. Di sini masyarakat bisa melakukan banyak aktivitas, mulai dari olahraga, berdagang, mencari spot foto, hingga nongkrong.

Kemudian, Jalan A. Yani yang dulunya dibuat dua arah kini menjadi hanya satu arah, membuat arus lalu lintas jadi lebih teratur. Pohon-pohon tua yang ada di tepi jalan juga ditebang dan diganti pohon tabebuya, juga trotoar yang dibangun lebih lebar kemudian dihiasi dengan lampu-lampu estetik.

A. Yani Kini Juga jadi Tempat Nongkrong

Jl. A. Yani Nganjuk (Dok. Pribadi/Desyta Rina Marta Guritno)

Wajah baru Jalan A. Yani ini perlahan membuka minat warga Nganjuk untuk lebih banyak beraktivitas di kawasan tersebut. Kini masyarakat juga memiliki alasan lain untuk berkunjung, mulai dari menikmati kuliner hingga sekadar menghabiskan waktu bersama teman.

Meningkatnya aktivitas masyarakat kemudian menjadi peluang bagi para pelaku usaha. Pengusaha di bidang food and beverage (F&B) mulai melihat Jalan A. Yani sebagai lokasi yang potensial untuk membuka usaha.

Kafe, angkringan, kedai, hingga warung makan pun mulai bermunculan dan ikut memberikan warna baru pada kawasan yang sejak dulu dikenal sebagai pusat perdagangan ini.

Kalau kamu berkunjung ke A. Yani, khususnya bagian selatan, kini sudah banyak kafe-kafe yang buka 24 jam dan dipenuhi anak muda.

Begitupula dengan kuliner malam yang beragam mulai dari nasi pecel, soto, sambelan, hingga kuliner luar negeri juga ada di sini. Jadi, kalau kamu lapar malam-malam, tinggal datang saja ke kawasan ini.

Kalau dulu A. Yani hanya ramai di siang hari karena aktifitas dagangnya, sekarang jalan ini jadi lebih hidup dengan perubahan tata kotanya.

Tanpa meninggalkan fungsi utama serta ciri khasnya sebagai pusat dagang, A. Yani mampu menjadi salah satu daya tarik utama masyarakat Nganjuk dan luar kota.

Pada akhirnya, Jalan A. Yani tetap menjadi salah satu kawasan yang lekat dengan kehidupan masyarakat Nganjuk. Wajahnya memang berubah mengikuti perkembangan, tapi perannya sebagai tempat bertemunya masyarakat, beraktivitas, berbelanja, hingga sekadar menikmati suasana kota tetap bertahan hingga sekarang.