Sepatu lokal Aerostreet menghadirkan Toleranshoes "One Step of Peace" sebagai bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Berbeda dari koleksi kemerdekaan pada umumnya, produk ini membawa pesan tentang keberagaman dan toleransi.
Antusiasme masyarakat terhadap koleksi tersebut pun terbilang tinggi, sebanyak 1.945 pasang Toleranshoes yang disiapkan Aerostreet dinyatakan habis terjual hanya dalam waktu 35 detik setelah penjualan dibuka pada Senin (17/8/2026) pada pukul 12.00 WIB.
Melalui akun Instagram resmi @Aerostreet, Aerostreet memperkenalkan Toleranshoes dengan menggandeng enam tokoh lintas agama dalam kampanyenya. Keenam tokoh tersebut berasal dari latar belakang agama yang berbeda, mulai dari pendeta, bli, bhante, habib, romo, hingga jiao sheng.
Mereka adalah Husein Hadar, Dhira Punno, Adon Syukmana, Dyaksana, D1antara, dan Kris Tan. Kehadiran keenam tokoh tersebut menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan Aerostreet bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi seseorang untuk berjalan bersama.
Salah satu momen yang menarik perhatian dalam kampanye Toleranshoes adalah ketika seorang bhikkhu tetap tampil tanpa mengenakan sepatu. Hal tersebut dilakukan untuk mengikuti prinsip hidup dan keyakinannya.
Momen ini justru memperkuat pesan toleransi yang dibawa dalam kampanye, toleransi tidak selalu berarti semua orang harus melakukan atau menggunakan hal yang sama, melainkan memberikan ruang bagi setiap orang untuk menjalankan keyakinan dan pilihannya.
Toleranshoes diproduksi dalam jumlah terbatas, yakni 1.945 pasang. Jumlah tersebut merujuk pada tahun 1945, tahun ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Koleksi ini dijual pada Senin (17/8/2026) pukul 12.00 WIB melalui toko resmi Aerostreet di Shopee.
Sepatu ini dibanderol Rp81.900, angka yang mengikuti momentum peringatan kemerdekaan Indonesia ke-81. Kombinasi angka 1.945 pasang dan harga Rp81.900 pun sekaligus menjadi cara Aerostreet menghadirkan dua momen dalam satu produk yakni tahun proklamasi dan usia kemerdekaan Indonesia saat ini.
Di balik jumlah produksi yang terbatas dan penjualan yang berlangsung cepat, Toleranshoes juga memiliki tujuan sosial.
Seluruh hasil penjualan koleksi ini akan didonasikan kepada Abah Anang, seorang veteran kemerdekaan Indonesia yang kini telah berusia lebih dari 100 tahun.
Donasi ini menjadi bagian dari kampanye untuk menghubungkan semangat kemerdekaan dengan penghargaan terhadap generasi yang pernah berjuang dalam perjalanan bangsa.
Kehadiran Toleranshoes pun menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat dikemas melalui berbagai cara. Bukan hanya lewat simbol merah putih, tetapi juga melalui pesan tentang keberagaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan enam tokoh lintas agama yang berjalan dalam satu kampanye, Aerostreet membawa pesan bahwa perbedaan tidak harus menjadi batas. Setiap orang boleh menempuh langkah yang berbeda, tetapi tetap bisa berjalan berdampingan tanpa harus menghilangkan identitas dan keyakinan masing-masing.
Baca Juga
-
Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin
-
Semarak HUT RI, Ini 5 Lomba Tradisional dari Berbagai Daerah di Indonesia
-
Tak Melulu Merek Luar, ini 6 Sepatu Lokal yang Gak Kalah Keren!
-
4 Cara Digital Detox untuk Mengurangi Ketergantungan pada Gadget
-
Setelah 10 Tahun Cristiano Ronaldo Akhirnya Menikahi Georgina Rodriguez
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Cari Monitor 27 Inch 2K? Ini 5 Pilihan Terbaik Mulai Rp2 Jutaan Aja
-
Wajah Baru Jalan A. Yani Nganjuk: Jadi Pusat Dagang Hingga Spot Nongkrong
-
Bye Kulit Kering! 4 Moisturizer Cream Rp50 Ribuan untuk Skin Barrier Sehat
-
4 Physical Sunscreen SPF 50 Aman untuk Lindungi Kulit Sensitif saat Outdoor
-
4 Masker Jelly Niacinamide Ampuh Hempaskan Kusam dan PIH, Cuma Rp30 Ribuan
Terkini
-
Dua Pria di Satu Atap: Mengurai Jarak dan Gengsi Antara Anak dan Ayah
-
Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Kisah Kelam Perempuan Indonesia di Era Pendudukan Jepang
-
Denny Sumargo Tampil Emosional di Baby Udon, Kisah Nyata Fanny dan Hajime Jadi Pesan Harapan
-
Rilis September, Minho SHINee Umumkan Comeback Album Solo 'Make It Hot'
-
The Chosen in the Wild with Bear Grylls: Refleksi Kehidupan di Alam Bebas