Beberapa tahun terakhir ini, inovasi layar ponsel pintar seolah semakin besar dengan cara dilipat. Ponsel lipat menjadi jawaban bagi mereka yang menginginkan bidang layar luas tanpa harus membawa perangkat sebesar tablet. Namun Huawei justru mengambil jalan berbeda.
Lewat Huawei Pura X View, perusahaan asal China tersebut mencoba menghadirkan sensasi layar lebar dalam bentuk smartphone konvensional. Tidak ada engsel, tidak ada mekanisme lipat, dan tidak ada dua panel yang bertemu ketika perangkat ditutup. Yang ada justru sebuah layar dengan proporsi lebih lebar dari smartphone candybar pada umumnya.
Huawei Central, Minggu (23/8/2026) bahkan menyebut Pura X View sebagai smartphone “wide-screen candybar” pertama di dunia, dengan gagasan utama menghadirkan pengalaman visual yang lebih luas untuk menikmati konten.
Perangkat ini resmi diperkenalkan di China pada 20 Agustus 2026 dan mulai membuka reservasi sebelum pengalaman langsung di toko pada 28 Agustus.
Layar 6,39 Inci dengan Rasio yang Tidak Biasa
Daya tarik utama Pura X View tentu berada pada layarnya. Huawei membekalinya dengan panel OLED berukuran 6,39 inci dan resolusi 2.232 x 1.320 piksel. Namun angka ukuran tersebut bukanlah bagian paling menarik. Justru rasio 16:9,5 yang membuatnya berbeda dari mayoritas ponsel modern.
Sebagai gambaran, banyak ponsel flagship saat ini menggunakan layar yang tinggi dan memanjang. Pura X View mengambil pendekatan lebih melebar sehingga bidang visualnya terasa berbeda ketika digunakan dalam posisi horizontal maupun vertikal. Huawei menempatkannya sebagai perangkat yang sejak awal dirancang untuk konsumsi konten.
Desain tersebut juga memungkinkan Huawei menggunakan bezel yang sangat tipis. Keempat sisi layar hanya memiliki bingkai sekitar 1,05 mm, menghasilkan rasio screen-to-body hingga 96,1 persen. Layar ini juga mendukung refresh rate hingga 120Hz, PWM dimming 2.160Hz, serta tingkat kecerahan puncak yang diklaim mencapai 6.500 nits.
Dibuat untuk Konten
Konsep layar lebar tersebut bukan sekadar kosmetik. Huawei memang menempatkan Pura X View sebagai smartphone yang “born for content”.
Saat digunakan menonton film atau video, layar yang lebih melebar berpotensi mengurangi ruang kosong dan memberikan pengalaman visual yang lebih lapang. Untuk membaca artikel, dokumen, atau komik, bidang horizontal yang lebih luas juga dapat menampilkan lebih banyak informasi dalam satu halaman.
Begitu pula dengan bermain game. Bidang pandang yang lebih lebar bisa menjadi keuntungan pada sejumlah permainan, terutama judul yang memanfaatkan area horizontal untuk memperlihatkan lingkungan permainan secara lebih luas.
Huawei juga menyasar produktivitas. Bentuk layar seperti ini dapat menjadi menarik ketika digunakan untuk membaca dokumen, melihat tabel, melakukan penyuntingan konten, atau menjalankan aplikasi yang mendukung tampilan lebih lebar. Sejumlah laporan juga menyebut perangkat ini mendukung penggunaan stylus untuk kebutuhan tertentu.
Tipis 6,68 mm, tetapi Baterainya 7.000 mAh
Mengutip dari laman Gizmochina, Kamis (20/8/2026) di balik layar lebar tersebut, Huawei menyematkan baterai berkapasitas 7.000 mAh. Kapasitas sebesar ini biasanya identik dengan smartphone berbodi tebal dan berat. Namun Huawei justru berhasil mempertahankan ketebalan perangkat di angka hanya 6,68 mm, dengan bobot sekitar 201 gram.
Kombinasi tersebut menjadi salah satu daya tarik terbesar Pura X View. Pengguna mendapatkan baterai besar tanpa harus membawa perangkat yang terasa seperti “power bank dengan layar”.
Pengisian dayanya juga didukung teknologi 66W, sehingga baterai berkapasitas jumbo tersebut tidak sepenuhnya menjadi beban ketika harus diisi ulang. Untuk pengguna yang gemar menonton video, bermain game, membaca dalam waktu lama, atau bekerja melalui HP, kapasitas 7.000 mAh jelas menjadi modal penting.
HarmonyOS 7 dan Pilihan Memori Hingga 1 TB
Huawei Pura X View menjadi salah satu perangkat yang diperkenalkan dengan HarmonyOS 7. Sistem operasi ini menjadi bagian penting dari strategi Huawei untuk membangun ekosistem perangkatnya sendiri.
Dari sisi memori, Pura X View tersedia dalam beberapa konfigurasi. Informasi yang beredar menunjukkan pilihan RAM 12 GB dengan penyimpanan internal mulai 256 GB, 512 GB, hingga 1 TB. Pilihan tersebut membuat perangkat ini cukup fleksibel, baik untuk pengguna biasa maupun mereka yang menyimpan banyak foto, video, dokumen, dan aplikasi.
Untuk pilihan warna, Huawei menghadirkan Zero Degree White, Leap Shadow Red, Linen Gray, dan Phantom Night Black. Variasi tersebut membuat desain lebar Pura X View tetap terlihat sebagai smartphone premium, bukan sekadar perangkat eksperimental.
Bagaimana dengan Kameranya?
Sektor kamera menjadi salah satu bagian yang masih perlu diperhatikan karena pada saat pengumuman awal, Huawei belum membuka seluruh detail teknis kamera secara lengkap.
Sejumlah laporan dan bocoran sebelumnya mengarah pada penggunaan kamera utama 50 MP serta konfigurasi kamera belakang yang lebih lengkap, termasuk kemungkinan lensa telefoto periskop. Namun informasi tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai informasi yang belum sepenuhnya dikonfirmasi Huawei.
Sikap hati-hati ini penting karena beberapa spesifikasi Pura X View yang beredar di internet berasal dari bocoran atau basis data pihak ketiga, bukan pengumuman resmi Huawei.
Soal Harga, Ini yang Perlu Diluruskan
Hingga 25 Agustus 2026, Huawei belum mengumumkan harga resmi Pura X View. Perangkat memang sudah membuka reservasi di China sejak 20 Agustus, sementara pengalaman langsung di toko dijadwalkan mulai 28 Agustus. Beberapa media dan pengamat memprediksi harga awal berada di kisaran 6.000-7.000 yuan, tetapi angka tersebut masih berupa prediksi, bukan harga resmi Huawei.
Oleh karena itu, angka sekitar Rp12 jutaan yang muncul dalam sejumlah pemberitaan sebaiknya tidak ditulis sebagai harga resmi. Begitu pula prediksi 6.999 yuan untuk varian 12 GB/256 GB. Angka tersebut masih merupakan perkiraan pasar.
Dengan kata lain, harga resmi Huawei Pura X View belum tersedia per 25 Agustus 2026. Huawei masih berada pada tahap reservasi dan belum membuka informasi harga final secara resmi.
Sebuah Eksperimen yang Berani
Pura X View menarik bukan karena menawarkan spesifikasi paling tinggi di atas kertas, melainkan karena Huawei berani mempertanyakan bentuk smartphone yang selama ini dianggap sudah mapan.
Layar lebar biasanya berarti tablet. Layar besar dalam ukuran ringkas biasanya berarti foldable. Huawei mencoba mencari jalan tengah, yaitu menghadirkan bidang layar lebih luas daripada HP biasa.
Konsep ini memang belum tentu langsung menjadi standar baru. Smartphone dengan layar 16:9,5 akan membutuhkan adaptasi dari aplikasi, pengembang, dan pengguna. Tidak semua aplikasi otomatis terlihat sempurna dalam rasio yang tidak biasa. Namun justru di situlah menariknya Pura X View.
Baca Juga
-
Humor Jurnalistik: Belajar Menulis Tajam Tanpa Harus Mengernyitkan Dahi
-
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun
-
Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu
-
Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Kulit Remaja Bebas Jerawat Tanpa Kuras Dompet! 4 Acne Serum Rp30 Ribuan
-
Auto Glowing! 5 Rekomendasi Brightening Ampoule Pembasmi Noda Jerawat
-
5 Sunscreen Korea untuk Kulit Sensitif: Aman, Tanpa Alkohol dan Parfum
-
Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening
Terkini
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia