Dunia otomotif kembali kedatangan pemain yang menarik perhatian. Kali ini bukan produsen mobil tradisional yang membuat gebrakan, melainkan Xiaomi, perusahaan teknologi yang selama ini lebih dikenal lewat smartphone, tablet, perangkat rumah pintar, dan ekosistem IoT. Setelah SU7 dan YU7, Xiaomi semakin serius membangun kerajaan otomotifnya melalui sebuah SUV baru bernama Skynomad N70 Max.
Mobil ini bukan sekadar SUV dengan logo Xiaomi. Skynomad N70 Max membawa pendekatan berbeda melalui teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV), sebuah sistem yang memungkinkan mobil tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin berfungsi sebagai pembangkit listrik ketika energi baterai mulai menipis.
Yang membuatnya semakin menarik, Xiaomi mengklaim N70 Max mampu menempuh 505 kilometer hanya dengan tenaga listrik berdasarkan standar CLTC. Angka tersebut diklaim sebagai salah satu yang terpanjang, bahkan terpanjang di antara EREV produksi menurut Xiaomi.
Diperkenalkan Juli, Meluncur Resmi 7 September
Xiaomi pertama kali memperkenalkan lini Skynomad pada 30 Juli 2026 sekaligus membuka keran pra-penjualan untuk N70 Max dan N90 Max di China. Saat itu, N70 Max ditawarkan dengan harga 259.900 yuan, sedangkan N90 Max sebagai SUV tujuh penumpang dibanderol 299.900 yuan.
Namun, peluncuran komersial resminya baru dijadwalkan pada 7 September 2026 pukul 19.00 waktu Beijing. Dalam acara tersebut, Xiaomi akan memperkenalkan N70 Max bersama N70 Pro dan N90 Max.
Dengan demikian, harga 259.900 yuan yang sudah diumumkan saat pra-penjualan menjadi patokan harga awal N70 Max, meski detail harga untuk seluruh varian akan semakin jelas pada acara peluncuran resmi.
Jika dikonversikan berdasarkan nilai yang dilaporkan laman Electric Cars Report, harga N70 Max tersebut berada di kisaran Rp684 juta. Tentu saja, angka ini merupakan harga di pasar China dan belum bisa dijadikan patokan jika suatu saat Xiaomi membawanya ke Indonesia karena pajak, bea masuk, distribusi, dan berbagai biaya lain dapat mengubah harga jual.
Jantung Elektrik dengan Mesin Bensin sebagai Generator
Di balik bodinya, Skynomad N70 Max membawa baterai 76 kWh berjenis NMC atau ternary lithium. Baterai tersebut menjadi sumber energi utama bagi dua motor listrik yang menggerakkan seluruh roda.
Sistem penggeraknya menghasilkan tenaga gabungan hingga 310 kW atau sekitar 416 hp. Motor listrik depan memiliki output 210 kW, sedangkan motor belakang menghasilkan 100 kW. Dengan konfigurasi tersebut, N70 Max hadir sebagai SUV AWD yang tidak hanya mengutamakan efisiensi, tetapi juga menawarkan performa yang cukup serius.
Lalu, di mana peran mesin bensinnya? Di sinilah konsep EREV bekerja. Mesin pembakaran internal 1,5 liter yang digunakan N70 Max tidak menjadi penggerak roda secara langsung. Mesin tersebut berfungsi sebagai range extender, yakni menghasilkan listrik untuk menjaga baterai dan motor listrik tetap bekerja ketika daya baterai mulai rendah.
Pendekatan ini membuat karakter berkendaranya lebih dekat dengan mobil listrik dibandingkan hybrid konvensional. Pengemudi tetap mendapatkan respons motor listrik, tetapi memiliki cadangan energi dari mesin bensin ketika perjalanan menjadi lebih panjang.
Xiaomi mengklaim mesin range extender tersebut memiliki efisiensi termal puncak lebih dari 44 persen dan mampu menghasilkan sekitar 4 kWh listrik dari satu liter bahan bakar.
Sekali Isi Baterai, 505 Kilometer
Angka 505 km menjadi senjata utama N70 Max. Dengan baterai 76 kWh, Xiaomi mengklaim mobil ini dapat berjalan sejauh tersebut dalam mode listrik murni berdasarkan siklus CLTC.
Perlu dicatat, CLTC merupakan standar pengujian China yang umumnya menghasilkan angka jarak tempuh lebih optimistis dibandingkan standar seperti WLTP. Oleh karena itu, angka 505 km sebaiknya dipahami sebagai angka hasil pengujian, bukan jaminan jarak tempuh yang selalu dapat dicapai dalam kondisi penggunaan sehari-hari.
Meski demikian, angka tersebut tetap mengesankan untuk sebuah SUV EREV. Bahkan ketika baterai tidak lagi mencukupi, sistem range extender memungkinkan total jarak perjalanan mencapai sekitar 1.461 km berdasarkan CLTC. Konsumsi bahan bakarnya dilaporkan sekitar 6,1 liter per 100 km.
Dengan kata lain, N70 Max mencoba menjawab dua persoalan sekaligus: kecemasan terhadap jarak tempuh mobil listrik dan keterbatasan infrastruktur pengisian daya dalam perjalanan jauh.
SUV Hampir Lima Meter yang Memanjakan Penumpang
N70 Max memiliki panjang sekitar 4.960 mm, lebar 1.998 mm, tinggi 1.765 mm, serta jarak sumbu roda 2.950 mm. Ukuran tersebut menempatkannya sebagai SUV berukuran besar dengan kabin yang dirancang untuk keluarga.
Xiaomi tampaknya tidak sekadar mengejar dimensi besar. Platform Kunlun dikembangkan dengan perhatian khusus terhadap pemanfaatan ruang interior. Lantai kabin dibuat rata, sementara kursi belakang dapat digeser untuk mengatur keseimbangan antara ruang penumpang dan ruang barang.
Dalam konfigurasi tertentu, ruang penumpang belakang dapat mencapai 1.410 mm. Ketika kursi diatur untuk memaksimalkan daya angkut, kapasitas ruang penyimpanan disebut dapat berkembang hingga 2.425 liter.
Konsep ini membuat N70 Max terasa seperti kendaraan yang dirancang mengikuti aktivitas pemiliknya. Hari ini bisa menjadi mobil untuk pergi bekerja, akhir pekan berubah menjadi kendaraan keluarga, sementara perjalanan jauh dapat memanfaatkan ruang kabin dan bagasi secara maksimal.
Suspensi Udara dan Teknologi Pintar
Untuk memberikan kenyamanan, Xiaomi membekali N70 Max dengan suspensi independen di depan dan belakang. Mobil ini juga menggunakan suspensi udara yang dapat menyesuaikan karakter berkendara dengan kondisi jalan.
Dari sisi keselamatan, Xiaomi menggunakan struktur bodi dengan baja berkekuatan tinggi hingga 2.200 MPa pada bagian tertentu. N70 Max juga dilengkapi sembilan kantong udara dan berbagai struktur pengaman untuk meningkatkan perlindungan penumpang.
Teknologi pintarnya pun cukup serius. Sistem bantuan berkendara Xiaomi HAD didukung perangkat komputasi hingga 700 TOPS, sementara sensor seperti LiDAR dan radar gelombang milimeter membantu kendaraan memahami lingkungan di sekitarnya.
Ini menunjukkan bahwa Xiaomi ingin membawa filosofi teknologi pintarnya ke dalam mobil. Jika pada smartphone Xiaomi berbicara tentang chipset, AI, dan ekosistem perangkat, pada Skynomad semua itu diterjemahkan menjadi sensor, komputer kendaraan, sistem bantuan pengemudi, dan kabin pintar.
Lebih dari Sekadar Mobil Listrik
Kehadiran N70 Max juga penting bagi Xiaomi dari perspektif bisnis. Perusahaan sebelumnya telah memiliki sedan listrik SU7 dan SUV YU7. Melalui Skynomad, Xiaomi masuk lebih dalam ke segmen SUV keluarga sekaligus memperkenalkan teknologi EREV sebagai pendekatan baru di lini otomotifnya.
Bahkan, respons awal pasar disebut cukup positif. Laporan mengenai pra-pemesanan Skynomad menyebut jumlah reservasi telah melampaui 100.000 unit, meski angka tersebut perlu dibaca sebagai pesanan yang masih dapat dibatalkan dan bukan berarti seluruhnya sudah menjadi penjualan final.
Menariknya lagi, Xiaomi menargetkan pengiriman kendaraan sebanyak 550.000 unit sepanjang 2026. Jadi, Skynomad tidak hanya menjadi produk tambahan, tetapi juga bagian penting dari ambisi Xiaomi memperbesar bisnis otomotifnya.
Baca Juga
-
Humor Jurnalistik: Belajar Menulis Tajam Tanpa Harus Mengernyitkan Dahi
-
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun
-
Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu
-
Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
Artikel Terkait
-
Tesla Bangun Anak Perusahaan di Vietnam, Modal Awal Rp 52,9 Miliar
-
Suzuki Karimun Wagon R Terbaru Tertangkap Kamera: Mesin 1200 cc, Harga Baru 90 Jutaan?
-
Pangsa Pasar Mobil Honda di Indonesia Tinggal 4 Persen
-
Mobil Bekas 7 Seater dengan AC Double Blower, Harga 100 Jutaan
-
Deretan Mobil Listrik Termahal di Indonesia
Lifestyle
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Kulit Remaja Bebas Jerawat Tanpa Kuras Dompet! 4 Acne Serum Rp30 Ribuan
-
Auto Glowing! 5 Rekomendasi Brightening Ampoule Pembasmi Noda Jerawat
-
5 Sunscreen Korea untuk Kulit Sensitif: Aman, Tanpa Alkohol dan Parfum
-
Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening
Terkini
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan
-
Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026