Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan tren joki baca buku. Joki ini menawarkan jasa berupa membaca buku termasuk di dalamnya mencoret-coret isi buku seolah telah dibaca, membuat ringkasan isi buku, hingga foto-foto estetik demi memenuhi kebutuhan postingan di media sosial.
Sejak pertama kali muncul, joki baca buku ini sudah mendulang kontroversi dan diperdebatkan banyak netizen. Banyak yang menyebutkan bahwa orang-orang terlalu haus validasi dan merasa harus menampilkan citra sempurna di media sosial, termasuk citra ‘hobi baca buku’ sampai-sampai ada jasa yang menawarkan joki baca buku.
Sebenarnya, sudah sejak beberapa tahun terakhir ini muncul berbagai jasa yang membuka joki beragam aktivitas jauh sebelum joki baca buku ini viral. Berikut lima daftar joki aneh yang sempat heboh di media sosial.
1. Joki Strava
Sebelum joki baca buku ramai diperbincangkan di media sosial, dunia lari sudah lebih dulu menawarkan jasa joki Strava. Seperti kita ketahui, Strava adalah salah satu aplikasi yang bisa digunakan untuk melacak rute lari.
Semenjak lari dipandang sebagai bagian dari gaya hidup kekinian, alhasil banyak yang FOMO (Fear Of Missing Out) dan rela membayar joki agar akun Strava miliknya terlihat selalu aktif.
Bukannya memanfaatkan tren lari sebagai motivasi untuk hidup lebih sehat, joki Strava justru menunjukkan bahwa terkadang gengsi dan citra sempurna di media sosial bisa dipuaskan dengan uang.
2. Joki Letterboxd
Setelah dunia lari, ada pula jasa yang menawarkan joki di dunia film. Joki yang satu ini lahir karena anggapan bahwa seseorang yang paham sinematografi dianggap sebagai orang yang keren dan kekinian.
Orang yang memiliki wawasan luas di dunia film modern dipandang asyik dan berpengetahuan luas. Sayangnya, banyak juga orang merasa bosan dan tidak tahan menonton film panjang berjam-jam, alhasil cukup banyak yang menggunakan jasa ini.
3. Joki Menonton Zoom
Beberapa waktu lalu saat COVID-19 masih melanda, segala kegiatan terpaksa dilaksanakan secara online atau daring (dalam jaringan). Mulai dari kegiatan belajar-mengajar sekolah dan kuliah, hingga rapat penting perusahaan dilakukan melalui zoom.
Joki menonton zoom sempat hadir. Joki ini bertugas masuk ke dalam ruang zoom, kebanyakan untuk menghadiri seminar online, mendengarkan, mengisi daftar hadir, termasuk mengambil tangkapan layar sebagai bukti kehadiran.
4. Joki Antre Pertalite
Agak berbeda dibanding jenis joki lainnya yang lahir demi memenuhi validasi, joki yang satu ini justru lahir karena realitas ekonomi dan keterbatasan waktu. Harga bahan bakar kendaraan bermotor yang semakin mahal membuat banyak orang beralih ke Pertalite.
Sayangnya, antrean Pertalite kerap mengular dan memakan waktu lama, padahal masih banyak kegiatan lain yang harus dikerjakan. Dari sinilah joki antre Pertalite lahir.
Joki ini dianggap mampu menjadi solusi praktis bagi merek yang ingin menghemat budget tetapi tidak memiliki waktu atau kesabaran untuk antre berjam-jam.
5. Joki Baca Buku
Joki terbaru yang ramai ditawarkan di media sosial adalah joki baca buku. Terciptanya tren ini didorong oleh kebutuhan validasi orang-orang di media sosial agar terlihat seperti seorang bookworm atau pencinta buku.
Sebenarnya joki ini memiliki nilai plus-minus tersendiri. Dari sisi penjoki, hal ini bisa menjadi ladang cuan tambahan, terutama bagi mereka yang memang menyukai kegiatan membaca. Mereka tidak lagi harus membeli buku untuk bisa membaca, ditambah mereka juga dibayar atas apa yang mereka baca.
Dari kelima joki di atas, joki mana yang menurutmu paling aneh dan absurd? Apakah kamu pernah memakai joki salah satunya atau justru jadi penjokinya?
Tag
Baca Juga
-
5 Buku Romance yang Diadaptasi ke Film dan Series Tahun Ini, Sudah Nonton?
-
5 Fakta Menarik Drama Between Steps, Karya Terakhir Sutradara Legendaris
-
Juhoon Stoic Bukan Cerita Rakyat, Kini Rekomendasikan Buku Karya Seneca
-
Ulasan Minggat: Lima Sekawan Hadapi Penyeludup Misterius di Pulau Kirrin!
-
Buku Bisnis hingga Harry Potter, Intip 5 Bacaan Indra Priawan
Artikel Terkait
-
Tren Joki Baca Buku: Melorotnya Literasi atau Jadi Ladang Cuan Kutu Buku?
-
Membedah Fenomena Joki Strava: Ketika Validasi dan Napas Panjang Sama-Sama Bisa Dibeli
-
Masih Ada Joki Skripsi di 91 Persen Perguruan Tinggi
-
Hidup Penuh Drama Demi Validasi? Kenali Beda 'Self-Appreciation' dan Main Character Syndrome
-
Jebakan Gaji Tinggi: Saat Korban Loker Palsu Dipaksa Jadi Sindikat Love Scamming
Lifestyle
-
Lelah dengan Rutinitas? Coba Tulis 5 Hal Ini di Jurnal Harian untuk Tenangkan Pikiran
-
Room Reset, Mind Reset: Saatnya Memberi Jeda untuk Diri Sendiri
-
Ragamu Bukan Mesin: Seni Melambat di Dunia yang Terlalu Cepat
-
Jebakan Urgensi Palsu di Balik Notifikasi: Saatnya Merebut Kembali Kendali atas Waktumu
-
Tinggal Tap! 3 Stamp Blush On Ini Bikin Pipi Merona Cocok Buat Daily Makeup
Terkini
-
Pesta Buah di Hutan Ceria
-
Seni Berdamai dengan Kecewa: Mengapa Kita Sangat Membutuhkan 'Emotional Boundaries'
-
Di Luar Ada Zombie, di Dalam Ada Pembunuh! Review Novel Murder at Shijinso
-
Novel Ascendance of a Bookworm Bagian 4 Diadaptasi Jadi Anime TV
-
Kalau Syaratnya Tak Terpenuhi, Mengapa Bisa Lolos Sejak Awal?