Benarkah kepunahan keenam akan segera tiba, dan penyebabnya adalah manusia itu sendiri?
Identitas Buku
- Judul Buku: Kepunahan Keenam
- Penulis: Elizabeth Kolbert
- Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
- Jumlah Halaman: 314 Halaman
Selama setengah miliar tahun terakhir, telah terjadi lima kepunahan massal di Bumi. Para saintis di seluruh dunia kini memantau kepunahan keenam, diprediksi sebagai yang paling besar sejak tabrakan asteroid yang memunahkan dinosaurus.
Elizabeth Kolbert memadukan liputan langsung dari lapangan, sejarah gagasan, serta karya para ahli geologi, botani, dan biologi laut untuk menyampaikan kisah pilu selusin spesies —termasuk katak emas Panama dan badak Sumatra— beberapa sudah musnah, lainnya hampir punah.
Kepunahan keenam bisa menjadi warisan umat manusia yang paling lama bertahan, dan buku Elizabeth Kolbert memaksa kita berpikir kembali mengenai pertanyaan dasar: apa artinya menjadi manusia.
12 Bab, Satu Akhir: Kepunahan?
Buku ini terdiri dari 13 bab utama yang menjelaskan berbagai kepunahan sejak berabad-abad yang lalu. Dibuka dengan Bab 1 (Kepunahan Keenam) dan diakhiri dengan Bab 13 (Benda Berbulu).
Menurut buku ini, kondisi Bumi saat ini sedang mengalami peristiwa tragis kepunahan massal keenam. Berbeda dengan kelima kepunahan sebelumnya yang disebabkan oleh bencana alam seperti asteroid atau zaman es, kepunahan keenam ini sepenuhnya dipicu oleh aktivitas manusia.
Peran Manusia: Warisan Aktivitas yang Memengaruhi Bumi
Penulis menjabarkan bagaimana pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, fragmentasi habitat, serta perpindahan spesies global yang didalangi oleh manusia telah mengubah planet ini secara radikal.
Salah satu bab yang menarik adalah pembahasan tentang pengasaman samudra. Bab ini membahas bagaimana emisi karbon dioksida diserap oleh laut yang berdampak pada perubahan tingkat keasaman (pH) laut, ujung-ujungnya mengancam kelangsungan hidup terumbu karang serta organisme bercangkang yang sudah mendiami laut selama ratusan tahun.
Perjalanan Jauh yang Menguak Bukti Nyata Kepunahan
Tidak melulu disuguhi teori dari berbagai pandangan ahli, lewat buku ini pembaca akan diajak ke berbagai belahan dunia untuk melihat bukti nyata kepunahan, mulai dari hilangnya katak emas Panama, punahnya burung Great Auk di Islandia, hingga penurunan populasi kelelawar akibat jamur di Amerika Utara.
Pada akhirnya, buku ini menyadarkan kita bahwa warisan umat manusia, dengan kecerdasan dan transformasinya yang luar biasa, secara tidak sengaja justru sedang mengantarkan Bumi pada kehancuran. Hingga pada akhirnya juga dapat mengancam eksistensi manusia itu sendiri.
'Kepunahan Keenam' Menangkan Penghargaan Pulitzer
Tidak heran jika buku 'daging' ini berhasil mendapatkan penghargaan Pulitzer karena beberapa kelebihan yang dimiliki, salah satunya adalah gaya penyampaian ilmiah yang populer dan dikemas secara menarik.
Alih-alih menjabarkan panjang lebar dan kaku tentang konsep sains, biologi, serta geologi yang rumit, penulis justru dengan lihai memainkan kata-kata menjadi kalimat yang lugas, sederhana, serta mudah dipahami oleh pembaca awam tanpa latar belakang ilmiah sekalipun.
Poin plus lainnya adalah adanya bukti konkret dan kontekstual, tidak hanya melulu teori. Penulis mengajak pembaca untuk melihat contoh nyata spesies yang terancam atau bahkan sudah punah dengan petualangan ke berbagai negara dan daerah yang disampaikan secara menarik.
Rekomendasi
Buku ini direkomendasikan untuk siapa saja yang ingin memahami dampak nyata antroposen (era manusia) terhadap keberlanjutan kehidupan Bumi dan keberagaman hayati dalam bahasa yang mudah dipahami.
Harapannya, buku ini mampu membuka mata dan memberi perspektif baru bagi para pembaca bahwa tindakan yang kita lakukan sehari-hari secara kolektif (pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi) memiliki kekuatan yang setara dengan asteroid yang memusnahkan dinosaurus.
Baca Juga
-
Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!
-
Rilis MV Single Original Ayo Senyumlah, JKT48 Tonjolkan Budaya Indonesia
-
Ulasan Panggung untuk Palestina: Novel Anak yang Ajari Peduli dan Empati
-
Mengingat Kembali Kelamnya Tragedi Orde Baru Lewat 3 Novel Fiksi Ini
-
3 Buku Favorit El Putra, Ada Karya Ziggy Z. Hingga Mitch Albom
Artikel Terkait
Ulasan
-
Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?
-
Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko
-
Ngeri Banget! Serial Carrie Buktikan Cyberbullying Jauh Lebih Kejam dari Kutukan
-
Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei
-
Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru
Terkini
-
Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama
-
Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?
-
Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!
-
Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog
-
Warisan Resep Dapur Ibu