Sekar Anindyah Lamase | Desyta Rina Marta Guritno
Ilustrasi Pasangan yang Menikah (Pixabay/olcay ertem)
Desyta Rina Marta Guritno

Menikah menjadi salah satu momen penting dalam hidup seseorang. Tujuan paling dasarnya sederhana, yakni mengesahkan hubungan, berkumpul bersama keluarga, lalu memulai kehidupan sebagai suami istri.

Namun, semakin ke sini apakah kamu menyadari bahwa persiapan pernikahan terasa semakin panjang? Ini bukan hanya soal akad, tempat acara, makanan, pakaian, dan dokumentasi.

Ada banyak printilan di samping itu yang semakin membuat pernikahan terasa makin ribet dan mahal, seperti prewedding, wedding content creator, bride assistant, nail art, photobooth, bridesmaid box, hampers, sampai berbagai detail kecil yang sebelumnya mungkin tidak pernah terpikirkan.

Merayakan hal-hal kecil dalam pernikahan sebenarnya menyenangkan, tapi masalahnya, ketika semua hal tersebut semakin sering terlihat, sesuatu yang awalnya hanya pilihan bisa perlahan terasa seperti kebutuhan.

Lantas, sebenarnya kita sedang mempersiapkan pernikahan atau sedang mengejar standar pernikahan?

Perlukah Semua Kebutuhan Itu?

Kalau melihat pernikahan orang-orang pada masa sebelumnya, konsepnya tentu tidak sama seperti sekarang. Banyak pasangan tetap bisa menikah dan merayakan hari bahagianya tanpa berbagai printilan seperti yang populer sekarang.

Tidak ada wedding content creator? Tidak masalah, tidak melakukan prewedding? Tetap bisa menikah, tidak memakai nail art? Pengantin juga tetap terlihat cantik, dan yang utama pernikahan tetap berjalan khidmat dan pasangan resmi menjadi suami istri.

Bukan soal mana yang lebih baik dan mana yang lebih buruk, zaman memang sudah berubah, teknologi juga semakin berkembang, apa yang ada sekarang tak jarang membantu membuat pernikahan menjadi lebih praktis dan berkesan.

Hanya saja, semakin banyak pilihan, semakin calon pengantin harus bijak mengambil keputusan mana yang penting dan yang tidak.

Bukan Lagi Pilihan, tapi Sebuah Kewajiban

Sebenarnya, tidak pernah ada aturan bahwa pengantin harus melakukan prewedding, menggunakan wedding content creator, atau memiliki photobooth.

Semuanya adalah pilihan, tapi sekarang semua itu terasa seperti sebuah kewajiban. Ketika melihat pesta orang di sekitar menggunakan lighting, secara tidak langsung timbul keinginan, dan lama-lama menjadikan sebuah kebutuhan.

Padahal, setiap pasangan memiliki kondisi keuangan, kebutuhan, dan prioritas yang berbeda. Apa yang menjadi kebutuhan penting bagi satu pasangan belum tentu dibutuhkan juga oleh pasangan lainnya.

Media Sosial Membentuk Standar

Pernikahan menjadi momen yang penting untuk didokumentasikan dan dibagikan. Hal ini tentu tidak salah, justru menyenangkan ketika pasangan memiliki banyak foto dan video untuk dikenang.

Kini hampir semua pasangan mengunggah momen itu ke media sosial, bahkan mereka akan melakukan apa saja demi konten, mulai dari merekrut tim khusus dokumentasi, membuat video tren, hingga membayar kebutuhannya dengan harga yang mahal.

Di sisi lain, ada efek samping yang mungkin tidak terasa. Ketika terus melihat pernikahan orang lain yang terlihat sempurna, kita bisa tanpa sadar menjadikan kehidupan orang lain sebagai standar untuk pernikahan sendiri.

Pikirkan Kehidupan Setelahnya

Pernikahan hanya berlangsung dalam hitungan jam atau paling lama beberapa hari jika rangkaiannya panjang. Setelah semua tamu pulang, dekorasi dibongkar, makeup dibersihkan, dan gaun disimpan kembali, pasangan akan menjalani kehidupan yang nyata.

Ada rumah yang harus dibangun, ada kebutuhan sehari-hari yang harus dipikirkan, ada tabungan yang perlu diisi, dan berbagai kebutuhan lain yang muncul setelah menikah.

Karena itu, tidak ada salahnya sesekali berhenti dan bertanya sebelum menambahkan satu lagi kebutuhan ke dalam daftar persiapan.

Ini bisa membantu pasangan memilah mana yang memang perlu diwujudkan dan mana yang sebenarnya hanya muncul karena terbawa tren. Karena pernikahan bukan kompetisi tentang siapa yang memiliki dekorasi paling cantik, dokumentasi paling lengkap, atau pesta paling meriah.

Pernikahan boleh dibuat indah dan meriah, tapi ingat, kamu juga punya pilihan untuk membuatnya sederhana. Jadi, bagaimana konsep pernikahan yang kamu inginkan?