Pesta kembang api malam tahun baru pastinya banyak ditunggu. Termasuk saya yang bela-belain datang ke Pantai Ancol, Jakarta Utara untuk melihat warna-warni kembang api di malam tahun baru lalu. Tapi isu dibatalkannya pesta kembang api untuk menghormati kecelakaan Pesawat AirAsia sempat bikin sedih.
Ternyata, belum sampai jam 12 malam, langit di atas Pantai Ancol sudah ramai dengan kembang api yang entah dinyalakan oleh siapa. Puncaknya, tepat pukul 12 malam, ledakan kembang api bertubi-tubi terdengar meriah penanda datangnya tahun 2015.
Meski harus berdesak-desakan dan juga becek-becekkan karena hujan deras di siang harinya, saya tetap puas nonton pesta kembang api di sana.
Sekitar lima menit kembang api terus meluncur dari balik panggung hiburan di Pantai Karnaval. Pecahan cahaya kembang api berubah-ubah warna. Terkadang merah, hijau, dan juga silver.
Puncaknya, di 30 detik terakhir. Puluhan kembang api meluncur bersamaan. Kemudian pecah menjadi percikan api berwarna emas dan ungu, membuat langit malam menjadi sangat spektakuler.
Ribuan orang pun ikut menganga saat melihat langit berubah warna menjadi emas keunguan di puncak pesta kembang api itu. Mereka juga mengabadikan momen itu menggunakan kamera handphone masing-masing. Sayangnya pesta kembang api tidak bisa dinikmati sering-sering, kecuali dalam perayaan besar seperti tahun baru.
Dikirim oleh Maulika Renata
Anda memiliki cerita atau foto menarik? Silakan kirim ke email: yoursay@suara.com.
Tag
Baca Juga
-
Semarak HUT RI, Ini 5 Lomba Tradisional dari Berbagai Daerah di Indonesia
-
Telat Sehari, Ulang dari Nol: Menggugat Logika Aturan Perpanjangan SIM
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Kang Edai, Sosok di Balik Warisan Budaya Desa Kemiren
-
Genjer, Stigma, dan Kang Edai, Sang Penggerak Desa Sejahtera Astra Kemiren
Artikel Terkait
News
-
Kang Edai, Sosok di Balik Warisan Budaya Desa Kemiren
-
Nelayan Kecil Merugi, Mengapa Penangkapan Ikan Ilegal Terus Merajalela?
-
Kisah Desa Les Buleleng: Merawat Tradisi Nyegara Gunung dan Konservasi Alam Bersama Astra
-
Kisah Bli Nyoman 'Don Rare': Pulang Kampung Mengubah Garam Desa Les Jadi Emas Pariwisata
-
Wajah Baru Pasar Godean Usai Relokasi, Pedagang Masih Perlu Beradaptasi
Terkini
-
Semarak HUT RI, Ini 5 Lomba Tradisional dari Berbagai Daerah di Indonesia
-
Telat Sehari, Ulang dari Nol: Menggugat Logika Aturan Perpanjangan SIM
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Genjer, Stigma, dan Kang Edai, Sang Penggerak Desa Sejahtera Astra Kemiren
-
Film Na Willa dan Masa Ketika Masalah Terbesar Hanya Tak Bisa Bermain