MotoGP musim 2026 mungkin akan menjadi perjalanan terakhir bagi Jack Miller di kompetisi ini. Pasalnya, Miller tampaknya akan menjadi salah satu pembalap MotoGP yang akan kehilangan kursi pada tahun 2027 mendatang.
Miller diketahui menjalani debut di kelas premier pada tahun 2015 dengan tim LCR Honda, saat itu dia langsung melompat dari kelas Moto3 ke MotoGP.
Selama berada di MotoGP, Miller pernah bergabung dengan 5 tim, yakni LCR Honda, Marc VDS Honda, Pramac Ducati, tim pabrikan Ducati, KTM, dan Pramac Yamaha. Dan setelah lebih dari satu dekade, Jack Miller telah memenangkan empat grand prix selama kariernya.
Musim 2026 memang belum usai dan masih ada beberapa kursi yang kosong, termasuk yang kini ditempati Miller sendiri. Namun, Pramac dikabarkan bakal menggantikannya dengan pembalap dari Moto2, Izan Guevara.
Terkait dengan hal ini, alih-alih marah, kesal, atau sakit hati, pembalap asal Australia tersebut mengaku legowo dan tidak menyimpan dendam dalam hati.
Dia merasa sudah memberikan yang terbaik selama 11 tahun berkompetisi di MotoGP. Dan jika Yamaha MotoGP (tim yang mengontraknya saat ini) tidak melihat nilai yang ada pada dirinya dan memilih untuk mengakhiri kerja sama, dia tidak merasa keberatan.
“Tidak, maksud saya, saya tidak menyimpan dendam. Aku tidak menyimpan dendam tentang apa pun. Saya sudah menjalani karier yang bagus, dan maksud saya, jika mereka (Yamaha) tidak melihat nilai saya, itu tidak masalah, saya tidak keberatan," ujar Miller pada media, dilansir dari laman Crash.
Miller memulai kariernya di Yamaha/Pramac pada tahun 2025, setelah mengalami paceklik performa di KTM. Bersama Pramac, Miller tampil cukup meyakinkan di tahun debutnya dan akhirnya membuat tim asal Italia tersebut memperpanjang kontraknya di tahun 2026.
Sayangnya, tahun ini bukan milik Yamaha, mesin V4 baru membuat pembalap-pembalap mereka, termasuk Miller, harus beradaptasi dan mengalami penuruna performa.
Untuk selanjutnya, Miller akan fokus untuk bekerja di tempat di mana orang-orang disana menginginkannya. Kabar baiknya, dia juga tidak putus asa meskipun didepak dari Pramac, melainkan tetap optimistis dan merasa masih memiliki kemampuan balap yang baik.
Oleh karena itu, Miller tidak akan meninggalkan dunia balap begitu saja, tapi pindah haluan ke World Superbike bersama tim pabrikan Yamaha mulai tahun depan.
“Saya tidak ingin berada di tempat di mana saya tidak diinginkan, jadi saya akan pergi dan mudah-mudahan melakukan sesuatu di tempat di mana orang-orang menginginkan saya. Saya merasa masih memiliki banyak kemampuan balap yang tersisa dalam diri saya," tambahnya.
Miller adalah salah satu dari beberapa pembalap MotoGP yang akan hijrah ke World Superbike, Franco Morbidelli akan ke tim pabrikan Ducati Aruba.it, Brad Binder akan ke tim pabrikan BMW, dan Alex Rins kabarnya sama-sama meraih tawaran dari Yamaha dengan Miller.
Dengan demikian, meski perjalanan Jack Miller di MotoGP kemungkinan besar akan berakhir setelah musim 2026, pembalap berusia 31 tahun itu masih belum berniat meninggalkan dunia balap sepenuhnya.
Kepindahannya ke World Superbike bersama Yamaha justru menjadi kesempatan baru bagi Miller untuk membuktikan bahwa dirinya masih mampu bersaing dengan pembalap-pembalap kelas dunia lainnya.
Setelah lebih dari satu dekade berkarier di MotoGP dan meraih empat kemenangan Grand Prix, Miller tampaknya ingin menutup babak tersebut tanpa penyesalan.
Kini, tantangan baru menantinya di WSBK, sekaligus menjadi kesempatan untuk kembali menemukan tim dan lingkungan yang benar-benar percaya pada kemampuannya.
Baca Juga
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Mau Jual Makanan yang Lagi Viral? Ini 5 Etika yang Perlu Diterapkan
-
Pimpin Klasemen, Jorge Martin Tak Mau Ambisi jadi Juara Dunia Lagi?
-
Bosan Dimsum Mentai? Ini 5 Kuliner Nusantara di Nganjuk yang Patut Dicoba
-
Tegas! Marc Marquez Bilang Jorge Martin Bukan Calon Juara Dunia MotoGP 2026
Artikel Terkait
Hobi
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta
-
Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027
-
Jakarta Mulai Bersiap, 2 Lapangan Disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026
-
Pimpin Klasemen, Jorge Martin Tak Mau Ambisi jadi Juara Dunia Lagi?
Terkini
-
Kang Edai, Sosok di Balik Warisan Budaya Desa Kemiren
-
Genjer, Stigma, dan Kang Edai, Sang Penggerak Desa Sejahtera Astra Kemiren
-
Film Na Willa dan Masa Ketika Masalah Terbesar Hanya Tak Bisa Bermain
-
Presentasi Pakai iPad? Ini 4 Cara Mudah Menyambungkannya ke Proyektor
-
Menjaga Laut, Garam, dan Tradisi Desa Les di Tengah Modernitas