Mahasiswa yang tergabung dalam Kegiatan Peduli Negeri Universitas Mercu Buana Jakarta menjadi 'guru tamu' di SDN Pela Mampang 13 Pagi.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada 27 November 2019, enam mahasiswa Public Relations menyampaikan pengetahuan cara menyelamatkan bumi dengan mulai mengurangi penggunaan plastik. Ada 55 siswa kelas enam dan juga beberapa guru yang mendapatkan materi terkait penggurangan penggunaan plastik yang disampaikan dengan santai namun menarik.
"Kami juga mengajak para siswa untuk peduli tehadap lingkungan dan bisa berkarya dengan limbah plastik seperti botol minuman dijadikan vas bunga atau membuat bunga dari sedotan plastik ," kata Regita Puspa, koordinator pelaksanaan Kegiatan Peduli Negeri Universitas Mercu Buana Jakarta di SDN Pela Mampang 13 Pagi .
Dalam acara ini para mahasiswa mengedukasi cara-cara efektif bagaimana mengurangi penggunaan plastik salah satunya yaitu dengan menolak kantong plastik yang diberikan oleh pusat berbelanjaan, menolak sedotan, dan mengimbau untuk menggunakan tempat makanan dan minuman pribadi.
Tidak hanya sosialisasi namun dalam acara ini para mahasiswa pun mengajak para siswa bermain games, bernyanyi bersama dan ada sesi tanya jawab yang disertai pemberian hadiah kepada para siswa yang aktif dalam acara ini. Hal tersebut bertujuan agar para siswa tidak merasa bosan dan dapat memahami materi yang disampaikan dengan baik.
Anen gunawan selaku kepala sekolah SDN Pela Mampang 13 Pagi, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya banyak anak-anak yang belum paham mengenai pentingnya mengurangi sampah plastik terutama di lingkungan sekolah dasar.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Dilema Gen Z di Era Konsumtif: Peduli Lingkungan tapi Masih Suka Flash Sale
-
Atasi Masalah Ini, Mahasiswa KKN Alternatif 104 UAD Sukseskan Program Bank Sampah di Sorosutan
-
Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut
-
Ajak Anak Jadi Generasi Bijak Plastik Sejak Dini, Mulai dari Kebiasaan Pilah Sampah
-
Sedotan Kertas Makin Banyak Digunakan, Benarkah Lebih Ramah Lingkungan?
News
-
Kemenhub Percepat Dekarbonisasi, LINTAS Jadi Ruang Diskusi Transportasi Berkelanjutan
-
Beban Ganda Perempuan Kepala Keluarga: Bangun Jam Lima pagi, Malam Masih Menghitung Setoran
-
Sudah Saatnya Night Eating Syndrome Menjadi Perhatian Nasional
-
Realita Generasi Bertahan: Gaji Jalan di Tempat, Kebutuhan Lari Kencang
-
Teringat Rekan Kerja Cantik yang Selalu Menunduk: Pahitnya Menjadi Target Catcalling
Terkini
-
Ibadah Menjadi WNI: Mengapa Menertawakan Keadaan Jadi Tameng Terakhir Kita?
-
Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital
-
Membaca, Menunda, Lupa: Ketika Balasan Chat Hanya Berakhir di Kepala