Bagi sebagian wanita, meniti masa depan sebagai wanita karier merupakan bagian dari impian besar. Alasannya beragam, mulai dari sarana aktualisasi diri, sayang dengan gelar yang sudah diraih, ingin punya uang sendiri, dan masih banyak alasan-alasan lain di balik keputusannya menjadi wanita karier.
Namun, apakah dalam praktiknya segala hal akan berjalan mulus? Tentu saja tidak. Wanita yang telah menikah terlebih memiliki anak dan tetap memilih untuk mempertahankan kariernya akan mengalami banyak kendala, di antaranya ialah peran yang ganda.
Peran ganda adalah ketika di satu waktu seseorang harus menjalankan kedua tugas bersamaan dengan tuntutan yang sedemikian rupa. Dalam hal ini working mom akan mengalami konflik peran ganda dengan berbagai macam faktor, di antaranya adalah harus mengurusi suami, rumah, dan anak.
Menghadapi konflik tersebut mungkin memberikan dampak stres dan jenuh serta akan dihadapkan dengan berbagai rintangan. Berikut merupakan tips menjalani peran ganda sehingga tetap enjoy dan bebas stres!
- Fokus pada pekerjaan
Ketika seorang ibu sudah memutuskan untuk tetap berkarier setelah menikah atau bahkan memiliki anak, hendaknya ketika di kantor manfaatkanlah waktu yang ada untuk menyelesaikan pekerjaan. Ketika pekerjaan sudah selesai dan jam waktu pulang sudah tiba, maka tidak akan ada beban yang terbawa hingga ke rumah. Hal ini akan memaksimalkan peran menjadi seorang ibu ketika berada di rumah. No more work.
- Respek kepada rekan kerja
Tidak bisa dipungkiri bahwa peran sebagai ibu di rumah mengambil waktu para ibu pekerja yang biasanya dahulu ketika masih lajang digunakan untuk hangout selepas pulang kantor. Sekarang terpaksa teng-go alias pulang tepat waktu dan tidak ada lagi kata-kata “Mau mampir ke mana nih balik kantor?”
Hal tersebut wajar, tapi setidaknya ketika di kantor tetap pelihara hubungan baik dengan rekan kerja, contohnya saja mengurus pekerjaan mereka ketika mereka ada urusan genting. Ketika itu dilakukan maka mereka pun akan maklum dan tidak ada suara-suara sumbang ketika para moms terpaksa absen untuk menghadiri acara kelulusan sekolah si kecil.
- Terbuka kepada Bos.
Terpaksa absen karena tiba-tiba si Kakak demam tinggi? Langsung saja bilang ke si Bos, dengan demikian ini menghindari pikiran-pikiran negatif kepada Anda. Takutnya Anda dikira sengaja menghindari pekerjaan atau hanya bermalas-malasan di rumah, tentunya miskomunikasi dengan Bos adalah sesuatu yang sangat patut dihindari.
- Tidak memaksakan kapasitas diri
Kesehatan mental adalah prioritas, ketika Anda terus-terusan memikirkan pekerjaan bahkan ketika sedang liburan bersama keluarga, tandanya Anda sudah mulai menjadi workaholic atau bahkan itu adalah gejala awal dari stres. Ketika ini diabaikan khawatirnya ini bisa menjadi awal mula gangguan mental. Ucapkan mantra berikut, “Aku pantas untuk istirahat.”
- Me-time
Ketika peran ibu dan peran sebagai karyawan terus-terusan menghantui, coba sesekali pergi ke spa atau salon untuk memanjakan diri. Tidak ada salahnya meluangkan sedikit waktu dan uang untuk melepas beban sejenak. Kalau sudah recharge energi, Anda pasti akan siap kembali menjalani realita. Semangat!
Baca Juga
Artikel Terkait
News
-
Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan
-
Vredeburg Game On, Arena Edukasi Anak Panti oleh Loka Bestari
-
Jalan Sore Pukul Panci, Suara Ibu Indonesia Protes MBG di Jogja
-
Belum Wisuda, Puluhan Lulusan MMTC Yogyakarta Sudah Terserap Dunia Kerja
-
Bakar Semangat Juang, Plt Ketum PPAD Turun Langsung Kawal Atlet Golf di Surabaya
Terkini
-
Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang
-
Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
-
Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?