Jakarta di tahun 2019 sempat menduduki peringkat pertama dalam kategori ‘Most Polluted Regional Cities’ menurut aplikasi AirVisual IQ. Masih terbukti pada November 2019 kemarin, angka yang terdaftar untuk Jakarta mencapai 160 AQI (Air Quality Visual), dimana angka tersebut tidak menunjukan kenaikan atau penurunan pada malam hari.
Pada akhir bulan Juli, angka AQI Jakarta hampir mencapai 200. Dengan musim panas yang cukup lama dan tidak datangnya hujan selama berminggu-minggu menjadi dua dari banyaknya faktor yang menyebabkan bahayanya tingkat udara yang cukup tinggi.
Angka tersebut menggambarkan tingkat udara yang tidak sehat. Tertera dalam aplikasi AirVisual IQ bahwa udara yang cukup aman untuk dihirup berada di angka 50-100 AQI. Tinginya angka yang diperoleh Jakarta diperkirakan karena panasnya ibukota pada beberapa bulan terakhir ini.
Turunnya hujan di bulan Desember ini tidak memperlihatkan penurunan dalam perhitungan angka polusi di aplikasi AirVisual IQ. Setelah hujan pun AQI untuk Jakarta tetap berada di angka 150-160.
Jelas sebab tingginya angka polusi ini adalah karena sudah terjadinya perubahan iklim. Walaupun angka tidak dapat menunjukan bukti akurat terhadap kesehatan masyarakat yang tinggal disekitanya, sudah disarankan kepada semua untuk keluar menggunakan masker demi menjaga kesehatan mereka.
Mengangkat kembali hasil penelitian WHO (World Health Organization) pada tahun 2016 dimana mereka menyatakan bahwa probabilitas meninggalnya warga Indonesia di usia 15-65 tahun sebanyak 66 persen. Selain itu, banyaknya penyakit ‘orang tua’ yang dialami remaja Indonesia diperkirakan terjadi karena ketidak teraturnya pola hidup mereka.
Saran yang berguna dan mudah untuk dilakukan itu sering tidak dijalankan oleh masyarakat. Mindset “Gak ngaruh apa-apa” dari banyak orang yang menyepelekan hal-hal seperti ini adalah mereka yang menaikkan tingkat probabilitas masyarakat Indonesia untuk hidup sehat. Tidak hanya di Jakarta, kasus ini juga berlaku di seluruh kota di Indonesia.
Sedihnya, bagi yang tinggal di pedesaan dan daerah-daerah kecil yang masih jauh dengan kota dengan lingkungan kotor yang dapat menimbulkan jauh lebih banyak penyakit dari polusi ibukota. Namun, siapa tahu keterbatasan gaya hidup mereka dapat ternyata menghasilkan pola hidup yang lebih sehat daripada mereka yang tinggal di kota-kota besar karena adanya polusi yang berlebihan dan ketidak peduliannya terhadap kebersihan sekitar.
Tanpa kita ketahui, lingkungan yang terdapat pada daerah-daerah asri lebih mempunyai masyarakat dengan jangka umur panjang dibanding masyarakat kota yang harus menjaga pola hidupnya secara intensif untuk kesehatannya.
Pengirim: Tasya Aziza / Mahasiswi LSPR Jakarta, jurusan Public Relations
E-mail: tasyaziza@gmail.com
Baca Juga
-
Review Buku Adaptasi: Menyikapi Fase Perubahan dalam Kehidupan Umat Manusia
-
The Notebook: Makna Kesetiaan dan Cinta yang Terus Dipilih Setiap Hari
-
Film Reminders of Him, tentang Cinta dan Penebusan Dosa yang Menggelora
-
4 Ide OOTD Soft Girly ala Winter aespa untuk Look Feminin Simpel
-
Tak Perlu Antre! Ini 4 Cara Cek Rest Area yang Tidak Padat saat Mudik
Artikel Terkait
-
Cegah Polusi dari Masalah Kulit dengan Mandi Air Hangat, Kok Bisa?
-
Polusi Udara Bikin Anda Tidak Bahagia, Kok Bisa?
-
Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk Keempat di Dunia
-
Hari Ini, DKI Jakarta di Posisi Ketiga Kota Berkualitas Udara Terburuk
-
Sindir Anies, Ferdinand Demokrat: Atasi Polusi Tak Perlu Belajar ke Denmark
News
-
Pakai Baju Adat Jawa ke Sekolah, Siswa SMAN 4 Yogyakarta Bangga Kenakan Gagrak
-
Nobar Pelangi di Mars, Yoursay Kumpulkan 250 Anggota Komunitas Parenting Yogyakarta
-
Arkadia Digital Media Luncurkan Aura Research, Layanan Riset dan Analisis Isu Media Digital
-
Diskusi Geopolitik, UPN Veteran Jakarta Gelar Program Adjunct Professor Bersama Akademisi Malaysia
-
Sholat Ied atau Khutbah Dulu? Ini Hukum jika Tidak Mendengarkan Ceramah
Terkini
-
Review Buku Adaptasi: Menyikapi Fase Perubahan dalam Kehidupan Umat Manusia
-
The Notebook: Makna Kesetiaan dan Cinta yang Terus Dipilih Setiap Hari
-
Film Reminders of Him, tentang Cinta dan Penebusan Dosa yang Menggelora
-
4 Ide OOTD Soft Girly ala Winter aespa untuk Look Feminin Simpel
-
Tak Perlu Antre! Ini 4 Cara Cek Rest Area yang Tidak Padat saat Mudik