Isu tentang wabah pandemi Covid-19 akhir-akhir ini tengah menjadi isu utama yang sedang ditangani dunia. Setelah itu, Covid-19 menular sangat cepat dan menyebar ke puluhan negara, termasuk Indonesia, hanya dalam beberapa bulan pandemi ini menjadi kejadian luar biasa di abad ini karena bukan hanya di Indonesia tapi hampir seluruh negara di dunia terkena dampak bahkan di semua sektor baik itu ekonomi, politik dan tidak dipungkiri sektor pendidikan.
Dalam hal ini, ada yang menarik dari PMM UMM Kelompok 8 yaitu dengan melakukan kegiatan pembelajaran terhadap anak-anak, karena pada kondisi seperti ini pembelajaran siswa-siswi menggunakan sistem online dimana pada masyarakat desa dalam penguasaan terhadap teknologi masih kurang dan anak-anak juga merasa kurang memahami materi yang diberikan oleh gurunya, dikarenakan pada sistem online ini guru hanya memberikan materi melalui video dan tugas-tugas. Sehingga siswa-siswi merasa tanpa adanya pembelajaran tatap muka membuat sistem ini kurang efektif dan membuat anak kurang memiliki minat dalam belajar.
“Saya sangat berterimakasih dengan adanya kelompok 8 PMM UMM karena dengan kehadiran mereka saya selaku perwakilan masyarakat Desa Tegalgondo merasa senang dengan kegiatan ini karena sangat positif dan dapat memberikan wawasan lebih kepada anak-anak di Desa ini, dan saya berharap kehadiran mereka dapat memajukan desa menjadi lebih baik seperti kegiatan yang sedang mereka lakukan yaitu membangun Taman Baca dan Bermain Kali Paron, Desa Tegalgondo”. Ujar Ibu Sanik Darmawati selaku Sekdes di Desa Tegalgondo.
Dengan adanya metode pembelajaran tatap muka di Taman Baca dan Bermain Kali Paron, Desa Tegalgondo ini tidak lupa mereka tetap mematuhi protokol kesehatan yang dimana sebelum melakukan kegiatan pembelajaran anak-anak wajib mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, serta tidak lupa menggunakan masker. Kemudian untuk memotivasi anak - anak mereka memberikan permen dan ice cream terhadap anak-anak yang sudah selesai mengerjakan tugas atau belajar. Usia anak-anak yang mereka bimbing mulai dari 4 tahun sampai 8 tahun yaitu TK A, TK B, Kelas 1 SD sampai dengan Kelas 5 SD.
“Dengan adanya mahasiswa PMM UMM di Desa Tegalgondo masyarakat sangat terbantu dalam mengerjakan tugas anak-anaknya dari sekolah, serta harapan saya pada mahasiswa PMM UMM ini semoga dapat menghidupkan desa dan memajukan desa dengan kepedulian yang diberikan, dan sangat berterimakasih atas kehadiran kelompok 8 PMM UMM”. Ujar ibu Heti Nirmala selaku masyarakat Desa Tegalgondo.
Sementara itu, Muhammad Aziz Ma’ruf selaku Ketua Kelompok 8 PMM UMM, mengaku sangat senang dan bangga karena dapat membantu permasalahan yang ada pada masyarakat khususnya terkait dengan proses pembelajaran atau pendidikan anak-anak di Desa Tegalgondo yang pada kondisi seperti ini pembelajaran menjadi kurang efektif.
“Menurut saya, pembelajaran pada saat kondisi seperti ini harus tetap berjalan dengan baik dan berharap anak-anak juga dapat menumbuhkan rasa semangat belajar pada dirinya serta dapat memahami pelajaran yang mereka pelajari”.
Kegiatan ini tidak lepas dari bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Mohammad Syaifuddin, MM. Terkait dengan informasi seputar PMM UMM Kelompok 8 Gelombang 7 selalu update melalui akun Instagram @pmm.tegalgondo
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Volume Angkutan Retail KAI Capai 82.129 Ton hingga April 2026
-
InDrive Nilai Transparansi dan Keadilan Jadi Tantangan Industri Ride-Hailing
-
Deretan Perusahaan Hebat Asia, Ini Kriteria Ketat Biar Diakui di Tingkat Internasional
-
Ketika Aktor Asing Bermain di Narasi "Antek Asing"
-
Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026
News
-
Tak Sekadar Riding, Begundal War Wer Tunjukkan Sisi Positif Komunitas Motor
-
Generasi Peduli Iklim, Komunitas yang Ubah Keresahan Jadi Aksi Nyata
-
Bukan Sekadar Seni: Bagaimana Teater Jaran Abang Mengubah Remaja Jogja Menjadi Sosok Berdaya
-
Membaca Kelakar Madura Buat Gus Dur: Sebuah Buku Tentang Indonesia yang Menggelitik
-
Menolak Romantisasi Seni Gratisan yang Mematikan Seniman: Jeritan Jaran Abang dari Kota Budaya
Terkini
-
Pemeran Utama Perfect Crown Minta Maaf soal Kontroversi Distorsi Sejarah
-
Bikin Penonton Ikut Sedih, Begini Sisi Tragis Yoon Yi Rang di Perfect Crown
-
Samsung Kini Jual HP Refurbished Resmi, Harga Flagship Jadi Makin Worth It!
-
Etika Berkomunikasi bagi Pemandu Acara: Pelajaran dari Panggung LCC Kalbar
-
Menanti Taji BPKP: Saat Prabowo Mulai Bersih-Bersih Rumah Birokrasi