Di tengah mewabahnya Covid-19 Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang dapat dilakukan di daerah masing-masing. Salah satunya kelompok 08 PMM ini yang berlokasi di Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, di mana salah satu program mereka adalah melakukan sosialisasi pembuatan dan pembagian hand sanitizer. Kegiatan ini diprakarsai oleh Muhammad Aziz Ma’ruf selaku Koordinator, Reihan Dewi Allam Saraswati, Aulia Yasminar, dan Effanda Maulana.
Kegiatan sosialisasi pembuatan dan pembagian hand sanitizer ini dilaksanakan pada tanggal 16 September 2020 di halaman Taman Baca dan Bermain Kali Paron, Desa Tegalgondo. Dalam hal ini mereka mengundang masyarakat desa Tegalgondo karena di situ terlihat antusias yang besar masyarakat desa untuk menghadiri kegiatan sosialisasi tersebut, akan tetapi mengingat saat ini masih dalam masa pandemi, kegiatan tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.
Pada kegiatan sosialisasi ini, disampaikan terkait pembuatan hand sanitizer dengan cara yang praktis atau bisa dikatakan dapat dipraktekkan dengan mudah ketika dirumah. Bahan-bahannya yaitu alkohol 70% dan aloe vera gel atau lidah buaya, kedua bahan tersebut telah dihitung berapa masing-masing yang diperlukan.
Setelah dilakukannya kegiatan sosialisasi ini Mahasiswa PMM UMM juga membagikan hasil sosialisasi yang berupa hand sanitizer tersebut kepada masyarakat desa, kemudian mereka juga berharap kegiatan yang dilakukannya dapat bermanfaat bagi masyarakat desa terutama ditengah pandemi ini penggunaan hand sanitizer sangat dibutuhkan. Sehingga tidak lagi bergantung pada produk hand sanitizer yang dijual dengan harga yang tinggi dipasaran.
Kegiatan ini tidak lepas dari bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Mohammad Syaifuddin, MM. Terkait dengan informasi seputar Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 8 Gelombang 7 selalu update melalui akun Instagram @pmm.tegalgondo.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
News
-
PATRIBERA 2026 Hadirkan AHY hingga Diskoria, Warnai Langkah Awal Mahasiswa Baru UPNVJ
-
Usai Upacara HUT ke-81 RI, DKI Jakarta Kirim Nakes dan Galang Rp3,8 M untuk NTT
-
Resep Rahasia Don Rare Jaga Harmoni Alam dan Budaya di Desa Sejahtera Astra Les
-
Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi
-
Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin
Terkini
-
Ulasan Drama Mother and Mom: Kritik terhadap Obsesi Menjadi Ibu Ideal
-
Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!
-
Dari Maryamah Karpov ke Maryam Mah Kapok Garapan Asma Nadia dkk
-
Ironi di Negeri Tropis: Buah Melimpah, Harga Tak Ramah
-
Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan