Pada kegiatan sehari-hari atau beraktivitas, seseorang memerlukan kenyamanan tempat atau ruangan agar dapat berkonsentrasi dan dapat menemukan ide-ide baru pada suatu bidang yang dikerjakannya. Salah satu dari beberapa faktor dari kenyamanan tersebut ditentukan oleh keadaan ruangan atau lingkungan dimana dia melakukan aktivitas tersebut. Suhu dan kelembaban udara merupakan faktor yang sangat mempengaruhi aktivitas tersebut.
Suhu dan kelembaban udara lingkungan sangat mempengaruhi aktivas dalam melakukan suatu pekerjaan. Bekerja pada lingkungan yang dingin menyebabkan hilangnya fleksibelitas terhadap kinerja motorik tubuh sehingga dapat menyebabkan menurunnya kinerja tubuh dalam melakukan suatu kegiatan atau aktivitas, sedangkan bekerja pada lingkungan yang panas dapat menurunkan kemampuan fisik tubuh karena tubuh lebih banyak mengeluarkan energi sehingga daya tahan tubuh melemah atau menjadi cepat letih. Maka dari itu suhu dan kelembapan ruanagn harus seimbang.
Berdasarkan hal tersebut, maka dibuatlah suatu alat yang mampu untuk memantau dan juga menjadi sistem kendali terhadap suhu dan kelembaban pada ruangan. Pada alat tersebut, terdapat sebuah 1 buah terminal atau stop kontak yang dapat mengaktifkan sebuah kipas. Kipas diharapkan dapat digunakan untuk menurunkan suhu atau mendinginkan suatu ruangan dan juga memberikan kenyaman terhadap proses belajar mengajar dan diskusi rutin.
Tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk merancang suatu alat yang mampu memantau suhu dan juga kelembaban udara ruangan berbasis Arduino Uno dan dapat menjadi sistem kendali terhadap suhu ruangan. Selain Arduino uno alat ini juga menggunakan sesnsor DHT22, sensor DHT22 merupakan sensor yang dapat mengukur suhu dan kelembaban udara di sekitarnya. Alat ini juga menggunakan sesnsor PIR yang digunakan untuk mendeteksi pergerakan manusia atau keberadaan manusia.
Cara kerja dari alat ini adalah sensor akan melakukan pembacaan suhu dan kelembaban udara ruangan yang dilakukan oleh sensor DHT22 dan lalu ditampikan pada modul LCD. Lalu jika suhu yang terbaca lebih dari beberapa °C dan sensor PIR mendeteksi pergerakan seseorang maka kipas menyala namun jika suhu yang terukur kurang dari beberapa °C maka kipas tidak menyala.
Dengan adanya alat ini dapat memudahkan seseorang karena alat ini bersifat otomatis, dan pastinya kegiatan sehari-hari dalam ruangan tidak akan terganggu dan akan terasa nyaman sehingga bisa lebih fokus terhadap pekerjaannya.
Oleh: Khoirun Nisak, Ridwan Siskandar S.Si.,M.Si
Baca Juga
Artikel Terkait
News
-
Urban Eco Journey: Cara Seru Trash Ranger Rayakan Ulang Tahun Sambil Menyelamatkan Bumi
-
FH UNY Berdayakan UMKM Desa Galuhtimur Lewat Legalitas Hukum & Inovasi Produk
-
Tim FIP UNY Bekali Guru PCM Tonjong Modul Ajar Berbasis Deep Learning
-
FH UNY Gelar PkM di MIM Tonjong, Kenalkan Pendekatan 'Deep Learning' untuk Guru Muhammadiyah
-
Viral! Toko Roti di Thailand Jual Croissant 'Berambut', Warganet Jijik Sekaligus Penasaran
Terkini
-
Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa
-
Wonderwall, Oasis, dan Mimpi Inggris Menjuarai Piala Dunia 2026
-
Cuaca Makin Terik! Lakukan 5 Langkah Ini Agar Kulit Tak Cepat Kusam dan Menua
-
Kereta Api Bukan Dapur Berjalan! Alasan Logis Mengapa Stopkontak KAI Haram untuk Rice Cooker
-
Stop Monetizing Your Hobby: Mengapa Hidup Tidak Selalu Tentang Produktivitas