Desa Mbawa berada di kaki gunung Donggo dengan beragam budaya dan tradisi. Desa Mbawa juga memiliki banyak sekali tempat wisata yang indah dan menarik namun tidak tereksplor keluar desa Mbawa yang artiya keindahan Desa Mbawa hanya diketahui oleh masyarakat desa Mbawa dan desa sekitarnya saja. Oleh karena itu Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyusun program kerja terkait dengan mengeksplor tempat wisata Desa Mbawa salah satunya Uma Ncuhi (Uma Leme).
Uma Ncuhi merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh masyarakat desa tetangga yang hanya sekedar ingin bersua foto dan menikmati pemandangan sekitar Uma Ncuhi. Namun bagi masyarakat Desa Mbawa Uma Ncuhi adalah tempat yang keramat karena masyarakat Desa Mbawa sering melakukan kegiatan upacara kepercayaan terhadap roh nenek moyang leluhur (makamba/makimbi).
Seperti halnya yang terjadi dalam etnis Donggo yang bertempat tinggal di desa Mbawa. Dengan mengedepankan kearifan lokal sebagai strategi kebudayaan dalam mewujudkan toleransi umat beragama nyatanya telah mampu mengurangi konflik yang dilatarbelakangi agama.
Para tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemegang kebijakan dalam agama dan kebudayaan perlu mempertimbangkan dan mendialogkan kearifan lokal sebagai strategi tolernasi umat beragama, karena sikap dan kebijakan seperti itu akan mendatangkan manfaat bagi masyarakat setempat dan sebagai contoh oleh masayarakat lainnya.
Kami berharap dengan adanya kegiatan mengeksplor wisata Uma Ncuhi ini dapat menarik perhatian dan minat masayarakat di luar desa mbawa untuk mengunjungi wisata Uma ncuhi sebagai bentuk kecintaannya terhadap keindahan Desa Mbawa.
Yuk kepoin kegiatan kami di IG @pmm.desa.mbawa.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Jelang Mudik Lebaran, Okupansi Kereta Api Tembus 101 Persen
-
Semangat Baru Anak Pidie Jaya Lewat Program Jagoan Baca
-
Program Pemagangan Nasional Kemnaker Perkuat Keterampilan dan Pengalaman Kerja Peserta
-
Strategi Kemnaker Menekan Angka Kecelakaan Kerja melalui Penguatan Ahli K3
-
Menhub Kesal Banyak Truk Masih Wara-wiri Saat Mudik Lebaran
News
-
Dia yang Berdehem Tiga Kali
-
Bye-bye Velocity! Mengapa Tren "Natural" D'Masiv Gantikan "Dung Tak Dung" di Momen Ramadan 2026
-
Terhindar dari Macet dan Polusi: Alasan Mal Jadi Tempat Ngabuburit Paling Nyaman
-
Fenomena Shower Thoughts: Kenapa Ide Cemerlang Muncul Pas Lagi Sabunan?
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online