Menyadur dari ChannelNewsAsia, Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Kamis 4 Februari 2021 kemarin menolak permintaan dari Partai Demokrat untuk bersaksi di persidangan pemakzulan minggu depan.
Perwakilan Partai Demokrat di DPR menuduh Trump menghasut pemberontakan ketika dia mendesak para pendukungnya untuk menentang kekalahannya dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (pilpres AS) hingga akhirnya banyak dari mereka yangg menyerbu Capitol dan berkelahi dengan polisi hingga menyebabkan lima orang tewas, termasuk seorang petugas polisi Capitol.
"Presiden tidak akan bersaksi dalam proses inkonstitusional," kata penasihat Trump Jason Miller kepada Reuters. Dalam sebuah surat terbuka, pengacara Trump, Bruce Castor dan David Schoen, menyebut permintaan itu sebagai aksi hubungan masyarakat.
Para pengacara Trump minggu ini menolak dakwaan pemakzulan dan menegaskan klaimnya bahwa kekalahan pemilihan Trump adalah hasil dari penipuan yang meluas. Tapi tuduhan tersebut tidak berdasar karena pemilu dilindungi oleh Amandemen Pertama Konstitusi AS.
Salah satu anggota parlemen dari Partai Demokrat, Jamie Raskin, telah menulis dalam sebuah surat kepada Trump dan pengacaranya untuk mengundang sang mantan presiden supaya memberikan kesaksian di bawah sumpah.
"Jika Anda menolak undangan ini, kami memiliki setiap dan semua hak, termasuk hak untuk menetapkan di pengadilan bahwa penolakan Anda untuk bersaksi mendukung kesimpulan yang sangat merugikan mengenai tindakan Anda pada 6 Januari 2021," tulis Raskin.
Sebagai respons, pengacara Trump menulis kepada Raskin: "Surat Anda hanya menegaskan apa yang diketahui semua orang: Anda tidak dapat membuktikan tuduhan Anda terhadap Presiden ke-45 Amerika Serikat, yang sekarang menjadi warga negara biasa."
Beberapa senator mengatakan akan menjadi ide yang buruk bagi Trump untuk bersaksi. Senator Republik Lindsey Graham, sekutu vokal Trump, bahkan mengatakan kepada wartawan, "Saya tidak berpikir itu akan menjadi kepentingan siapa pun."
Selama dua bulan setelah kalah dalam pemilihan ulangnya dari Presiden Joe Biden, Trump dengan tegas menyatakan bahwa dia kalah karena penipuan pemilu yang merajalela. Tapi klaim tersebut ditolak oleh banyak pengadilan dan pejabat pemilihan negara bagian.
Pengacara Trump dan sebagian besar senator Republik telah menantang konstitusionalitas persidangan. Mereka mengatakan Senat tidak memiliki kewenangan untuk menyidangkan kasus tersebut karena Trump telah meninggalkan jabatannya.
Baca Juga
-
Sinopsis Film Kingdom of the Planet of the Apes, Tayang 10 Mei 2024
-
Resmi Berkencan dengan IU, Lee Jong Suk Tulis Surat Mengharukan untuk Fans
-
Daftar Pemenang KBS Drama Awards 2022, Ada Lee Seung Gi dan Joo Sang Wook!
-
Keren! BTS Masuk Daftar Musisi yang Banyak Pecahkan Rekor Tahun 2022
-
Keren! Belum Resmi Rilis Album Solo, Jimin BTS Kembali Memecahkan Rekor Ini
Artikel Terkait
-
Setara ISIS, Kanada Sebut Kelompok Proud Boys sebagai Teroris
-
Dua Kali Gagal, Donald Trump Dinominasikan Lagi untuk Nobel Perdamaian
-
Menantu Donald Trump, Jared Kushner Dinominasikan untuk Nobel Perdamaian
-
Heboh! Pria Ini Sebut Trump Sudah Dirawat Rusia Sejak 40 Tahun Lalu
-
Kecewa, Pria Bertanduk di Kerusuhan Gedung Capitol Kini Serang Donald Trump
News
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
-
Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!
-
Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026
-
Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026
-
AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta
Terkini
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual